Bekali Guru dengan Mitigasi Bencana, 3 Guru MTsN 7 Bantul Ikuti Workshop MGMP IPS "Madrasah Tangguh Bencana"
Bantul (MTsN 7 Bantul) – Tingkatkan kompetensi dan kesiapsiagaan, tiga guru MTsN 7 Bantul berpartisipasi aktif dalam Workshop MGMP IPS MTs Kabupaten Bantul bertajuk "Madrasah Tangguh Bencana". Ketiga guru tersebut adalah Lanjariyah, Sri Hidayati, dan Yunia Nuraini. Kegiatan digelar di Omah Canting, Imogiri, Rabu, 6 Mei 2026, dan diikuti puluhan guru IPS se-Kabupaten Bantul.
Workshop
ini menghadirkan narasumber ahli kebencanaan, Prof. Dr. Eng. Ir. Wahyu Wilopo,
S.T., M.Eng., IPM. Dalam sesi materi, Prof. Wahyu mengupas tuntas tentang gempa
bumi: mulai dari proses terjadinya, jenis-jenis gempa berdasarkan penyebab dan
kedalamannya, hingga dampak fisik dan sosial yang ditimbulkan. Tidak hanya
teori, peserta juga dibekali strategi praktis mitigasi bencana yang bisa
diterapkan di lingkungan madrasah.
"Gempa
tidak bisa dicegah, tetapi risiko bisa dikurangi. Madrasah harus jadi garda
terdepan dalam edukasi kebencanaan karena di sinilah generasi muda
belajar," tegas Prof. Wahyu di hadapan peserta.
Kepala
MTsN 7 Bantul, Hidayat, menyambut positif keikutsertaan para guru. Menurutnya,
materi ini sangat relevan dengan pembelajaran IPS, khususnya pada topik
interaksi antar ruang dan dinamika lingkungan. "Setelah workshop, kami
harap Bu Lanjariyah, Bu Sri Hidayati, dan Bu Yunia bisa menularkan ilmu ini ke
siswa dan menyusun SOP kebencanaan di madrasah. Targetnya, MTsN 7 Bantul jadi
madrasah yang aman dan tangguh bencana," ujarnya.
Sri Hidayati, salah satu peserta, mengaku workshop ini membuka wawasan. "Penjelasan tentang mitigasi struktural dan non-struktural sangat aplikatif. Kami jadi tahu apa yang harus dilakukan sebelum, saat, dan setelah gempa. Materinya langsung bisa kami integrasikan ke kelas," katanya.




Tidak ada komentar
Posting Komentar