Header Ads

ad728
  • Breaking News

    Awali Tahun Pelajaran 2026/2027, MGMP IPS MTs Kabupaten Bantul Gelar Workshop Implementasi Pembelajaran Mendalam

    Bantul (MTsN 7 Bantul) – Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) IPS MTs Kabupaten Bantul mengawali Tahun Pelajaran 2026/2027 dengan menyelenggarakan workshop bertema "Implementasi Pembelajaran Mendalam pada Penyusunan Perangkat Ajar". Kegiatan yang berlangsung pada Rabu (29/7/2026) di MTsN 4 Bantul ini diikuti oleh guru-guru IPS MTs negeri dan swasta se-Kabupaten Bantul sebagai upaya meningkatkan kompetensi profesional dalam mengimplementasikan kebijakan pembelajaran di madrasah.



    Workshop diawali dengan pembukaan, dilanjutkan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Madrasah sebagai wujud penguatan semangat nasionalisme dan kecintaan terhadap madrasah. Selanjutnya, Kepala MTsN 4 Bantul, Sugeng Muhari, menyampaikan sambutan selaku tuan rumah. Dalam sambutannya, ia mengucapkan selamat datang kepada seluruh peserta dan berharap kegiatan MGMP dapat menjadi sarana berbagi pengalaman serta memperkuat sinergi antarguru dalam meningkatkan kualitas pembelajaran IPS di madrasah.

    Ketua MGMP IPS MTs Kabupaten Bantul, Sumarno, dalam sambutannya menegaskan bahwa MGMP merupakan wadah strategis untuk meningkatkan kompetensi guru melalui kolaborasi dan berbagi praktik baik. Menurutnya, perubahan kebijakan pendidikan menuntut guru untuk terus belajar dan beradaptasi agar mampu menghadirkan pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan peserta didik.

    Memasuki sesi inti, peserta mengikuti workshop yang disampaikan oleh Nursanti, dengan materi Implementasi Pembelajaran Mendalam pada Penyusunan Perangkat Ajar. Dalam paparannya, Nursanti menjelaskan berbagai miskonsepsi yang masih sering terjadi dalam pelaksanaan pembelajaran mendalam. Ia menekankan bahwa pembelajaran mendalam bukan sekadar menambah aktivitas belajar, tetapi merupakan proses pembelajaran yang dirancang agar peserta didik mampu memahami konsep secara utuh, berpikir kritis, memecahkan masalah, serta mengaitkan materi dengan kehidupan nyata.

    Lebih lanjut, Nursanti mengajak para guru untuk menyusun perangkat ajar yang tidak hanya berorientasi pada pencapaian materi, tetapi juga mampu menciptakan pengalaman belajar yang bermakna, kontekstual, dan berpusat pada peserta didik. Menurutnya, perangkat ajar yang dirancang dengan baik akan menjadi fondasi dalam mewujudkan pembelajaran yang aktif, reflektif, dan berdampak terhadap penguatan karakter maupun kompetensi peserta didik.

    Workshop berlangsung interaktif dengan sesi diskusi dan tanya jawab. Para peserta memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mendalami konsep pembelajaran mendalam sekaligus berdiskusi mengenai penerapannya dalam penyusunan modul ajar dan pelaksanaan pembelajaran IPS di kelas.

    Melalui kegiatan ini, MGMP IPS MTs Kabupaten Bantul berharap seluruh guru semakin memahami implementasi pembelajaran mendalam dan mampu menyusun perangkat ajar yang inovatif, adaptif, serta selaras dengan arah kebijakan pendidikan madrasah. Semangat kolaborasi yang terbangun melalui MGMP diharapkan terus menjadi motor penggerak peningkatan mutu pembelajaran sehingga mampu melahirkan peserta didik yang berkarakter, berpikir kritis, kreatif, dan siap menghadapi tantangan masa depan.(Sri_Hid)

    Tidak ada komentar

    Post Top Ad

    ad728

    Post Bottom Ad

    ad728