Kepala MTsN 7 Bantul Hadiri dan Ikuti Pertemuan Kelompok Kerja Madrasah Tsanawiyah (KKMTs) Daerah Istimewa Yogyakarta
Bantul (MTsN 7 Bantul) - Kepala MTsN 7 Bantul, Hidayat, menghadiri pertemuan rutin Kelompok Kerja Madrasah Tsanawiyah (KKMTs) tingkat Provinsi DIY. Acara yang berlangsung hari Senin (26/01) ini bertempat di rumah makan Iwak Kalen Janti Nanggulan, Temanggal, Wijimulyo, Kapanewon Nanggulan, Kabupaten Kulon Progo, DIY dengan agenda utama rapat koordinasi Rutin KKMTs DIY dan Pembinaan Kabid Dikmad Kanwil Kemenag DIY. Peserta adalah Kepala MTs se-DIY, pejabat Kantor Kemenag Kulon Progo dan Kanwil DIY.
Acara diawali dengan
pembukaan dilanjutkan pembacaan Al Qur’an oleh salah satu siswa madrasah dilanjutkan
pembacaan doa yang dibawakan oleh Zainuri, Kamad MTsN 2 Kulon Progo. Sambutan
yang pertama oleh Kasi Dikmad Kulon Progo Dwi Putranto selaku tuan rumah dilanjutkan
sambutan oleh Ketua K2MTs Propinsi DIY Surahman, Kepala MTsN 1 Kota Yogyakarta.
Selanjutnya sambutan sekaligus pembinaan dari Kabid Dikmad DIY Sidik Pramono. Dalam
arahannya Sidik Pramono menekankan untuk selalu meningkatkan kebaikan dan
kebaktian kita kepada Tuhan, kepada sesama, baik di keluarga dan masyarakat. Karena
kebaikan yang kita lakukan pada dasarnya akan kembali pada diri kita sendiri.
Kebaikan tidak hanya
kepada sesama manusia, tetapi juga kepada sesama makhluk Tuhan, baik binatang
maupun pepohonan. Selanjutnya Sidik Pramono menekankan tentang pentingnya waktu.
”Disiplin waktu merupakan salah satu kunci kedisiplinan dalam melaksanakan
tugas dengan cepat, dengan tepat waktu, setiap program kerja akan berjalan
dengan baik, oleh karena itu monggo di satker kita masing-masing agar dibudayakan
mengontrol waktu dengan baik”, harap Sidik Pramono. Diingatkan pula bahwa
kontrak Kamad tidak hanya sekedar administrasi. Namun juga perlu dipahami bahwa
hal yang baik itu tidak hanya sekedar pembiasaan, tetapi perubahan pada hal
yang lebih baik itu adalah kewajiban. Setiap Kamad untuk saat ini memang sangat
banyak tekanan dan tuntutan, oleh karena itu Dikmad Kemenag harus mendampingi
dan mengawal setiap regulasi yang ada. Pada akhirnya kita harus sadar dan
menyadari bahwa karakter atau adab itu lebih utama dari pada ilmu pengetahuan.
Sementara itu, Anita Isdarmini yang juga pejabat Kanwil Kemenag DIY juga mengingatkan bahwa karakter dibangun sejak dini, ini terkait nilai tinggi pada TKA, meskipun tidak menjadi syarat masuk jenjang berikutnya. Dijelaskan juga oleh Anita Isdarmini bahwa soal TKA MTs dibuat di daerah, maka perlu diperhatikan soal pada Try Out, kembali pada model lama, yaitu buku, jangan mengandalkan file, itu banyak kelemahan. TKA wajib online, maka sesama madrasah saling berkolaborasi, terutama bagi madrasah yang belum lengkap sarana prasarananya.




Tidak ada komentar
Posting Komentar