Guru IPA MTsN 7 Bantul Ikuti Penguatan Kompetensi Profesional melalui Syawalan dan Berbagi Praktik Pembelajaran
Bantul (MTsN 7 Bantul) — Guru IPA MTsN 7 Bantul mengikuti kegiatan “Penguatan Kompetensi Profesional Guru IPA melalui Kegiatan Syawalan dan Berbagi Praktik Pembelajaran” yang dilaksanakan pada Rabu (15/04/2026) pukul 12.30–15.00 WIB di Puncak Bibis, jalan Daniswara Bibis, Bangunjiwo, Kasihan, Bantul. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi profesional guru IPA, khususnya dalam praktik pembelajaran yang ramah anak.
Kegiatan menghadirkan narasumber H. Saebani, yang menyampaikan penguatan
nilai-nilai pembelajaran melalui tiga gerakan utama, yaitu gerakan Ketuhanan, Kemanusiaan,
dan Pelestarian Budaya. “Guru tidak hanya menyampaikan materi, tetapi juga
menanamkan nilai ketuhanan, kemanusiaan, dan budaya agar peserta didik memiliki
karakter yang utuh,” ujarnya.
Dalam pemaparannya, Saebani menjelaskan bahwa gerakan ketuhanan berlandaskan QS. Al-Baqarah ayat 208 yang mengajak pendidik membimbing siswa agar memiliki landasan keimanan yang kuat dalam kehidupan sehari-hari. Selanjutnya, gerakan kemanusiaan mengacu pada QS. Al-Hujurat ayat 3 melalui penerapan nilai 5T, yaitu ta’aruf (saling mengenal), tafahum (saling memahami), ta’awun (saling menolong), takaful (saling menanggung), dan tausiah (saling menasihati). Selain itu, ia juga menekankan pentingnya pelestarian budaya Jawa melalui unggah-ungguh sebagai bagian dari pembentukan karakter santun peserta didik.
Selain penguatan kompetensi, kegiatan juga diisi dengan ikrar syawalan
sebagai bentuk mempererat silaturahmi antar anggota MGMP. Pada kesempatan
tersebut turut dilaksanakan pamitan ibadah haji oleh Eko Heriawan dan Chomsah,
serta pamitan purna tugas oleh H. Zaelani yang menyampaikan harapan agar
komunikasi dan kerja sama antara MGMP IPA MTs tetap terjalin, termasuk dengan
lembaga pendidikan anak berkebutuhan khusus yang telah dirintisnya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan guru IPA MTsN 7 Bantul semakin meningkat kompetensi profesionalnya serta mampu mengimplementasikan pembelajaran yang tidak hanya berorientasi akademik, tetapi juga berlandaskan nilai-nilai karakter dan budaya dalam mendukung terwujudnya pendidikan yang ramah anak (Ida)




Tidak ada komentar
Posting Komentar