Header Ads

ad728
  • Breaking News

    Murid MTsN 7 Bantul Antusias Ikuti Lomba Lukis Plan Indonesia

    Bantul (MTsN 7 Bantul) — Murid kelas IX D MTsN 7 Bantul, Aidha Herlina Putri, menunjukkan semangat dan kreativitasnya dalam mengikuti lomba melukis yang diselenggarakan oleh Plan Indonesia. Lomba ini merupakan bagian dari kampanye Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) yang diikuti oleh 27 Sekolah Menengah Pertama di Kabupaten Bantul.



    Aidha mempresentasikan karya lukis berjudul “Kenali Risiko Bencana Alam, Jagalah Alam” melalui video berdurasi 3–5 menit. Proses pembuatan video presentasi dilakukan di perpustakaan MTsN 7 Bantul dengan suasana yang kondusif dan penuh kesungguhan, pada Selasa, 3 Maret 2026 pukul 14.00 WIB.

    Lukisan berukuran 120 x 60 cm tersebut dibuat menggunakan media kanvas, cat akrilik, dan kuas. Dalam karyanya, Aidha menggambarkan hubungan erat antara manusia dan alam. Pada bagian utama lukisan, terlihat suasana banjir dengan masjid yang terendam, air meluap, serta masyarakat yang berusaha menyelamatkan diri. Warna-warna gelap dan arus air yang deras melambangkan bahaya dan kepanikan saat bencana datang tanpa kesiapan.

    “Pada bagian pertama, saya menampilkan suasana banjir: masjid terendam, air meluap, dan masyarakat yang berusaha menyelamatkan diri. Warna gelap dan arus deras melambangkan bahaya dan kepanikan saat bencana datang tanpa kesiapan,” jelas Aidha saat mempresentasikan karyanya.

    Ia juga menegaskan bahwa banjir tidak semata-mata terjadi karena faktor alam, tetapi sering kali akibat ulah manusia sendiri. Penebangan liar yang menghilangkan fungsi resapan air, kebiasaan membuang sampah sembarangan yang menyumbat saluran air, serta alih fungsi lahan menjadi faktor yang memperbesar risiko banjir.

    “Makna dari judul ‘Kenali Risiko Bencana Alam, Jagalah Alam’ adalah kita harus memahami penyebab dan dampak bencana agar bisa mencegahnya sejak dini. Jika kita merusak alam, maka bencana bisa datang. Tetapi jika kita menjaganya, alam akan memberikan keseimbangan,” ungkapnya.

    Lebih lanjut, Aidha menyampaikan pesan bahwa kesiapsiagaan tidak hanya dilakukan saat bencana terjadi, melainkan dimulai dari sikap sehari-hari, seperti tidak membuang sampah sembarangan, mengurangi penggunaan plastik, menanam dan merawat pohon, menjaga kebersihan sungai, serta tidak merusak hutan dan lingkungan.

    Guru Seni Budaya MTsN 7 Bantul sekaligus pembimbing lomba, Apriliya Nur Muti’ah, turut memberikan apresiasi atas semangat dan kerja keras siswinya.

    “Kami berharap Aidha dapat memberikan hasil terbaik dan lolos ke tahap enam besar, yang terpenting, melalui kegiatan ini siswa belajar peduli, berpikir kritis, dan mampu menyuarakan pesan kesiapsiagaan bencana melalui karya seni,” tuturnya.



    Dari 27 sekolah yang berpartisipasi, nantinya akan dipilih enam karya terbaik untuk dipresentasikan secara offline. Keikutsertaan MTsN 7 Bantul dalam ajang ini menjadi wujud komitmen madrasah dalam mendukung pendidikan karakter, kepedulian lingkungan, dan kesiapsiagaan bencana melalui media seni.

    Melalui karya tersebut, Aidha mengingatkan bahwa sebagai manusia, kita memiliki tanggung jawab untuk merawat bumi. Jika alam dijaga, maka alam pun akan menjaga kita.(muti_Art)

    Tidak ada komentar

    Post Top Ad

    ad728

    Post Bottom Ad

    ad728