Kepala MTsN 7 Bantul Hadiri Acara Bertajuk Penguatan Diversifikasi Madrasah Unggul Dari Kanwil Kemenag DIY
Bantul (MTsN 7 Bantul) - Kepala MTsN 7 Bantul Hidayat, menghadiri forum Kelompok Kerja Kepala Madrasah Kantor Wilayah Kementerian Agama DIY yang bertajuk Penguatan Diversifikasi Madrasah Unggul. Kegiatan ini dilaksanakan di MTsN 8 Gunungkidul Yogyakarta dihadiri oleh 44 orang yang sebagian besar adalah anggota Forum Kelompok Kerja Kepala Madrasah DIY dan beberapa pejabat Kantor Wilayah Kementerian Agama DIY. Acara yang digelar pada hari Rabu (06/08) ini dimulai pukul 13.00 WIB dan menghadirkan Prof. Nyayu Khodijah, Direktur Kurikulum Sarana Kelembagaan dan Kesiswaan (KSKK) sebagai narasumber utama, hadir pula Ahmad Bahiej, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama DIY, Abd. Su’ud Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag DIY, dan para Kasi se-Kab/Kota.
Dalam paparannya, Nyayu
Khodijah menyampaikan tentang tentang kurikulum cinta, bahwa kurikulum berbasis
cinta yang dikembangkan oleh Kementerian Agama RI ini berorientasi pada sistem
pendidikan yang lebih humanis dan inklusif bermuatan nilai-nilai kasih sayang
dan mengedepankan akhlaqul karimah. Kurikulum cinta ini lebih menekankan dan
menfokuskan internalisasi ketaatan pada Tuhan yang Maha Esa, menyemai kasih
sayang pada sesama, lingkungan sekitar, cinta tanah air dalam proses
pembelajarannya.
Ditambahkan pula bahwa rujukan Madrasah unggulan di PMA nomor 60 tahun 2016 dan hanya ada 3 unggulan, sementara di DIY lebih dari tiga Madrasah unggulan. Madrasah yang ada di DIY diharapkan meningkatkan inovasi-inovasi kreatif berbasis analisis terhadap kecapakan, ketrampilan dan kemampuan akademik dan non akademik yang harus terus digali dan dicermati oleh guru, kemudian diberikan wadah dan fasilitas untuk mengembangkan diri. Inilah awal Madrasah bisa memantabkan diri menyematkan madrasah unggulan setelah riset mendalam terhadap potensi-potensi unggul yang ada pada siswa. Selain prestasi akademik dan dukungan penuh dari ruang lingkup intern Madrasah, sangat penting juga untuk meningkatkan tata kelola administrasi dan regulasi komite Madrasah. Sederhananya adalah bekerja harus mendapatkan keuntungan dan keselamatan dunia akherat, tidak hanya dunia semata.
Oleh karena itu, target
penting dari madrasah unggulan harus intens untuk mengadakan riset yang
melibatkan guru dan siswa. Madrasah juga harus berani untuk menjalin kerja sama
dengan PT ataupun BRIN. Sehingga siswa akan mendapatkan pengalaman dan
pembelajaran yang berkesan dan pada akhirnya akan dapat mengembangkan dirinya.
Kepala MTsN 7 Bantul, Hidayat, ketika dikonfirmasi oleh tim publikasi menjelaskan bahwa tindakan atau proses mendiversifiaksi adalah metode untuk mengurangi ketergantungan pada satu sumber pendanaan dalam sistem Pendidikan. “Salah satu kalimat penting yang saya tangkap dari uraian Bu Dirut KSKK adalah pastikan unggulan itu tidak hanya hanya brand saja,tetapi betul-betul unggul, tidak hanya sekedar untuk mendapatkan jumlah siswa yang banyak apalagi hanya sekedar meraup keuntungan rupiah pada madrasah, oleh karena itu setiap madrasah unggulan harus selalu mengadakan evaluasi”, jelas Hidayat.(khan)




Tidak ada komentar
Posting Komentar