Header Ads

ad728
  • Breaking News

    Game “Misteri Box” Jadi Media Inovatif Pembelajaran Pendidikan Pancasila di MTsN 7 Bantul

    Bantul (MTsN 7 Bantul) – Guru Pendidikan Pancasila, Bapak Eryanto Mahmudi, memanfaatkan game edukatif “Misteri Box” sebagai media pembelajaran materi tradisi, kearifan lokal, dan budaya pada siswa kelas IX B, Selasa (25/02/2026).



    Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya menghadirkan pembelajaran yang aktif, kreatif, dan menyenangkan. Dalam pembelajaran tersebut, siswa diajak memahami nilai-nilai budaya bangsa melalui permainan interaktif yang dirancang untuk meningkatkan partisipasi dan kerja sama.

    Penggunaan game “Misteri Box” bertujuan untuk membuat materi tentang tradisi, kearifan lokal, dan budaya lebih kontekstual dan mudah dipahami. “Melalui permainan ini, siswa tidak hanya mendengar penjelasan, tetapi juga terlibat langsung dalam proses menemukan informasi dan memecahkan tantangan,” ujarnya.

    Kegiatan berlangsung di ruang kelas IX B MTsN 7 Bantul dalam pelaksanaannya, guru membagi siswa  ke dalam beberapa kelompok. Setiap kelompok secara bergiliran maju dan memilih kotak berisi pertanyaan yang harus dijawab bersama-sama.

    Melalui metode ini, siswa belajar mengidentifikasi berbagai tradisi daerah, memahami makna kearifan lokal seperti gotong royong dan musyawarah, serta menumbuhkan sikap menghargai keberagaman budaya Indonesia. Suasana kelas tampak antusias dan penuh semangat. Salah satu siswa kelas IX B mengaku pembelajaran terasa lebih seru dan tidak membosankan. “Biasanya kami hanya membaca buku atau mendengarkan penjelasan. Dengan Misteri Box, kami jadi penasaran dan lebih semangat belajar,” ungkapnya.

    Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk implementasi pembelajaran abad ke-21 yang menekankan kolaborasi, komunikasi, berpikir kritis, dan kreativitas. Selain itu, pendekatan ini juga sejalan dengan upaya penguatan karakter peserta didik melalui pemahaman nilai-nilai luhur budaya bangsa.

    Dengan inovasi pembelajaran seperti ini, MTsN 7 Bantul berharap siswa tidak hanya memahami konsep secara teori, tetapi juga mampu menginternalisasi nilai-nilai tradisi dan kearifan lokal dalam kehidupan sehari-hari sebagai wujud nyata pengamalan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan.(ery)

    Tidak ada komentar

    Post Top Ad

    ad728

    Post Bottom Ad

    ad728