Header Ads

ad728
  • Breaking News

    MGMP IPA MTs Bantul Bekali Guru Teknik Membimbing Riset, Dorong Lahirnya Murid Inovatif dan Berprestasi

    Bantul (MTsN 7 Bantul) – Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) IPA MTs Kabupaten Bantul menyelenggarakan Workshop Pembimbingan Riset bagi guru IPA MTs se-Kabupaten Bantul pada Rabu (22/7/2026) pukul 12.30–15.30 WIB di Hall MTsN 7 Bantul. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kompetensi guru dalam membimbing penelitian ilmiah murid sekaligus memperkuat budaya riset di lingkungan madrasah.



    Workshop menghadirkan Oki Osaka Herlinawati, guru MTsN 4 Bantul, sebagai narasumber. Sebelum penyampaian materi, kegiatan dibuka oleh Kepala MTsN 7 Bantul, Hidayat, selaku tuan rumah.

    Dalam sambutannya, Hidayat menyampaikan apresiasi atas kepercayaan MGMP IPA MTs Kabupaten Bantul yang kembali memilih MTsN 7 Bantul sebagai lokasi kegiatan. Ia juga menyampaikan permohonan maaf apabila fasilitas yang disediakan belum sepenuhnya memenuhi harapan peserta.

    "Selamat datang kepada seluruh peserta Workshop Pembimbingan Riset MGMP IPA MTs Kabupaten Bantul. Kami mohon maaf apabila masih terdapat keterbatasan dalam penyediaan fasilitas. Terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada MTsN 7 Bantul sebagai tuan rumah. Semoga kehadiran MGMP IPA di madrasah ini membawa keberkahan dan menjadi ikhtiar bersama untuk memajukan pendidikan madrasah," ujar Hidayat.

    Lebih lanjut, Hidayat menegaskan bahwa pembelajaran IPA memiliki keterkaitan erat dengan nilai-nilai keislaman. Menurutnya, IPA menjadi kepanjangan tangan mata pelajaran Al-Qur'an Hadis dalam mengajak murid memahami tanda-tanda kebesaran Allah melalui alam semesta. Hal tersebut sejalan dengan pencanangan Ecotheology oleh Menteri Agama yang mendorong tumbuhnya kepedulian terhadap lingkungan sebagai bagian dari implementasi ajaran agama.

    Ia juga memberikan apresiasi kepada MGMP IPA MTs Kabupaten Bantul yang dinilai aktif mengembangkan kompetensi guru. Menurutnya, keberhasilan MGMP IPA memperoleh pendanaan block grant sebanyak dua kali menjadi bukti nyata semangat kolaborasi dan inovasi yang terus dikembangkan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran IPA di madrasah.

    Pada sesi materi, Oki Osaka Herlinawati menjelaskan bahwa riset merupakan proses mencari solusi atas suatu permasalahan melalui pengamatan, pengumpulan data, analisis, dan pembuktian secara sistematis sehingga menghasilkan pengetahuan atau inovasi yang bermanfaat. Ia menekankan bahwa dalam pembelajaran IPA, kegiatan riset merupakan implementasi nyata dari metode ilmiah yang meliputi pengamatan, perumusan masalah, penyusunan hipotesis, eksperimen, analisis data, hingga penarikan kesimpulan.

    "Riset tidak hanya tentang menemukan jawaban yang benar, tetapi bagaimana menemukan jawaban yang dapat dibuktikan melalui data. Oleh karena itu, guru memiliki peran penting sebagai pembimbing yang mampu mengarahkan murid berpikir ilmiah, kritis, dan kreatif," ungkap Oki Osaka Herlinawati.

    Dalam paparannya, narasumber juga mengajak peserta mengidentifikasi berbagai tantangan dalam membimbing riset di madrasah, antara lain kesulitan murid menentukan ide penelitian, rendahnya minat terhadap kegiatan riset, keterbatasan waktu pembimbingan, minimnya sarana laboratorium, serta keterbatasan pendanaan. Namun demikian, berbagai tantangan tersebut dapat diubah menjadi peluang melalui pemanfaatan lingkungan sekolah sebagai objek penelitian, mengikuti berbagai kompetisi riset, dan memanfaatkan teknologi digital sebagai sumber referensi.

    Selain itu, Oki menjelaskan bahwa karya riset yang berpeluang meraih prestasi hendaknya memenuhi enam kriteria utama, yaitu orisinal, inovatif, berdampak, berbasis data, layak diterapkan, dan berkelanjutan (sustainable). Ia juga membagikan berbagai strategi menemukan ide penelitian melalui observasi lingkungan, pendekatan ATM (Amati, Tiru, Modifikasi), brainstorming bersama murid, analisis isu lokal maupun global, pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), serta penggalian potensi kearifan lokal.

    Workshop ini diselenggarakan untuk meningkatkan kompetensi guru IPA MTs dalam membimbing penelitian ilmiah murid, memberikan pemahaman mengenai metodologi penelitian sederhana sesuai jenjang MTs, mengembangkan keterampilan guru dalam menyusun proposal, instrumen, dan laporan penelitian, serta meningkatkan kemampuan membimbing murid mengikuti berbagai kompetisi riset dan karya ilmiah. Di samping itu, kegiatan ini juga mendorong implementasi pembelajaran berbasis riset dan Project Based Learning (PjBL), memperkuat jejaring kolaborasi antaranggota MGMP IPA, serta menghasilkan guru pembimbing riset yang profesional sehingga mampu melahirkan murid yang inovatif, kritis, kreatif, dan berprestasi.

    Suasana workshop berlangsung interaktif dan penuh antusiasme. Para peserta aktif berdiskusi, mengajukan pertanyaan, serta mengikuti sesi brainstorming untuk mengidentifikasi berbagai permasalahan di lingkungan sekolah yang berpotensi dikembangkan menjadi topik penelitian. Pada akhir kegiatan, setiap peserta menyusun rancangan awal penelitian sebagai bentuk implementasi materi yang telah diperoleh.

    Melalui workshop ini, MGMP IPA MTs Kabupaten Bantul berharap budaya riset semakin berkembang di lingkungan madrasah. Guru tidak hanya menjadi fasilitator pembelajaran, tetapi juga pembimbing yang mampu menumbuhkan rasa ingin tahu, kemampuan berpikir ilmiah, serta semangat berinovasi pada murid sehingga lahir generasi madrasah yang unggul, adaptif, dan mampu berprestasi dalam berbagai ajang penelitian ilmiah.(Ida)

    Tidak ada komentar

    Post Top Ad

    ad728

    Post Bottom Ad

    ad728