Perkuat Moderasi Beragama, MTsN 7 Bantul Gelar Workshop dan FGD Wujudkan Madrasah Damai dan Berintegritas
Malang (MTsN 7 Bantul) – MTsN 7 Bantul mengawali Tahun Ajaran 2026/2027 dengan menyelenggarakan Workshop dan Focus Group Discussion (FGD) Moderasi Beragama bertema "Wujudkan Madrasah Damai dan Berintegritas melalui Moderasi Beragama" pada Kamis–Jumat (9–10/7/2026) di Omah Joglo Bugis Malang. Kegiatan ini menghadirkan Kepala Bagian Tata Usaha Kantor Wilayah Kementerian Agama Daerah Istimewa Yogyakarta, H. Abd. Su'ud, sebagai narasumber utama dan diikuti oleh seluruh guru serta tenaga kependidikan MTsN 7 Bantul.
Dalam pemaparannya, H. Abd. Su'ud menjelaskan bahwa moderasi beragama
merupakan cara pandang, sikap, dan praktik beragama yang mengedepankan
keseimbangan, menghargai perbedaan, serta menjaga persatuan bangsa. Menurutnya,
penguatan moderasi beragama menjadi salah satu fondasi penting dalam membangun
satuan pendidikan yang mampu melahirkan generasi berkarakter, religius, dan
cinta tanah air.
Beliau menegaskan bahwa terdapat empat indikator utama moderasi
beragama, yaitu komitmen kebangsaan, toleransi, anti kekerasan, dan akomodatif
terhadap budaya lokal.
"Moderasi beragama bukan berarti mengurangi keyakinan terhadap
agama yang dianut, tetapi bagaimana kita mampu menjalankan ajaran agama secara
seimbang, menghargai perbedaan, menjaga persatuan bangsa, menolak segala bentuk
kekerasan, serta mampu menerima budaya lokal yang tidak bertentangan dengan nilai-nilai
agama," tegas H. Abd. Su'ud.
Lebih lanjut, ia mengajak seluruh pendidik untuk menjadi teladan dalam
menanamkan nilai-nilai moderasi beragama kepada murid melalui proses
pembelajaran, pembiasaan, maupun keteladanan dalam kehidupan sehari-hari di
lingkungan madrasah.
Workshop ini memiliki beberapa tujuan strategis, yaitu mewujudkan madrasah yang damai, aman, nyaman, dan bebas dari segala bentuk kekerasan, perundungan (bullying), diskriminasi, ujaran kebencian, serta praktik intoleransi. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan menumbuhkan budaya dialog, musyawarah, dan saling menghargai dalam menyelesaikan setiap perbedaan secara bijaksana, santun, dan penuh kekeluargaan. Di sisi lain, madrasah juga berupaya memperkuat sinergi antara madrasah, orang tua, komite, dan masyarakat sebagai mitra strategis dalam mewujudkan ekosistem pendidikan yang harmonis, berkualitas, dan berorientasi pada kemajuan murid.
Setelah sesi pemaparan materi, peserta mengikuti Focus Group Discussion
(FGD) yang dibagi ke dalam beberapa kelompok. Setiap kelompok mendiskusikan
berbagai bentuk potensi intoleransi yang mungkin muncul di lingkungan madrasah,
mulai dari perilaku diskriminatif, perundungan, stereotip terhadap kelompok
tertentu, hingga strategi pencegahan yang dapat diterapkan melalui
pembelajaran, budaya sekolah, dan penguatan karakter murid.
Suasana diskusi berlangsung dinamis dan penuh semangat. Seluruh peserta
terlibat aktif menyampaikan pengalaman, gagasan, serta solusi yang konstruktif.
Berbagai rekomendasi yang dihasilkan dalam diskusi menjadi masukan berharga
bagi MTsN 7 Bantul dalam menyusun langkah-langkah nyata untuk memperkuat
implementasi moderasi beragama di lingkungan madrasah.
Antusiasme peserta juga terlihat selama pelaksanaan workshop. Sesi tanya
jawab berlangsung interaktif dengan berbagai pertanyaan dan pandangan yang
mencerminkan tingginya kepedulian guru terhadap upaya menciptakan lingkungan
belajar yang aman, nyaman, inklusif, dan menghargai keberagaman. Semangat
kolaboratif yang terbangun selama kegiatan menunjukkan komitmen seluruh warga
madrasah untuk terus meningkatkan kualitas layanan pendidikan yang tidak hanya
unggul dalam prestasi akademik, tetapi juga kuat dalam pembentukan karakter.
Melalui kegiatan ini, MTsN 7 Bantul menegaskan komitmennya untuk
mengimplementasikan nilai-nilai moderasi beragama dalam seluruh aspek kehidupan
madrasah. Nilai-nilai tersebut diharapkan menjadi budaya yang tumbuh dalam
interaksi antarwarga madrasah sehingga tercipta lingkungan pendidikan yang
harmonis, toleran, dan berintegritas.
Di akhir kegiatan, seluruh peserta menyatakan komitmen bersama untuk mewujudkan MTsN 7 Bantul sebagai Madrasah yang Damai, Berintegritas, Moderat, Inklusif, dan Berkarakter. Komitmen tersebut diharapkan menjadi pijakan dalam memberikan layanan pendidikan yang berkualitas serta mencetak generasi yang unggul, berakhlak mulia, cinta tanah air, dan mampu hidup berdampingan dalam keberagaman sesuai dengan nilai-nilai moderasi beragama yang diusung Kementerian Agama.(Ida)




Tidak ada komentar
Posting Komentar