Semangat Belajar Tanpa Batas, M. Firman Nayaka Ikuti Asesmen Online dari Rumah Pasca Operasi
Bantul (MTsN 7 Bantul) – Keteguhan hati dan komitmen terhadap pendidikan kembali ditunjukkan oleh M. Firman Nayaka, siswa kelas VII F MTs Negeri 7 Bantul. Meskipun masih dalam masa pemulihan pascaoperasi kaki akibat kecelakaan lalu lintas yang baru saja dialaminya, Firman tetap bersikeras mengikuti asesmen semester genap tahun ajaran 2025/2026. Mengingat kondisi fisiknya yang belum memungkinkan untuk datang ke sekolah, Firman memanfaatkan teknologi dengan mengikuti ujian secara daring melalui aplikasi JMD (Jogja Madrasah Digital) dari kediamannya. Langkah ini diambil sebagai solusi terbaik agar ia tidak tertinggal dalam penilaian akademik sekaligus tetap memprioritaskan proses penyembuhan.
Pelaksanaan
asesmen jarak jauh ini berjalan dengan ketat dan terstruktur untuk menjaga
integritas penilaian. Wali Kelas VII F, Ibu Dian, memainkan peran kunci dengan
melakukan pengawasan langsung selama Firman mengerjakan soal-soal ujian.
Melalui fitur pemantauan pada aplikasi JMD serta komunikasi intensif, Ibu Dian
memastikan bahwa Firman mengerjakan tugasnya secara mandiri, jujur, dan sesuai
dengan waktu yang ditentukan. Kolaborasi antara teknologi dan pendampingan
personal ini membuktikan bahwa keterbatasan fisik tidak menjadi penghalang bagi
terlaksananya evaluasi pembelajaran yang akuntabel dan adil.
Bagi
Firman, mengikuti ujian dari rumah bukanlah alasan untuk mengurangi keseriusan
dalam belajar. Di tengah rasa sakit dan ketidaknyamanan pascaoperasi, ia tetap
fokus menyelesaikan setiap mata pelajaran yang diujikan dengan sebaik-baiknya.
Dukungan moral dari keluarga, serta perhatian khusus dari Ibu Dian dan
rekan-rekan sekelasnya, menjadi energi positif yang memperkuat semangatnya.
"Saya ingin nilai saya mencerminkan usaha saya, meskipun saya sedang
sakit," ungkap Firman, menunjukkan kedewasaan dan tanggung jawab yang luar
biasa bagi seorang siswa MTs Negeri 7 Bantul.
Sikap pantang menyerah yang ditunjukkan oleh M. Firman Nayaka mendapat apresiasi tinggi dari pihak MTs Negeri 7 Bantul. Kepala Madrasah menyatakan bahwa ketahanan mental dan adaptasi teknologi yang dilakukan Firman merupakan contoh nyata implementasi profil Pelajar Pancasila, khususnya elemen bernalar kritis dan mandiri. Kisah inspirasi ini diharapkan dapat memotivasi seluruh warga madrasah untuk lebih menghargai proses belajar, memanfaatkan teknologi secara bijak, serta saling mendukung dalam menghadapi berbagai tantangan, baik akademis maupun non-akademis.(DWS)



Tidak ada komentar
Posting Komentar