Ikuti Perkembangan Zaman, Guru Pendidikan Pancasila MTsN 7 Bantul Mengikuti Pelatihan Workshop Pembelajaran Berbasis Digital
Bantul (MTsN 7 Bantul) – Dalam rangka meningkatkan kompetensi dan mengikuti perkembangan teknologi pendidikan, Guru Pendidikan Pancasila dari MTsN 7 Bantul mengikuti kegiatan Workshop Pembelajaran Berbasis Digital. Workshop ini diselenggarakan sebagai upaya meningkatkan kemampuan guru dalam memanfaatkan teknologi digital untuk menunjang proses pembelajaran di kelas. Di era transformasi digital saat ini, guru dituntut untuk mampu beradaptasi dengan berbagai platform dan aplikasi pembelajaran agar materi dapat disampaikan secara lebih menarik, efektif, dan relevan dengan kebutuhan peserta didik.
Workshop Pembelajaran Berbasis Digital
ini berfokus pada pemanfaatan teknologi, khususnya dalam pembuatan media
presentasi dan penggunaan Artificial Intelligence (AI) secara bijak
dalam penyusunan bahan ajar. Para peserta mendapatkan pelatihan langsung
mengenai cara membuat media pembelajaran yang kreatif dan interaktif
menggunakan aplikasi desain digital.
Selain itu, peserta juga diberikan
pemahaman tentang etika dan batasan penggunaan AI dalam dunia pendidikan. Hal
ini penting agar guru tidak hanya mengandalkan teknologi, tetapi tetap menjaga
kualitas dan keakuratan materi ajar. Kegiatan ini dihadiri oleh para guru dari
berbagai madrasah, termasuk Guru Pendidikan Pancasila MTsN 7 Bantul. Hadir pula
para pengawas yang memberikan arahan dan penguatan, di antaranya Bapak
Miftakhul Bakhri, Bapak Suhadi, dan Ibu Ening Soleh Astuti.
Dalam workshop tersebut, Ibu Ening Soleh
Astuti bertindak sebagai pemateri pertama. Beliau menyampaikan materi tentang
cara membuat presentasi menggunakan platform desain digital Canva. Dalam
pemaparannya, beliau menekankan pentingnya menulis perintah atau prompt
secara jelas dan spesifik agar hasil desain yang dihasilkan sesuai dengan
kebutuhan pembelajaran.
“Ketika kita menggunakan teknologi
digital, terutama yang berbasis AI, kita harus mampu menyusun perintah dengan
tepat. Semakin jelas prompt yang kita tuliskan, semakin sesuai pula
hasil yang akan kita peroleh,” jelasnya di hadapan para peserta. Pemateri
kedua, Bapak Suhadi, memberikan penegasan terkait penggunaan Artificial
Intelligence (AI) dalam penyusunan materi ajar. Menurut beliau, AI memang dapat
membantu guru dalam menyusun bahan pembelajaran, tetapi penggunaannya harus
tetap disertai proses verifikasi dan penyesuaian.
“Seorang guru harus mengonfirmasi kembali materi yang dibuat dengan bantuan AI. Apakah sudah sesuai dengan kurikulum dan bahan ajar yang akan disampaikan kepada murid? Jangan sepenuhnya memakai bantuan AI tanpa mengecek ulang,” tegasnya.
Workshop ini dilaksanakan di MTsN 9
Bantul pada Senin, 27 April 2026, dan dimulai pukul 13.00 WIB. Kegiatan
berlangsung dengan suasana interaktif, di mana para peserta tidak hanya
mendengarkan materi, tetapi juga langsung mempraktikkan pembuatan media
pembelajaran berbasis digital.
Pada sesi berikutnya, peserta diajak
berdiskusi mengenai pengalaman menggunakan AI dalam menyusun perangkat ajar.
Narasumber memberikan contoh bagaimana AI dapat membantu menyusun rangkuman
materi, membuat soal latihan, maupun menyusun kerangka presentasi. Namun,
ditegaskan kembali bahwa peran guru tetap utama dalam menyaring dan
menyesuaikan konten agar sesuai dengan karakteristik peserta didik.
Bagi Guru Pendidikan Pancasila MTsN 7 Bantul, kegiatan ini menjadi bekal berharga untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di kelas. Dengan memanfaatkan teknologi secara bijak dan terarah, diharapkan proses pembelajaran menjadi lebih inovatif, menarik, dan tetap berorientasi pada tujuan pendidikan. Melalui keikutsertaan dalam workshop ini, Guru Pendidikan Pancasila MTsN 7 Bantul menunjukkan komitmen untuk terus belajar dan beradaptasi dengan perkembangan zaman. Transformasi digital bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan yang harus direspons dengan kesiapan dan tanggung jawab profesional sebagai pendidik.(ery)




Tidak ada komentar
Posting Komentar