Header Ads

ad728
  • Breaking News

    Perkuat Moderasi Beragama, MTsN 7 Bantul Gelar Workshop dan FGD Wujudkan Madrasah Damai dan Berintegritas

    Malang (MTsN 7 Bantul) – MTsN 7 Bantul mengawali Tahun Ajaran 2026/2027 dengan menyelenggarakan Workshop dan Focus Group Discussion (FGD) Moderasi Beragama bertema "Wujudkan Madrasah Damai dan Berintegritas melalui Moderasi Beragama" pada Kamis–Jumat (9–10/7/2026) di Omah Joglo Bugis Malang. Kegiatan ini menghadirkan Kepala Bagian Tata Usaha Kantor Wilayah Kementerian Agama Daerah Istimewa Yogyakarta, H. Abd. Su'ud, sebagai narasumber utama dan diikuti oleh seluruh guru serta tenaga kependidikan MTsN 7 Bantul.



    Dalam pemaparannya, H. Abd. Su'ud menjelaskan bahwa moderasi beragama merupakan cara pandang, sikap, dan praktik beragama yang mengedepankan keseimbangan, menghargai perbedaan, serta menjaga persatuan bangsa. Menurutnya, penguatan moderasi beragama menjadi salah satu fondasi penting dalam membangun satuan pendidikan yang mampu melahirkan generasi berkarakter, religius, dan cinta tanah air.

    Beliau menegaskan bahwa terdapat empat indikator utama moderasi beragama, yaitu komitmen kebangsaan, toleransi, anti kekerasan, dan akomodatif terhadap budaya lokal.

    "Moderasi beragama bukan berarti mengurangi keyakinan terhadap agama yang dianut, tetapi bagaimana kita mampu menjalankan ajaran agama secara seimbang, menghargai perbedaan, menjaga persatuan bangsa, menolak segala bentuk kekerasan, serta mampu menerima budaya lokal yang tidak bertentangan dengan nilai-nilai agama," tegas H. Abd. Su'ud.

    Lebih lanjut, ia mengajak seluruh pendidik untuk menjadi teladan dalam menanamkan nilai-nilai moderasi beragama kepada murid melalui proses pembelajaran, pembiasaan, maupun keteladanan dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan madrasah.

    Workshop ini memiliki beberapa tujuan strategis, yaitu mewujudkan madrasah yang damai, aman, nyaman, dan bebas dari segala bentuk kekerasan, perundungan (bullying), diskriminasi, ujaran kebencian, serta praktik intoleransi. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan menumbuhkan budaya dialog, musyawarah, dan saling menghargai dalam menyelesaikan setiap perbedaan secara bijaksana, santun, dan penuh kekeluargaan. Di sisi lain, madrasah juga berupaya memperkuat sinergi antara madrasah, orang tua, komite, dan masyarakat sebagai mitra strategis dalam mewujudkan ekosistem pendidikan yang harmonis, berkualitas, dan berorientasi pada kemajuan murid.



    Setelah sesi pemaparan materi, peserta mengikuti Focus Group Discussion (FGD) yang dibagi ke dalam beberapa kelompok. Setiap kelompok mendiskusikan berbagai bentuk potensi intoleransi yang mungkin muncul di lingkungan madrasah, mulai dari perilaku diskriminatif, perundungan, stereotip terhadap kelompok tertentu, hingga strategi pencegahan yang dapat diterapkan melalui pembelajaran, budaya sekolah, dan penguatan karakter murid.

    Suasana diskusi berlangsung dinamis dan penuh semangat. Seluruh peserta terlibat aktif menyampaikan pengalaman, gagasan, serta solusi yang konstruktif. Berbagai rekomendasi yang dihasilkan dalam diskusi menjadi masukan berharga bagi MTsN 7 Bantul dalam menyusun langkah-langkah nyata untuk memperkuat implementasi moderasi beragama di lingkungan madrasah.

    Antusiasme peserta juga terlihat selama pelaksanaan workshop. Sesi tanya jawab berlangsung interaktif dengan berbagai pertanyaan dan pandangan yang mencerminkan tingginya kepedulian guru terhadap upaya menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, inklusif, dan menghargai keberagaman. Semangat kolaboratif yang terbangun selama kegiatan menunjukkan komitmen seluruh warga madrasah untuk terus meningkatkan kualitas layanan pendidikan yang tidak hanya unggul dalam prestasi akademik, tetapi juga kuat dalam pembentukan karakter.

    Melalui kegiatan ini, MTsN 7 Bantul menegaskan komitmennya untuk mengimplementasikan nilai-nilai moderasi beragama dalam seluruh aspek kehidupan madrasah. Nilai-nilai tersebut diharapkan menjadi budaya yang tumbuh dalam interaksi antarwarga madrasah sehingga tercipta lingkungan pendidikan yang harmonis, toleran, dan berintegritas.

    Di akhir kegiatan, seluruh peserta menyatakan komitmen bersama untuk mewujudkan MTsN 7 Bantul sebagai Madrasah yang Damai, Berintegritas, Moderat, Inklusif, dan Berkarakter. Komitmen tersebut diharapkan menjadi pijakan dalam memberikan layanan pendidikan yang berkualitas serta mencetak generasi yang unggul, berakhlak mulia, cinta tanah air, dan mampu hidup berdampingan dalam keberagaman sesuai dengan nilai-nilai moderasi beragama yang diusung Kementerian Agama.(Ida)

    Tidak ada komentar

    Post Top Ad

    ad728

    Post Bottom Ad

    ad728