Header Ads

ad728
  • Breaking News

    Akselerasi Digitalisasi, Guru MTsN 7 Bantul Ikuti Bimtek Pemanfaatan Media Digital dan IFP untuk Pembelajaran Mendalam

    Bantul (MTsN 7 Bantul) – Dalam rangka mempercepat transformasi digital di lingkungan madrasah, perwakilan guru MTsN 7 Bantul turut serta dalam agenda Bimbingan Teknis (Bimtek) "Pemanfaatan Media Digital dan IFP dalam Pembelajaran Mendalam bagi Guru TK/RA, SD/MI, SMP/MTs". Kegiatan krusial ini dilaksanakan pada hari ini, Selasa (19/5/2026), bertempat di Aula SKB Bantul.



    Agenda ini dirancang khusus untuk membekali para pendidik mutakhir dengan keterampilan mengoperasikan perangkat teknologi terbaru, termasuk Interactive Flat Panel (IFP) guna menciptakan ekosistem kelas yang interaktif, adaptif, dan berorientasi pada deep learning (pembelajaran mendalam).

    Acara yang berlangsung tertib ini menghadirkan narasumber dan praktisi ahli di bidang teknologi pendidikan, di antaranya Wisnu Wardaya, M.Pd. serta Oki Pambudi, S.Pd., M.Pd. yang memandu langsung simulasi integrasi media digital ke dalam modul ajar.

    Guru Bahasa Indonesia MTsN 7 Bantul, Siti Nurul Khusna, hadir sebagai salah satu peserta aktif dalam forum tersebut. Beliau berkesempatan mempraktikkan langsung sinkronisasi konten digital interaktif yang nantinya dapat diimplementasikan untuk mendongkrak minat literasi siswa di madrasah.

    Kepala MTsN 7 Bantul, Hidayat, menegaskan bahwa penguasaan teknologi seperti IFP dan media digital interaktif sudah menjadi kebutuhan mutlak bagi tenaga pendidik saat ini.

    "Kami mengirimkan perwakilan guru ke SKB Bantul hari ini dengan misi membawa pulang inovasi pembelajaran terbaik. Saya berharap hasil dari bimtek ini dapat segera ditularkan ke rekan-rekan sejawat di madrasah. Pemanfaatan media digital secara optimal akan memperkuat posisi MTsN 7 Bantul sebagai lembaga pendidikan yang siap menghadapi tantangan zaman dan senantiasa 'Nyata Berprestasi'," tutur Hidayat.

    Melalui keikutsertaan dalam bimtek ini, MTsN 7 Bantul berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas sarana prasarana serta kompetensi SDM secara simultan. Langkah taktis ini diharapkan mampu memicu lahirnya metode mengajar yang lebih segar, kreatif, dan berdampak langsung pada kedalaman pemahaman akademik siswa di kelas.(nrl)

    Tidak ada komentar

    Post Top Ad

    ad728

    Post Bottom Ad

    ad728