Header Ads

ad728
  • Breaking News

    Inovasi Digital: Absensi Barcode di MTs Negeri 7 Bantul

    Bantul (MTsN 7 Bantul) - MTs Negeri 7 Bantul resmi memulai langkah besar dalam digitalisasi layanan pendidikan dengan melaksanakan uji coba penggunaan barcode pada kartu pelajar sebagai sarana absensi. Uji coba yang dimulai pada tanggal 9 Maret 2026 ini menandai pergeseran dari metode pencatatan kehadiran manual menuju sistem yang lebih modern, cepat, dan akurat. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kedisiplinan siswa sekaligus efisiensi administratif madrasah.



    Sistem presensi inovatif ini terintegrasi langsung dengan aplikasi JMD (Jogja Madrasah Digital) milik Kantor Wilayah Kementerian Agama DIY. Dengan integrasi ini, data kehadiran siswa yang dipindai melalui barcode kartu pelajar akan langsung tercatat di pangkalan data digital secara real-time. Hal ini memudahkan pihak madrasah dalam memantau rekam jejak kehadiran siswa secara transparan dan akuntabel melalui satu platform terpadu.

    Uji coba penggunaan barcode kartu pelajar ini berlaku secara menyeluruh bagi seluruh siswa dari jenjang kelas VII, VIII, hingga kelas IX. Setiap siswa cukup mendekatkan kartu pelajar mereka ke perangkat pemindai yang telah disediakan sebelum memasuki lingkungan madrasah. Implementasi menyeluruh di semua tingkat kelas ini bertujuan untuk membiasakan seluruh ekosistem sekolah dengan budaya literasi digital sejak dini.

    Inisiatif penggunaan barcode kartu pelajar ini digagas oleh Bapak Galih Hafidz Pamungkas, yang kemudian dikembangkan melalui kolaborasi erat dengan Wakil Kepala Madrasah Bidang Kesiswaan, Bapak Faisal Chabib. Menurut Faisal Chabib “Sinergi antara ide kreatif dan dukungan kebijakan kesiswaan ini menjadi kunci utama keberhasilan transisi sistem absensi tersebut, demi mewujudkan lingkungan madrasah yang lebih melek teknologi”.

    Melalui uji coba ini, MTs Negeri 7 Bantul membuktikan komitmennya sebagai lembaga pendidikan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi informasi. Jika masa uji coba ini menunjukkan hasil yang positif, sistem absensi barcode diproyeksikan akan menjadi standar tetap di madrasah. Transformasi ini tidak hanya memudahkan guru dalam pelaporan kehadiran, tetapi juga memberikan kepastian bagi orang tua dalam memantau keberadaan anak-anak mereka di sekolah.(DWS)

    Tidak ada komentar

    Post Top Ad

    ad728

    Post Bottom Ad

    ad728