Header Ads

ad728
  • Breaking News

    Ekstrakurikuler Membatik MTs Negeri 7 Bantul: Kreativitas Siswa Lewat Proyek Sajadah Batik Mini Travelling

    Bantul (MTsN 7 Bantul) — Kegiatan ekstrakurikuler membatik di MTs Negeri 7 Bantul terus menunjukkan semangat kreativitas peserta didik. Ekstrakurikuler yang rutin dilaksanakan setiap hari Rabu pukul 15.30 hingga 17.00 ini diikuti oleh peserta ekstrakurikuler dari murid kelas VII dan VIII.



    Pada semester genap Tahun Ajaran 2025/2026, ekstrakurikuler batik mengusung proyek pembuatan sajadah batik mini travelling. Proyek ini dirancang sebagai media pembelajaran sekaligus penguatan karakter, di mana setiap murid membuat satu karya batik tulis secara mandiri. Sajadah berukuran mini dipilih karena praktis, fungsional, dan relevan dengan kebutuhan ibadah saat bepergian.

    Adapun tujuan dari proyek ini antara lain: menumbuhkan kecintaan siswa terhadap warisan budaya batik, melatih keterampilan membatik tulis, mulai dari perancangan motif hingga pewarnaan, mengembangkan kreativitas, ketelitian, dan kesabaran siswa, mengintegrasikan nilai seni dengan makna spiritual melalui karya sajadah, dan membiasakan siswa menghasilkan karya yang estetis sekaligus fungsional.

    Pada Rabu, 11 Februari 2026, kegiatan difokuskan pada proses mencanting di atas kain dan pewarnaan napthol dengan teknik tutup celup. Dalam sesi pewarnaan, siswa memilih kombinasi warna oranye dan biru, menghasilkan tampilan motif yang kontras dan menarik.

    Proses membatik tulis dilakukan menggunakan canting dan kompor listrik, yang dinilai lebih efisien dan aman. Sementara itu, pewarnaan memanfaatkan alat sederhana seperti mangkuk dan ember besar. Meski menggunakan perlengkapan yang praktis, hasil karya siswa tetap menunjukkan kualitas yang membanggakan.

    Kegiatan ini didampingi oleh pelatih ekstrakurikuler, Apriliya Nur Muti'ah, selaku guru Seni Budaya sekaligus pengampu ekstrakurikuler membatik. Ia menyampaikan apresiasinya terhadap semangat siswa.

    “Melalui proyek sajadah batik mini travelling ini, kami ingin menanamkan bahwa batik bukan sekadar keterampilan seni, tetapi juga sarana membangun karakter. Siswa belajar sabar, teliti, dan menghargai proses. Harapannya, mereka semakin mencintai budaya sekaligus bangga terhadap karya sendiri,” ujar Apriliya Nur Muti'ah.



    Antusiasme siswa terlihat sepanjang kegiatan. Mereka aktif berdiskusi mengenai motif, teknik canting, hingga pemilihan warna. Suasana ekstrakurikuler berlangsung hidup, kreatif, dan penuh semangat.

    Madrasah berharap kegiatan ekstrakurikuler membatik ini tidak hanya menghasilkan karya seni, tetapi juga membentuk pribadi siswa yang kreatif, disiplin, dan berbudaya. Selain itu, diharapkan keterampilan yang diperoleh dapat menjadi bekal berharga bagi siswa di masa depan.

    Dengan semangat berkarya dan melestarikan budaya, ekstrakurikuler membatik MTs Negeri 7 Bantul terus menjadi ruang inspiratif bagi tumbuhnya kreativitas generasi muda.(muti_Art)

    Tidak ada komentar

    Post Top Ad

    ad728

    Post Bottom Ad

    ad728