Header Ads

ad728
  • Breaking News

    Bentuk Kader First Aider, MTsN 7 Bantul Adakan Pelatihan Pertolongan Pertama Pada Luka Psikologi (P3LP) Bersama Tim dari Puskesmas Piyungan

    Bantul (MTsN 7 Bantul) – MTsN 7 Bantul kembali adakan gebrakan dengan mengadakan Pelatihan Pertolongan Pertama pada Luka Psikologis (P3LP). Acara yang digelar pada hari Senin (20/07) pukul 08.00 WIB ini dilaksanakan di ruang Perpustakaan Ma7uba Lib. Sebagai peserta adalah pengurus Organisasi Siswa Intra Madrasah (OSIM) dan seluruh pegawai Tata Usaha. Hadir pula Waka Kesiswaan dan guru BK, sebagai penanggung jawab kegiatan adalah tim UKS yang di motori oleh Dian Windiani Siwi, guru olahraga MTsN 7 Bantul.



    Kepala Tata Usaha MTsN 7 Bantul, Merry Kristiana Dessi dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada tim dari Puskesmas Piyungan sebagai narasumber bimbingan dan pelatihan first aider P3LP, koordinator UKS serta seluruh peserta. ”Terima kasih kepada tim dari Puskesmas Piyungan sebagai narasumber dan seluruh peserta P3LP, semoga acara bisa berjalan dengan lancar dan membawa manfaat untuk kita semua”, kata Merry Kristiana Dessi. Sementara itu, koordinator kegiatan Dian Windiani menginformasikan kepada tim publikasi Madrasah bahwa jumlah peserta yang hadir adalah 44 orang terdiri dari siswa, guru dan pegawai. Untuk narasumber adalah Tri Wuriastuti dari tim penanggung jawab kesehatan jiwa Puskesmas Piyungan.

    Tri Wuriastuti atau biasa disapa oleh Bu Wuri, menjelaskan tentang pengertian dasar Pertolongan Pertama pada Luka Psikologi (P3LP). Di awali dengan perkenalan dilanjutkan pemaparan tentang First Aider Pertolongan Pertama pada Luka Psikologis di Sekolah (P3LP) dengan tujuan memberikan pemahaman kepada guru, tenaga kependidikan, dan peserta didik mengenai cara mendeteksi dini masalah kesehatan mental, memberikan dukungan psikologis awal, serta melakukan rujukan yang tepat apabila diperlukan. Melalui kegiatan ini diharapkan tercipta lingkungan madrasah yang aman, nyaman, suportif, serta mampu membangun ketahanan mental dan karakter positif peserta didik di lingkungan MTs Negeri 7 Bantul.

    Bu Wuri menjelaskan tentang tanda-tanda seseorang mengalami luka psikologi, adalah perubahan sikap yang tidak biasannya, dari cerah menjadi pendiam, ceria menjadi murung dengan berbagai sebab. ”Inilah pentingnya kita menjadi sosok first aider untuk menenangkan teman atau seseorang yang sedang terluka secara psikologis”, jelas Bu Wuri. Ditambahkan pula bahwa untuk menjadi seorang first aider harus mempunyai kepekaan 3M, yakni memperhatikan, mendengarkan dan menghubungkan. Ringkasnya first aider harus mempunyai nilai tinggi dalam bersosial dilingkungan, khususnya lingkungan madrasah. Salah satu kunci sosok first aider harus mampu mendeteksi dini seseorang mengalami luka psikologi, diantaranya Adalah sulit konsentrasi, mudah cemas dan sedih berkepanjangan, menarik diri dari lingkungan sosial, Perubahan perilaku dan emosi, penurunan prestasi belajar dan gangguan tidur dan perubahan pola makan. Inilah indikasi seseorang terutama pelajar mengalami luka psikologis. Oleh karena itu, sosialisasi materi secara berkelanjutan tentang first aider (penolong) harus terus digencarkan terutama pembahasan tentang tahapan pembentukan tim first aider di madrasah, mulai dari identifikasi masalah, pemetaan sumber daya, koordinasi, penyusunan SOP, pelatihan, implementasi, hingga monitoring dan evaluasi.(khan)

    Tidak ada komentar

    Post Top Ad

    ad728

    Post Bottom Ad

    ad728