Perkuat Budaya Literasi, MTs Negeri 7 Bantul Ikuti Workshop Kanwil Kemenag DIY
Kulon Progo (MTsN 7 Bantul) – Kepala Perpustakaan MTs Negeri 7 Bantul, Riza Alfian, mengikuti kegiatan Workshop Literasi yang diselenggarakan oleh Kantor Wilayah Kementerian Agama Daerah Istimewa Yogyakarta pada Kamis (23/04).
Kehadiran
Riza Alfian dalam kegiatan ini merupakan bagian dari representasi Kabupaten
Bantul dalam forum literasi tingkat Daerah Istimewa Yogyakarta. Workshop ini
diikuti oleh delegasi dari berbagai kabupaten dan kota di bawah naungan Kantor
Wilayah Kementerian Agama Daerah Istimewa Yogyakarta, menjadikannya sebagai
ruang kolaborasi strategis dalam menguatkan budaya literasi madrasah yang
berdaya saing dan berorientasi global.
Kegiatan
yang dimulai pukul 08.00 WIB ini berlangsung di Aula MAN 2 Kulon Progo dan
dihadiri oleh berbagai unsur pimpinan serta insan pendidikan madrasah se-Daerah
Istimewa Yogyakarta, di antaranya Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama DIY,
Kepala Bagian Tata Usaha, Kepala Bidang Pendidikan Madrasah, Kepala Kantor
Kementerian Agama Kabupaten Kulon Progo, para Kepala Madrasah, pengawas, serta
peserta workshop.
Kegiatan
diawali dengan pembukaan, menyanyikan lagu Indonesia Raya, pembacaan ayat suci
Al-Qur’an, serta sambutan dari Ketua Panitia, Edi Purwanto. Dalam sambutannya,
panitia menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung
terselenggaranya kegiatan workshop literasi ini.
“Kami
mengucapkan terima kasih kepada Kanwil Kemenag DIY serta MAN 2 Kulon Progo yang
telah memfasilitasi kegiatan ini. Kami berharap kegiatan literasi ini dapat
menjadi penggerak semangat membaca dan menulis sebagai bagian dari pembangunan
madrasah di Daerah Istimewa Yogyakarta,” ujarnya.
Selanjutnya,
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kulon Progo, Wahib Jamil, dalam
sambutannya menyampaikan ucapan selamat datang kepada seluruh peserta.
“Selamat
datang di MAN 2 Kulon Progo. Semoga kegiatan ini dapat memberikan kontribusi
nyata bagi pengembangan literasi di dunia pendidikan, khususnya di Daerah
Istimewa Yogyakarta. Dari Yogyakarta untuk dunia, menjadi harapan bersama,”
ungkapnya.
Sementara
itu, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Daerah Istimewa Yogyakarta, Ahmad
Bahiej, secara resmi membuka kegiatan workshop sekaligus melaunching buku
berjudul Aksara Cinta Ramadan.
Dalam
arahannya, ia memberikan apresiasi tinggi terhadap geliat literasi di
lingkungan Kementerian Agama DIY.
“Saya
mengapresiasi seluruh ASN yang terus berinovasi dalam bidang literasi. Budaya
menulis harus terus dikembangkan, karena tulisan dapat menjadi warisan yang
abadi dan dapat dibaca lintas generasi. Mari kita tinggalkan karya melalui
tulisan sebagai bentuk kontribusi nyata,” tuturnya.
Ia
juga menekankan pentingnya digitalisasi karya agar dapat diakses lebih luas
oleh masyarakat.
“Dengan
digitalisasi, karya-karya Bapak Ibu dapat dikenal secara luas, bahkan hingga
tingkat global. Ini menjadi bagian dari penguatan literasi yang inklusif dan
berkelanjutan,” tambahnya.
Pada
kesempatan yang sama, Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag DIY,
Sidik Pramono, menegaskan bahwa tingkat literasi menjadi salah satu kunci dalam
mewujudkan madrasah yang maju dan mendunia.
“Tingkat literasi sangat menentukan kualitas madrasah. Melalui workshop ini, kami berharap literasi para pendidik semakin meningkat dan mampu mendukung tagline Madrasah Maju, Bermutu, Mendunia,” ungkapnya.
Kegiatan
workshop dilanjutkan dengan sesi pelatihan yang terbagi dalam beberapa materi,
di antaranya Workshop Menulis Puisi oleh Nur Hidayati serta Workshop Menulis
Kultum oleh Sutanto. Dalam sesi ini, peserta dibekali teknik dasar hingga
praktik menulis yang aplikatif.
Melalui
kegiatan ini, diharapkan para peserta, termasuk MTs Negeri 7 Bantul, dapat
semakin menguatkan budaya literasi di lingkungan madrasah serta melahirkan
karya-karya yang inspiratif dan berdaya saing.(riza)




Tidak ada komentar
Posting Komentar