Ekstrakurikuler Membatik MTs Negeri 7 Bantul: Kreativitas Siswa Lewat Proyek Sajadah Batik Mini Travelling
Bantul (MTsN 7 Bantul) — Kegiatan ekstrakurikuler membatik di MTs Negeri 7 Bantul terus menunjukkan semangat kreativitas peserta didik. Ekstrakurikuler yang rutin dilaksanakan setiap hari Rabu pukul 15.30 hingga 17.00 ini diikuti oleh peserta ekstrakurikuler dari murid kelas VII dan VIII.
Pada
semester genap Tahun Ajaran 2025/2026, ekstrakurikuler batik mengusung proyek
pembuatan sajadah batik mini travelling. Proyek ini dirancang sebagai media
pembelajaran sekaligus penguatan karakter, di mana setiap murid membuat satu
karya batik tulis secara mandiri. Sajadah berukuran mini dipilih karena
praktis, fungsional, dan relevan dengan kebutuhan ibadah saat bepergian.
Adapun
tujuan dari proyek ini antara lain: menumbuhkan kecintaan siswa terhadap
warisan budaya batik, melatih keterampilan membatik tulis, mulai dari
perancangan motif hingga pewarnaan, mengembangkan kreativitas, ketelitian, dan
kesabaran siswa, mengintegrasikan nilai seni dengan makna spiritual melalui
karya sajadah, dan membiasakan siswa menghasilkan karya yang estetis sekaligus
fungsional.
Pada
Rabu, 11 Februari 2026, kegiatan difokuskan pada proses mencanting di atas kain
dan pewarnaan napthol dengan teknik tutup celup. Dalam sesi pewarnaan, siswa
memilih kombinasi warna oranye dan biru, menghasilkan tampilan motif yang
kontras dan menarik.
Proses
membatik tulis dilakukan menggunakan canting dan kompor listrik, yang dinilai
lebih efisien dan aman. Sementara itu, pewarnaan memanfaatkan alat sederhana
seperti mangkuk dan ember besar. Meski menggunakan perlengkapan yang praktis,
hasil karya siswa tetap menunjukkan kualitas yang membanggakan.
Kegiatan
ini didampingi oleh pelatih ekstrakurikuler, Apriliya Nur Muti'ah, selaku guru
Seni Budaya sekaligus pengampu ekstrakurikuler membatik. Ia menyampaikan
apresiasinya terhadap semangat siswa.
“Melalui proyek sajadah batik mini travelling ini, kami ingin menanamkan bahwa batik bukan sekadar keterampilan seni, tetapi juga sarana membangun karakter. Siswa belajar sabar, teliti, dan menghargai proses. Harapannya, mereka semakin mencintai budaya sekaligus bangga terhadap karya sendiri,” ujar Apriliya Nur Muti'ah.
Antusiasme
siswa terlihat sepanjang kegiatan. Mereka aktif berdiskusi mengenai motif,
teknik canting, hingga pemilihan warna. Suasana ekstrakurikuler berlangsung
hidup, kreatif, dan penuh semangat.
Madrasah
berharap kegiatan ekstrakurikuler membatik ini tidak hanya menghasilkan karya
seni, tetapi juga membentuk pribadi siswa yang kreatif, disiplin, dan
berbudaya. Selain itu, diharapkan keterampilan yang diperoleh dapat menjadi
bekal berharga bagi siswa di masa depan.
Dengan semangat berkarya dan melestarikan budaya, ekstrakurikuler membatik MTs Negeri 7 Bantul terus menjadi ruang inspiratif bagi tumbuhnya kreativitas generasi muda.(muti_Art)
.jpeg)



Tidak ada komentar
Posting Komentar