Murid MTsN 7 Bantul Antusias Ikuti Lomba Lukis Plan Indonesia
Bantul (MTsN 7 Bantul) — Murid kelas IX D MTsN 7 Bantul, Aidha Herlina Putri, menunjukkan semangat dan kreativitasnya dalam mengikuti lomba melukis yang diselenggarakan oleh Plan Indonesia. Lomba ini merupakan bagian dari kampanye Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) yang diikuti oleh 27 Sekolah Menengah Pertama di Kabupaten Bantul.
Aidha
mempresentasikan karya lukis berjudul “Kenali Risiko Bencana Alam, Jagalah
Alam” melalui video berdurasi 3–5 menit. Proses pembuatan video presentasi
dilakukan di perpustakaan MTsN 7 Bantul dengan suasana yang kondusif dan penuh
kesungguhan, pada Selasa, 3 Maret 2026 pukul 14.00 WIB.
Lukisan
berukuran 120 x 60 cm tersebut dibuat menggunakan media kanvas, cat akrilik,
dan kuas. Dalam karyanya, Aidha menggambarkan hubungan erat antara manusia dan
alam. Pada bagian utama lukisan, terlihat suasana banjir dengan masjid yang
terendam, air meluap, serta masyarakat yang berusaha menyelamatkan diri.
Warna-warna gelap dan arus air yang deras melambangkan bahaya dan kepanikan
saat bencana datang tanpa kesiapan.
“Pada
bagian pertama, saya menampilkan suasana banjir: masjid terendam, air meluap,
dan masyarakat yang berusaha menyelamatkan diri. Warna gelap dan arus deras
melambangkan bahaya dan kepanikan saat bencana datang tanpa kesiapan,” jelas
Aidha saat mempresentasikan karyanya.
Ia
juga menegaskan bahwa banjir tidak semata-mata terjadi karena faktor alam,
tetapi sering kali akibat ulah manusia sendiri. Penebangan liar yang
menghilangkan fungsi resapan air, kebiasaan membuang sampah sembarangan yang
menyumbat saluran air, serta alih fungsi lahan menjadi faktor yang memperbesar
risiko banjir.
“Makna
dari judul ‘Kenali Risiko Bencana Alam, Jagalah Alam’ adalah kita harus
memahami penyebab dan dampak bencana agar bisa mencegahnya sejak dini. Jika
kita merusak alam, maka bencana bisa datang. Tetapi jika kita menjaganya, alam
akan memberikan keseimbangan,” ungkapnya.
Lebih
lanjut, Aidha menyampaikan pesan bahwa kesiapsiagaan tidak hanya dilakukan saat
bencana terjadi, melainkan dimulai dari sikap sehari-hari, seperti tidak
membuang sampah sembarangan, mengurangi penggunaan plastik, menanam dan merawat
pohon, menjaga kebersihan sungai, serta tidak merusak hutan dan lingkungan.
Guru
Seni Budaya MTsN 7 Bantul sekaligus pembimbing lomba, Apriliya Nur Muti’ah,
turut memberikan apresiasi atas semangat dan kerja keras siswinya.
“Kami berharap Aidha dapat memberikan hasil terbaik dan lolos ke tahap enam besar, yang terpenting, melalui kegiatan ini siswa belajar peduli, berpikir kritis, dan mampu menyuarakan pesan kesiapsiagaan bencana melalui karya seni,” tuturnya.
Dari
27 sekolah yang berpartisipasi, nantinya akan dipilih enam karya terbaik untuk
dipresentasikan secara offline. Keikutsertaan MTsN 7 Bantul dalam ajang
ini menjadi wujud komitmen madrasah dalam mendukung pendidikan karakter,
kepedulian lingkungan, dan kesiapsiagaan bencana melalui media seni.
Melalui karya
tersebut, Aidha mengingatkan bahwa sebagai manusia, kita memiliki tanggung
jawab untuk merawat bumi. Jika alam dijaga, maka alam pun akan menjaga kita.(muti_Art)




Tidak ada komentar
Posting Komentar