Game “Misteri Box” Jadi Media Inovatif Pembelajaran Pendidikan Pancasila di MTsN 7 Bantul
Bantul (MTsN 7 Bantul) – Guru Pendidikan Pancasila, Bapak Eryanto Mahmudi, memanfaatkan game edukatif “Misteri Box” sebagai media pembelajaran materi tradisi, kearifan lokal, dan budaya pada siswa kelas IX B, Selasa (25/02/2026).
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya
menghadirkan pembelajaran yang aktif, kreatif, dan menyenangkan. Dalam
pembelajaran tersebut, siswa diajak memahami nilai-nilai budaya bangsa melalui
permainan interaktif yang dirancang untuk meningkatkan partisipasi dan kerja
sama.
Penggunaan game “Misteri Box” bertujuan
untuk membuat materi tentang tradisi, kearifan lokal, dan budaya lebih
kontekstual dan mudah dipahami. “Melalui permainan ini, siswa tidak hanya
mendengar penjelasan, tetapi juga terlibat langsung dalam proses menemukan
informasi dan memecahkan tantangan,” ujarnya.
Kegiatan berlangsung di ruang kelas IX B
MTsN 7 Bantul dalam pelaksanaannya, guru membagi siswa ke dalam beberapa kelompok. Setiap kelompok
secara bergiliran maju dan memilih kotak berisi pertanyaan yang harus dijawab
bersama-sama.
Melalui metode ini, siswa belajar
mengidentifikasi berbagai tradisi daerah, memahami makna kearifan lokal seperti
gotong royong dan musyawarah, serta menumbuhkan sikap menghargai keberagaman
budaya Indonesia. Suasana kelas tampak antusias dan penuh semangat. Salah satu
siswa kelas IX B mengaku pembelajaran terasa lebih seru dan tidak membosankan.
“Biasanya kami hanya membaca buku atau mendengarkan penjelasan. Dengan Misteri
Box, kami jadi penasaran dan lebih semangat belajar,” ungkapnya.
Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk
implementasi pembelajaran abad ke-21 yang menekankan kolaborasi, komunikasi,
berpikir kritis, dan kreativitas. Selain itu, pendekatan ini juga sejalan
dengan upaya penguatan karakter peserta didik melalui pemahaman nilai-nilai
luhur budaya bangsa.
Dengan inovasi pembelajaran seperti ini, MTsN 7 Bantul berharap siswa tidak hanya memahami konsep secara teori, tetapi juga mampu menginternalisasi nilai-nilai tradisi dan kearifan lokal dalam kehidupan sehari-hari sebagai wujud nyata pengamalan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan.(ery)



Tidak ada komentar
Posting Komentar