Masa Ta’aruf Murid Madrasah MTsN 7 Bantul Hari ke-2, Siswa Mendapatkan Edukasi Tentang Bahaya Miras dan Pergaulan Bebas dari Polsek Piyungan
Bantul (MTsN 7 Bantul) – Masa ta’aruf murid madrasah siswa kelas VII MTsN 7 Bantul hari ke-2, Selasa (14/07) peserta mendapatkan materi tentang bahaya miras dan pergaulan bebas. Sebagai pemateri adalah Sumaryono anggota Polri dari Polsek Kapanewon Piyungan yang menjabat sebagai Babin Bimas. Dihadapan peserta matamuda Sumaryono dengan rinci menjelaskan tentang bahaya miras dan narkoba. Ada dua jenis minuman berakohol yaitu merek popular nasional dan popular tradisional. Sementara itu untuk jenis narkoba terdiri dari golongan satu, dua dan tiga, yang berbahaya adalah golongan satu.
Sumaryono menjelaskan secara
detail tentang bahaya miras dan Narkoba bagi remaja. ”Adik-adik, kalian harus
tahu tentang bahaya minuman keras dan narkoba, selain merusak badan, terganggunya
kesehatan, juga mempengaruhi kehidupan sosial oleh karena itu kita harus
menjauhi sejauh jauhnya”, kata pak Sumar, begitu beliau biasa disapa. Ditambahkan
pula bahwa miras dan narkoba adalah dehidrasi akut, halusinasi, terganggunya
kehidupan sosial bahkan sampai pada kematian. Indikasi umum adalah kekurangan
cairan, kejang-kejang, sesak napas apabila tidak tertangani akan merusak
jaringan syaraf otak bahkan sampai pada kematian.
Sumaryono juga mengaitkan
antara miras atau narkoba dengan pergaulan bebas. Keduanya menjadi penyebab
utama seseorang terjerumus kepada miras dan narkoba. Oleh karena para siswa
harus selektif dan hati hati dalam bergaul. Jangan sekali-kali mencoba obat-obatan
yang terlarang apalagi sampai mengkomsumsi minuman keras.
Faisal Chabib, Waka Kesiswaan MTsN 7 Bantul menghimbau kepada seluruh siswa untuk tekun dalam belajar, juga istiqomah dalam mengaji. ”Anak-anak harus terus meningkatkan semangat belajar dan mengaji agar kalian bisa memfilter pengaruh negatif yang bisa menggangu perjalanan kalian menuju cita-cita”, kata Pak Faisal. Matamuda menjadi ajang yang strategis bagi siswa baru untuk menjadi modal dalam mengarungi pembelajaran dan berinteraksi dengan lingkungan madrasah.(khan)



Tidak ada komentar
Posting Komentar