Tingkatkan pemahaman tentang Sejarah, MGMP IPS MTs Kabupaten Bantul Gelar seminar Menelusuri Jejak Sultan Agung dan Mataram Islam
Bantul (MTsN 7 Bantul) – Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) Kabupaten Bantul kembali melaksanakan kegiatan seminar sebagai upaya meningkatkan wawasan dan kompetensi guru dalam mengembangkan pembelajaran IPS yang kontekstual. Kegiatan seminar dilaksanakan pada Rabu, 26 Agustus 2026, bertempat di MTsN 5 Bantul.
Seminar
kali ini mengangkat tema “Menelusuri Jejak Sultan Agung dan Mataram Islam di
Bantul” dengan menghadirkan Lilik Suharmaji sebagai narasumber.
Kegiatan
diikuti oleh guru-guru IPS MTs se-Kabupaten Bantul. Melalui tema tersebut,
peserta diajak untuk mengenal lebih dekat sejarah perkembangan Mataram Islam,
khususnya berbagai jejak sejarah yang memiliki keterkaitan dengan wilayah
Bantul. Materi disampaikan secara menarik dengan mengaitkan sejarah lokal
dengan pembelajaran IPS di madrasah.
Lilik
Suharmaji menyampaikan bahwa sejarah lokal memiliki nilai penting untuk
dikenalkan kepada peserta didik. Dengan memahami sejarah yang berada di
lingkungan terdekat, peserta didik diharapkan tidak hanya memahami materi
secara teoritis, tetapi juga mampu menumbuhkan rasa cinta terhadap daerah, menghargai
warisan sejarah dan budaya, serta memiliki kesadaran untuk melestarikannya.
Kegiatan seminar
berlangsung interaktif. Para guru mendapatkan wawasan baru mengenai berbagai
peninggalan dan jejak sejarah Sultan Agung serta perkembangan Mataram Islam di
Bantul. Materi tersebut diharapkan dapat menjadi sumber belajar yang
kontekstual sehingga pembelajaran IPS menjadi lebih dekat dengan kehidupan dan
lingkungan peserta didik.
Selain
sebagai sarana peningkatan kompetensi, kegiatan MGMP juga menjadi wadah bagi
para guru IPS untuk saling berbagi pengalaman, bertukar gagasan, dan memperkuat
kolaborasi dalam mengembangkan pembelajaran yang bermakna.
Melalui seminar ini, MGMP IPS Kabupaten Bantul diharapkan semakin mampu menghadirkan pembelajaran sejarah dan IPS yang menarik, kontekstual, serta menumbuhkan kecintaan peserta didik terhadap sejarah dan budaya lokal. Jejak sejarah Sultan Agung dan Mataram Islam di Bantul pun dapat terus dikenalkan kepada generasi muda sebagai bagian penting dari identitas dan kekayaan sejarah daerah.(sri_hid)



Tidak ada komentar
Posting Komentar