Sambut Pagi dengan Ramah, Pendamping Madrasah Kemenag Bantul Hadir dalam Program “Sapa Mentari” di MTsN 7 Bantul
Bantul (MTsN 7 Bantul) – Suasana pagi di gerbang MTsN 7 Bantul tampak lebih istimewa hari ini. Program “Sapa Mentari” (Santun Menyapa Murid di Pagi Hari) kedatangan tamu spesial, yakni Bapak Miftakhul Bakhri, Pendamping Madrasah dari Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Bantul.
Sejak
pukul 06.30 WIB, Bapak Miftakhul Bakhri telah berdiri di halaman depan sekolah
bersama Kepala Madrasah dan guru piket. Beliau turut berpartisipasi langsung
menyambut kehadiran para siswa dengan bersalaman dan memberikan senyuman hangat
sebagai bentuk keteladanan karakter.
Program
Sapa Mentari sendiri merupakan agenda rutin MTsN 7 Bantul yang bertujuan untuk
menanamkan nilai kesantunan, kedisiplinan, dan mempererat hubungan emosional
antara pendidik dan peserta didik. Kehadiran perwakilan Kemenag Bantul ini
memberikan semangat tambahan bagi seluruh civitas akademika.
Bapak
Miftakhul Bakhri tampak akrab menyapa satu per satu siswa yang tiba. Beliau
sesekali memberikan pesan singkat kepada siswa agar semangat dalam menuntut
ilmu. Kehadiran pejabat Kemenag di lini depan ini menunjukkan bahwa
pendampingan madrasah tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga menyentuh
aspek pembinaan karakter langsung di lapangan.
Kepala
MTsN 7 Bantul, Hidayat menyampaikan rasa terima kasih atas partisipasi aktif
pendamping madrasah dalam program unggulan ini.
“Kami
merasa terhormat dengan kehadiran Bapak Miftakhul Bakhri. Partisipasi beliau
dalam program Sapa Mentari ini adalah bentuk dukungan moral yang luar biasa.
Hal ini membuktikan bahwa sinergi antara Kemenag Bantul dan madrasah terjalin
sangat erat, terutama dalam memberikan teladan budi pekerti luhur kepada para
siswa,” ujar Hidayat
Melalui
kegiatan bersalaman pagi ini, terpancar budaya islami yang kental di lingkungan
MTsN 7 Bantul. Para siswa terlihat antusias dan merasa dihargai dengan sambutan
ramah dari para bapak ibu guru dan tamu dari Kemenag.
Kegiatan ini diharapkan dapat menciptakan energi positif bagi siswa sebelum memulai aktivitas belajar di kelas, sehingga proses transfer ilmu dapat berjalan dengan hati yang bahagia dan pikiran yang jernih.(nrl)



Tidak ada komentar
Posting Komentar