Header Ads

ad728
  • Breaking News

    Ikuti Perkembangan Zaman, Guru Pendidikan Pancasila MTsN 7 Bantul Mengikuti Pelatihan Workshop Pembelajaran Berbasis Digital

    Bantul (MTsN 7 Bantul) – Dalam rangka meningkatkan kompetensi dan mengikuti perkembangan teknologi pendidikan, Guru Pendidikan Pancasila dari MTsN 7 Bantul mengikuti kegiatan Workshop Pembelajaran Berbasis Digital. Workshop ini diselenggarakan sebagai upaya meningkatkan kemampuan guru dalam memanfaatkan teknologi digital untuk menunjang proses pembelajaran di kelas. Di era transformasi digital saat ini, guru dituntut untuk mampu beradaptasi dengan berbagai platform dan aplikasi pembelajaran agar materi dapat disampaikan secara lebih menarik, efektif, dan relevan dengan kebutuhan peserta didik.



    Workshop Pembelajaran Berbasis Digital ini berfokus pada pemanfaatan teknologi, khususnya dalam pembuatan media presentasi dan penggunaan Artificial Intelligence (AI) secara bijak dalam penyusunan bahan ajar. Para peserta mendapatkan pelatihan langsung mengenai cara membuat media pembelajaran yang kreatif dan interaktif menggunakan aplikasi desain digital.

    Selain itu, peserta juga diberikan pemahaman tentang etika dan batasan penggunaan AI dalam dunia pendidikan. Hal ini penting agar guru tidak hanya mengandalkan teknologi, tetapi tetap menjaga kualitas dan keakuratan materi ajar. Kegiatan ini dihadiri oleh para guru dari berbagai madrasah, termasuk Guru Pendidikan Pancasila MTsN 7 Bantul. Hadir pula para pengawas yang memberikan arahan dan penguatan, di antaranya Bapak Miftakhul Bakhri, Bapak Suhadi, dan Ibu Ening Soleh Astuti.

    Dalam workshop tersebut, Ibu Ening Soleh Astuti bertindak sebagai pemateri pertama. Beliau menyampaikan materi tentang cara membuat presentasi menggunakan platform desain digital Canva. Dalam pemaparannya, beliau menekankan pentingnya menulis perintah atau prompt secara jelas dan spesifik agar hasil desain yang dihasilkan sesuai dengan kebutuhan pembelajaran.

    “Ketika kita menggunakan teknologi digital, terutama yang berbasis AI, kita harus mampu menyusun perintah dengan tepat. Semakin jelas prompt yang kita tuliskan, semakin sesuai pula hasil yang akan kita peroleh,” jelasnya di hadapan para peserta. Pemateri kedua, Bapak Suhadi, memberikan penegasan terkait penggunaan Artificial Intelligence (AI) dalam penyusunan materi ajar. Menurut beliau, AI memang dapat membantu guru dalam menyusun bahan pembelajaran, tetapi penggunaannya harus tetap disertai proses verifikasi dan penyesuaian.

    “Seorang guru harus mengonfirmasi kembali materi yang dibuat dengan bantuan AI. Apakah sudah sesuai dengan kurikulum dan bahan ajar yang akan disampaikan kepada murid? Jangan sepenuhnya memakai bantuan AI tanpa mengecek ulang,” tegasnya.



    Workshop ini dilaksanakan di MTsN 9 Bantul pada Senin, 27 April 2026, dan dimulai pukul 13.00 WIB. Kegiatan berlangsung dengan suasana interaktif, di mana para peserta tidak hanya mendengarkan materi, tetapi juga langsung mempraktikkan pembuatan media pembelajaran berbasis digital.

    Acara diawali dengan sambutan dari pihak penyelenggara yang menekankan pentingnya transformasi digital dalam dunia pendidikan. Selanjutnya, sesi materi dimulai dengan praktik membuat presentasi menggunakan Canva. Para guru diminta mencoba menyusun slide pembelajaran yang menarik dengan memanfaatkan template, elemen grafis, dan fitur AI yang tersedia.

    Pada sesi berikutnya, peserta diajak berdiskusi mengenai pengalaman menggunakan AI dalam menyusun perangkat ajar. Narasumber memberikan contoh bagaimana AI dapat membantu menyusun rangkuman materi, membuat soal latihan, maupun menyusun kerangka presentasi. Namun, ditegaskan kembali bahwa peran guru tetap utama dalam menyaring dan menyesuaikan konten agar sesuai dengan karakteristik peserta didik.

    Bagi Guru Pendidikan Pancasila MTsN 7 Bantul, kegiatan ini menjadi bekal berharga untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di kelas. Dengan memanfaatkan teknologi secara bijak dan terarah, diharapkan proses pembelajaran menjadi lebih inovatif, menarik, dan tetap berorientasi pada tujuan pendidikan. Melalui keikutsertaan dalam workshop ini, Guru Pendidikan Pancasila MTsN 7 Bantul menunjukkan komitmen untuk terus belajar dan beradaptasi dengan perkembangan zaman. Transformasi digital bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan yang harus direspons dengan kesiapan dan tanggung jawab profesional sebagai pendidik.(ery)

    Tidak ada komentar

    Post Top Ad

    ad728

    Post Bottom Ad

    ad728