MGMP PJOK MTs se-Kabupaten Bantul Gelar Pertemuan Rutin untuk Tingkatkan Kualitas Pembelajaran
Bantul (MTsN 7 Bantul) – Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) jenjang Madrasah Tsanawiyah (MTs) se-Kabupaten Bantul menggelar pertemuan rutin pada Senin (27/4). Kegiatan yang diadakan di MTs Negeri 8 Bantul ini berlangsung dari pukul 12.00 hingga 15.00 WIB dan diikuti oleh para guru PJOK yang ditugaskan oleh kepala madrasah masing-masing. Pertemuan ini menjadi wadah strategis bagi para pendidik untuk berdiskusi, berbagi praktik baik, serta menyelaraskan langkah dalam meningkatkan kualitas pembelajaran PJOK di wilayah Bantul.
Kegiatan
MGMP kali ini diselenggarakan atas inisiatif dari koordinator MGMP PJOK
Kabupaten Bantul, Dian Windiani Siwi. Dalam undangannya yang bernomor
026/MGMP.MTs.Btl/PJOK/04/2026, panitia menekankan pentingnya kehadiran para
guru sebagai upaya memperkuat sinergi dan kolaborasi profesional. Fokus utama
pertemuan adalah pembinaan dari koordinator mapel PJOK, Bapak Imam Samroni, membahas
isu-isu aktual dalam pembelajaran PJOK, termasuk evaluasi pelaksanaan Kurikulum
Berbasis Cinta (KBC), penyusunan materi ajar yang inovatif, serta penanganan
tantangan di lapangan seperti keterbatasan sarana prasarana olahraga di
beberapa madrasah.
Pertemuan
rutin MGMP ini memiliki peran vital dalam ekosistem pendidikan madrasah. Selain
menjadi forum silaturahmi, kegiatan ini juga berfungsi sebagai sarana
peningkatan kompetensi guru melalui diskusi kolegial. Dengan berkumpul secara
periodik, para guru PJOK diharapkan dapat saling menginspirasi, menyamakan
persepsi tentang standar kompetensi lulusan, dan merancang program kegiatan
siswa yang tidak hanya menyehatkan jasmani, tetapi juga membangun karakter
sesuai nilai-nilai Islam dan ke-Indonesiaan.
Keberlangsungan MGMP PJOK MTs se-Kabupaten Bantul mencerminkan komitmen bersama antara Kantor Kementerian Agama Bantul dan para pendidik dalam mewujudkan pendidikan yang holistik. Melalui forum ini, diharapkan lahir inovasi-inovasi pembelajaran yang menjadikan PJOK bukan sekadar mata pelajaran pelengkap, melainkan pilar penting dalam membentuk generasi muda yang sehat, tangguh, dan berakhlak mulia. Ke depan, kolaborasi semacam ini diharapkan terus diperkuat guna mendukung visi pendidikan madrasah yang unggul dan berdaya saing.(DWS)



Tidak ada komentar
Posting Komentar