Turut Bela Sungkawa, Guru MTsN 7 Bantul Hadiri Pemakaman Ibunda Rekan Sejawat
Bantul (MTsN 7 Bantul) — Guru MTsN 7 Bantul, Sri Wiharsih, menghadiri prosesi pemakaman almarhumah Hj Maria Supartoyo pada Kamis (26/3/2026) pukul 10.00 WIB di Pemakaman Bantulkarang, Ringinharjo, Bantul. Kehadiran tersebut merupakan wujud bela sungkawa sekaligus penghormatan terakhir kepada almarhumah yang merupakan ibunda dari Dian Windiani Siwi, guru olahraga MTsN 7 Bantul.
Almarhumah Hj Maria Supartoyo binti Tan
Tik Tjay meninggal dunia pada Rabu (25/3/2026) pukul 14.40 WIB di RS Bethesda
Yogyakarta. Jenazah kemudian disemayamkan di rumah duka yang beralamat di Jalan
Letjen Suprapto nomor 23, Ngampilan, Yogyakarta, sebelum dimakamkan keesokan
harinya di Bantul.
Kehadiran Sri Wiharsih sebagai rekan
guru dari MTsN 7 Bantul bertujuan untuk memberikan dukungan moril kepada
keluarga yang ditinggalkan, khususnya kepada Dian Windiani Siwi yang merupakan
bagian dari keluarga besar madrasah. Selain itu, kehadiran tersebut juga
menjadi bentuk solidaritas dan empati antar sesama tenaga pendidik dalam
menghadapi musibah.
“Kami datang sebagai bentuk kepedulian
dan rasa duka cita yang mendalam atas wafatnya ibunda Bu Dian. Semoga
almarhumah mendapatkan diampuni dan khusnul khotimah serta diberi tempat
terbaik di sisi Allah SWT, serta keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan
dan kekuatan,” ujar Sri Wiharsih saat ditemui di lokasi pemakaman.
Prosesi pemakaman berlangsung dengan
khidmat dan dihadiri oleh keluarga besar almarhumah, kerabat, tetangga, serta
rekan kerja dari berbagai instansi, termasuk para guru MTsN 7 Bantul. Suasana
haru menyelimuti jalannya pemakaman saat doa-doa dipanjatkan untuk almarhumah.
Pihak keluarga menyampaikan terima kasih
atas kehadiran para pelayat yang telah meluangkan waktu untuk memberikan
penghormatan terakhir kepada almarhumah. Kehadiran tersebut dinilai sangat
berarti dalam memberikan kekuatan dan dukungan di tengah suasana duka.
Dengan demikian, kehadiran guru MTsN 7 Bantul dalam prosesi pemakaman almarhumah Hj Maria Supartoyo tidak hanya menjadi bentuk penghormatan terakhir, tetapi juga memperkuat ikatan kekeluargaan yang telah terjalin selama ini di lingkungan madrasah.(SW)



Tidak ada komentar
Posting Komentar