MTs Negeri 7 Bantul Jadi Tuan Rumah MGBK MTs Kemenag Kabupaten Bantul, Bahas "7 Jurus BK Hebat"
Bantul (MTsN 7 Bantul) – MTs Negeri 7 Bantul menjadi tuan rumah Musyawarah Guru Bimbingan dan Konseling (MGBK) MTs Kementerian Agama Kabupaten Bantul yang diselenggarakan pada Selasa (28/07). Kegiatan berlangsung mulai pukul 10.00 WIB di Ruang Perpustakaan MTs Negeri 7 Bantul dengan mengusung tema "Pelatihan 7 Jurus BK Hebat".
Kegiatan
dihadiri oleh Kepala MTs Negeri 7 Bantul, narasumber kegiatan, serta guru
Bimbingan dan Konseling (BK) MTs se-Kabupaten Bantul. Dari MTs Negeri 7 Bantul,
hadir dua guru BK, yaitu Isnan Rosyid dan Winarsih, yang turut mengikuti
pelatihan bersama para peserta lainnya.
Mengawali
kegiatan, Ketua MGBK MTs Kabupaten Bantul, Shobria Nurul Islami, menyampaikan
apresiasi kepada MTs Negeri 7 Bantul atas kesediaannya menjadi tuan rumah
penyelenggaraan MGBK kali ini.
"Kami
mengucapkan terima kasih kepada MTs Negeri 7 Bantul yang telah mewadahi
kegiatan kami hari ini. Pada pertemuan kali ini kita akan membahas berbagai
jurus yang harus dimiliki guru BK pada jenjang SMP/MTs dalam menangani berbagai
karakter peserta didik. Di satu sisi kita dituntut untuk sabar, namun di sisi
lain kita juga harus mampu menunjukkan ketegasan dalam mendidik
anak-anak," ungkapnya.
Ia
menjelaskan bahwa pelatihan kali ini berfokus pada dua materi utama, yaitu menumbuhkan
resiliensi dan menjaga konsistensi. Menurutnya, kedua hal tersebut menjadi
modal penting bagi guru BK dalam membangun kepercayaan peserta didik sehingga
layanan bimbingan dan konseling dapat berjalan secara optimal.
Sementara
itu, Kepala MTs Negeri 7 Bantul, Hidayat, dalam sambutannya menyampaikan ucapan
selamat datang kepada seluruh peserta MGBK MTs Kabupaten Bantul sekaligus
menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut di MTs Negeri 7
Bantul.
"Kami
mengucapkan selamat datang kepada seluruh Bapak dan Ibu Guru BK di MTs Negeri 7
Bantul. Kami juga memohon maaf apabila dalam penyambutan maupun pelayanan masih
terdapat kekurangan. Semoga kegiatan hari ini berjalan dengan lancar dan
memberikan manfaat bagi kita semua," tutur Hidayat.
Lebih
lanjut, Hidayat mengibaratkan peran guru BK sebagai "cucuk ing
prajurit", sebuah istilah dalam bahasa Jawa yang menggambarkan posisi
penting sebagai ujung tombak dalam pembinaan karakter peserta didik.
"Guru BK memiliki peran yang sangat strategis dalam membentuk akhlakul karimah peserta didik. Melalui Pelatihan 7 Jurus BK Hebat ini, kami berharap seluruh guru BK semakin profesional, memiliki strategi yang tepat, serta mampu mendampingi anak-anak menjadi pribadi yang saleh, salehah, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan zaman," imbuhnya.
Sebagai
narasumber, Nurbowo Budi Utomo, dosen Bimbingan dan Konseling Universitas Ahmad
Dahlan (UAD) Yogyakarta sekaligus Guru BK SMP Negeri 15 Yogyakarta,
menyampaikan materi bertajuk "Menumbuhkan Resiliensi dan Menjaga
Konsistensi".
Dalam
paparannya, Nurbowo menjelaskan berbagai konsep, strategi, serta praktik nyata
yang dapat diterapkan guru BK dalam memberikan layanan kepada peserta didik. Ia
juga mengajak peserta untuk memahami berbagai pendekatan bimbingan konseling
yang adaptif terhadap perkembangan karakter dan tantangan generasi saat ini,
sehingga guru BK mampu menjadi pendamping yang profesional sekaligus inspiratif
bagi peserta didik.
Melalui kegiatan Musyawarah Guru Bimbingan dan Konseling (MGBK) ini, diharapkan kompetensi guru BK MTs se-Kabupaten Bantul semakin meningkat, khususnya dalam membangun resiliensi peserta didik, menjaga konsistensi layanan bimbingan, serta memperkuat pendidikan karakter di lingkungan madrasah. Kepercayaan menjadi tuan rumah kegiatan ini juga menjadi bukti komitmen MTs Negeri 7 Bantul dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia dan pengembangan profesionalisme pendidik di lingkungan madrasah.(riza)




Tidak ada komentar
Posting Komentar