Belajar Pengendalian Diri, Siswa MTsN 7 Bantul Bedah Makna Pupuh Pangkur Karya Mangkunegara IV
Bantul (MTsN 7 Bantul) - Siswa kelas VIII MTs N 7 Bantul antusias mengikuti pelajaran Bahasa Jawa pada Rabu, 1 April 2026. Dalam pertemuan kali ini, para siswa mendalami materi sastra tradisional melalui praktik "nembang" Macapat Pangkur. Di bawah bimbingan guru mata pelajaran, Yaniasti Putri Prabandari, para siswa belajar melantunkan tembang dengan memperhatikan titi laras yang tepat. Fokus utama pembelajaran ini adalah mengkaji bait-bait tembang Pangkur yang bersumber dari Serat Wedhatama, sebuah mahakarya sastra klasik karya KGPAA Mangkunegara IV yang sarat akan nilai filosofis.
Kegiatan
tidak hanya berhenti pada olah vokal, namun berlanjut pada sesi bedah makna
untuk menggali pesan moral dalam Pupuh Pangkur. Guru menjelaskan bahwa materi
ini bertujuan mengajarkan pengendalian hawa nafsu, olah spiritual, serta
penanaman budi pekerti luhur demi mencapai kesempurnaan hidup. Melalui
pendekatan ini, siswa diajak untuk tidak hanya sekadar menghafal lirik, tetapi
juga meresapi ajaran tentang karakter manusia yang bijaksana. Ibu Yaniasti
menekankan bahwa memahami isi Serat Wedhatama adalah langkah krusial dalam
membentuk jati diri siswa di tengah arus modernisasi.
Lebih lanjut, guru Bahasa Jawa tersebut menjelaskan bahwa Pupuh Pangkur memiliki watak yang gagah, tegas, dan bersungguh-sungguh. Karakteristik inilah yang membuat tembang tersebut sangat cocok untuk menyampaikan ajaran yang bernada nasihat keras atau pelajaran moral yang serius. Manfaat dari pembelajaran ini adalah agar siswa mampu menginternalisasi sikap tegas dalam kebaikan dan memiliki kemantapan hati dalam bertindak. Dengan mempelajari warisan leluhur ini, MTs N 7 Bantul berharap para siswa dapat tumbuh menjadi pribadi yang beradab, disiplin, dan memiliki kecintaan mendalam terhadap budaya Jawa.(putri)



Tidak ada komentar
Posting Komentar