Gema Sholawat dan Mahalul Qiyam Awali Kegiatan Mujahadah Kelas IX MTsN 7 Bantul
Bantul (MTsN 7 Bantul) – Suasana syahdu dan penuh kekhidmatan menyelimuti halaman MTs Negeri 7 Bantul pada Kamis, 5 Maret 2026 sore. Kegiatan mujahadah, doa bersama, dan buka bersama yang diikuti oleh seluruh siswa kelas IX A–F, orang tua/wali, serta bapak dan ibu guru dan pegawai madrasah diawali dengan gema sholawat (srokal) dan mahalul qiyam yang menggugah hati.
Lantunan
sholawat dipimpin oleh Faisal Chabib bersama tim keagamaan Ma7uba (Tim
Keagamaan MTsN 7 Bantul). Irama sholawat yang dilantunkan secara bersama-sama
menghadirkan suasana religius yang mendalam. Para siswa, orang tua, serta
seluruh hadirin larut dalam lantunan pujian kepada Nabi Muhammad ﷺ yang
menggema dengan penuh kekhusyukan.
Gema sholawat
tersebut tidak sekadar menjadi pembuka acara, tetapi juga sarana menumbuhkan
kecintaan kepada Rasulullah ﷺ. Dalam tradisi keilmuan Islam, memperbanyak
sholawat memiliki banyak keutamaan, di antaranya sebagai bentuk penghormatan
kepada Nabi, sarana memperoleh syafaat, serta mendatangkan ketenangan hati bagi
orang yang melantunkannya. Oleh karena itu, kegiatan srokal dan mahalul qiyam
menjadi momentum spiritual yang sangat bermakna bagi seluruh hadirin.
Saat mahalul
qiyam berlangsung, seluruh peserta berdiri dengan penuh khidmat sebagai bentuk
penghormatan dan pengagungan kepada Rasulullah ﷺ. Lantunan sholawat yang
menggema menciptakan suasana haru dan penuh penghayatan, memperkuat ikatan
spiritual serta menumbuhkan semangat meneladani akhlak Rasulullah dalam
kehidupan sehari-hari.
Usai
rangkaian sholawat, kegiatan dilanjutkan dengan mujahadah dan doa bersama yang
dipanjatkan untuk memohon keberkahan, kemudahan belajar, serta kesuksesan siswa
kelas IX dalam menghadapi ujian dan melanjutkan pendidikan ke jenjang
berikutnya. Doa yang dipanjatkan bersama menjadi simbol harapan dan ikhtiar
spiritual seluruh keluarga besar madrasah.
Melalui kegiatan ini, MTs
Negeri 7 Bantul berharap nilai-nilai spiritual, kecintaan kepada Rasulullah ﷺ,
serta semangat kebersamaan dapat terus tumbuh dalam diri para siswa. Gema
sholawat yang mengawali acara menjadi pengingat bahwa perjalanan menuntut ilmu
tidak hanya dibangun dengan usaha lahiriah, tetapi juga dengan kekuatan doa dan
kedekatan kepada Allah SWT serta Rasul-Nya.(Lisa)



Tidak ada komentar
Posting Komentar