MTsN 7 Bantul Menerima Tamu dari Polda DIY, Perkuat Pencegahan Paham Radikal di Kalangan Pelajar
Bantul (MTsN 7 Bantul) — MTsN 7 Bantul menerima kunjungan dari jajaran Polda DIY dalam rangka koordinasi dan penguatan pencegahan paham radikal di lingkungan pelajar, Selasa (12/5/2026).
Tamu
yang hadir adalah Djohar dari Unit Pencegahan Satgaswil DIY Densus 88 AT Polri.
Kedatangan beliau disambut langsung oleh Kepala MTsN 7 Bantul, Hidayat,
didampingi Guru Bimbingan dan Konseling, Isnan Rosyid.
Dalam
pertemuan tersebut dibahas perkembangan kondisi pelajar di Kabupaten Bantul,
termasuk adanya informasi beberapa siswa tingkat SMP yang mulai terpapar paham
radikal. Kondisi tersebut menjadi perhatian bersama agar dunia pendidikan dapat
lebih aktif melakukan langkah pencegahan sejak dini.
Kepala
MTsN 7 Bantul, Hidayat, menyampaikan bahwa madrasah memiliki tanggung jawab
besar dalam membentuk karakter siswa yang moderat, toleran, dan cinta tanah
air. Menurutnya, penguatan nilai kebangsaan dan pemahaman agama yang rahmatan
lil ‘alamin harus terus ditanamkan kepada peserta didik.
“Madrasah
harus menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi siswa untuk belajar nilai-nilai
agama yang damai, toleran, dan menghargai perbedaan. Pencegahan paham radikal
perlu dilakukan bersama-sama melalui edukasi dan pendampingan,” ujar Hidayat.
Sementara
itu, Djohar menjelaskan pentingnya peran sekolah dan madrasah dalam mendeteksi
serta mencegah masuknya paham radikalisme di kalangan remaja. Ia juga mengajak
seluruh pihak untuk meningkatkan komunikasi dan pengawasan terhadap
perkembangan sosial peserta didik, terutama di era digital saat ini.
Sebagai
tindak lanjut dari pertemuan tersebut, MTsN 7 Bantul berencana mengadakan
seminar atau sosialisasi tentang bahaya radikalisme dengan sasaran seluruh
siswa MTsN 7 Bantul. Kegiatan tersebut diharapkan mampu memberikan pemahaman
yang benar kepada siswa tentang pentingnya menjaga persatuan, toleransi, dan
semangat kebangsaan.
Melalui sinergi antara madrasah dan aparat keamanan, MTsN 7 Bantul berharap dapat terus menciptakan lingkungan pendidikan yang damai, moderat, serta terbebas dari pengaruh paham radikal.(isnan)



Tidak ada komentar
Posting Komentar