Header Ads

ad728
  • Breaking News

    Kumpulan Anekdot Gus Dur

    Do You Like Salad?

    Rombongan istri pejabat Indonesia  pelesir ke San Fransisco menemani suami mereka yang sedang studi banding. Ceritanya mereka mampir ke sebuah restoran. Ketika memesan makanan, mereka bingung dengan menu-menu makanan yang disediakan. Melihat itu, sang pelayan  berinisiatif menawarkan makanan yang barangkali semua orang tahu.

    “If you confuse with menu, just choose one familiar..” kata si pelayan.

    Rombongan ibu-ibu saling berbisik menebak si pelayan itu ngomong apa.

    Si Pelayan tersenyum “Oke, do you like salad?”

    Seorang ibu yang sok tahu menjawab “Sure, I am Moslem, five times in one day”

    (maksud si ibu, dia muslim dan shalat lima kali sehari).

     

    ilustrasi: Putri Nur Romadhoni

    Kuli Dan Kyai

    Rombongan jamaah haji NU dari Tegal tiba di Bandara King Abdul Aziz, Jeddah Arab Saudi. Langsung saja kuli-kuli dari Yaman berebutan untuk mengangkut barang-barang yang mereka bawa. Akibatnya, dua orang di antara kuli-kuli itu terlibat percekcokan serius dalam bahasa Arab.

    Melihat itu, rombongan jamaah haji tersebut spontan merubung mereka, sambil berucap: Amin, Amin, Amin!

    Gus Dur yang sedang berada di bandara itu menghampiri mereka: “Lho kenapa Anda berkerumun di sini?”

    “Mereka terlihat sangat fasih berdoa, apalagi pakai serban, mereka itu pasti kyai.

     

    Sate Babi

    Suatu ketika Gus Dur dan ajudannya terlibat percakapan serius.

    Ajudan            : Gus, menurut Anda makanan apa yang haram?

    Gus Dur          : Babi

    Ajudan            : Yang lebih haram lagi

    Gus Dur          : Mmmm … babi mengandung babi!

    Ajudan            : Yang paling haram?

    Gus Dur          : Mmmm … nggg … babi mengandung babi tanpa tahu
       bapaknya dibuat sate babi!

     

    Cuma Takut Tiga Roda

    Suatu hari, saat Abdurarahman Wahid menjabat sebagai Presiden RI, ada pembicaraan serius. Pembicaraan bertopik isu terhangat  dilakukan selesai menghadiri sebuah rapat di Istana Negara.

    Diketahui, pembicaraan itu mengenai wabah demam berdarah yang kala itu melanda kota Jakarta. Gus Dur pun sibuk memperbincangkan penyakit mematikan tersebut.

    “Menurut Anda, mengapa demam berdarah saat ini semakin marak di Jakarta Pak?” tanya seorang menterinya.

    “Ya karena Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso melarang bemo, becak, dan sebentar lagi bajaj dilarang beredar di Kota Jakarta ini. Padahal kan nyamuk sini cuma takut sama tiga roda…!” 

    Tidak ada komentar

    Post Top Ad

    ad728

    Post Bottom Ad

    ad728