Kegiatan Outbound Hari Ke-3 Kemah Penggalang MTs Negeri 7 Bantul: Puncak Semangat dan Kekompakan Sebelum Penutupan
Sleman (MTsN 7 Bantul) – Suasana Sabtu (18/04) pagi di lokasi perkemahan penggalang MTs Negeri 7 Bantul tampak berbeda dari hari-hari sebelumnya. Udara segar menyelimuti area hutan kecil yang menjadi arena utama kegiatan outbound hari ketiga rangkaian terakhir sebelum upacara penutupan resmi digelar siang harinya. Para siswa kelas VII, dengan seragam pramuka lengkap dan wajah penuh semangat, berkumpul di sekitar kolam air dangkal yang telah disulap menjadi arena tantangan fisik dan mental. Kegiatan ini dirancang bukan hanya untuk menguji ketahanan tubuh, tetapi juga memperkuat nilai-nilai kerja sama, kepemimpinan, dan kepercayaan diri dalam tim.
Arena
outbound kali ini menghadirkan berbagai pos tantangan menarik, seperti
menyeberangi sungai buatan menggunakan ban bekas yang digantung, berjalan di
atas bambu seimbang, hingga merayap di bawah tali rendah sambil membawa beban
kelompok. Beberapa siswa terlihat basah kuyup setelah jatuh ke air, namun tawa
dan sorak sorai justru semakin membahana. “Aku takut awalnya, tapi teman-teman
bantu tarik, jadi aku berani,” ujar Revan, salah satu peserta dari regu
scorpio. Suasana kekeluargaan dan saling mendukung terasa begitu kental di
antara para peserta, bahkan antar-regu pun saling memberi semangat tanpa ada
rasa persaingan negatif.
Para
pembina dan panitia lapangan tampak sigap memantau setiap aktivitas, memastikan
keamanan tetap menjadi prioritas utama. Di sisi lain, tim P3K siaga di pinggir
arena, siap memberikan pertolongan pertama jika terjadi lecet, terkilir, atau
kelelahan ekstrem. “Kami sudah siapkan obat-obatan lengkap dan koordinasi
dengan Puskesmas terdekat sudah dilakukan sejak awal,” jelas Ibu Dian,
koordinator kesehatan kemah. Keberadaan fasilitas kesehatan yang dekat menjadi
faktor penting yang membuat kegiatan berlangsung lancar tanpa hambatan berarti.
Kegiatan
outbound hari ketiga ini juga menjadi momen refleksi bagi para siswa. Setelah
dua hari sebelumnya diisi dengan materi kepramukaan, baris-berbaris, dan api
unggun, hari ini mereka diajak untuk menerapkan semua nilai tersebut dalam
bentuk aksi nyata. “Outbound ini bukan sekadar main-main, tapi latihan hidup
bersama, menyelesaikan masalah bareng-bareng, dan belajar percaya pada teman,”
kata Kak David, pembina utama kemah. Banyak siswa mengaku merasa lebih dekat
dengan teman sekelasnya, bahkan yang sebelumnya kurang akrab, kini bisa bekerja
sama dengan baik.
Sebelum
menuju upacara penutupan siang harinya, seluruh peserta dikumpulkan untuk sesi
apresiasi dan pembagian sertifikat partisipasi. Kepala MTs Negeri 7 Bantul,
Hidayat, menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat,
termasuk orang tua, guru, dan mitra eksternal seperti Puskesmas dan perangkat
desa setempat. “Kemah ini bukan akhir, tapi awal dari pembentukan karakter
unggul. Jadikan pengalaman ini sebagai bekal untuk menghadapi tantangan di
sekolah dan masyarakat,” pesannya. Dengan hati penuh kenangan dan tubuh lelah
namun bahagia, para siswa bersiap meninggalkan lokasi kemah, membawa pulang
bukan hanya cerita, tapi juga pelajaran hidup yang tak ternilai harganya. (DWS)



Tidak ada komentar
Posting Komentar