Header Ads

ad728
  • Breaking News

    Guru PJOK MTs Negeri 7 Bantul Jelaskan Proses Pencernaan Saat Puasa di Kelas VIII F

    Bantul (MTsN 7 Bantul) – Suasana pembelajaran di kelas VIII F pada Kamis (26/02) berlangsung penuh antusias. Guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) MTs Negeri 7 Bantul, Juwarto, menyampaikan materi tentang proses pencernaan manusia saat berpuasa.



    Materi ini diberikan agar siswa memahami bahwa puasa tidak hanya bernilai ibadah secara spiritual, tetapi juga memiliki manfaat ilmiah bagi kesehatan tubuh, khususnya sistem pencernaan.

    Dalam penjelasannya, Juwarto memaparkan tahapan proses yang terjadi dalam tubuh selama berpuasa. Pada pukul 05.00–09.00 WIB, tubuh masih menggunakan energi dari makanan sahur dan kadar gula darah mulai menurun secara perlahan namun tetap stabil. Memasuki pukul 10.00–15.00 WIB, cadangan glukosa mulai berkurang dan tubuh mulai memanfaatkan lemak sebagai sumber energi, sehingga sistem pencernaan mendapatkan waktu untuk beristirahat. Sementara pada pukul 16.00–18.00 WIB, proses pembakaran lemak berlangsung lebih optimal dan detoksifikasi alami tubuh bekerja lebih maksimal.



    “Puasa bukan hanya menahan lapar dan haus, tetapi juga memberikan kesempatan bagi organ pencernaan untuk beristirahat. Saat cadangan glukosa menurun, tubuh akan mulai membakar lemak sebagai sumber energi. Proses ini sangat baik untuk metabolisme dan kesehatan,” jelas Juwarto.

    Ia juga menambahkan bahwa puasa memiliki berbagai manfaat kesehatan.

    “Manfaat puasa antara lain membantu detoksifikasi alami tubuh, melatih metabolisme, mengendalikan berat badan, serta membentuk disiplin dan pengendalian diri pada siswa,” tambahnya.

    Untuk memperjelas materi, guru juga melibatkan salah satu siswa dalam simulasi sederhana mengenai posisi organ tubuh. Metode ini membuat pembelajaran lebih kontekstual dan membantu siswa memahami materi secara langsung.



    Melalui pembelajaran ini, MTs Negeri 7 Bantul terus berupaya mengintegrasikan nilai keagamaan dan ilmu pengetahuan dalam proses pendidikan, sehingga siswa tidak hanya memahami aspek ibadah, tetapi juga manfaatnya secara ilmiah.(ju)

    Tidak ada komentar

    Post Top Ad

    ad728

    Post Bottom Ad

    ad728