Perwakilan MTsN 7 Bantul Ikuti Upacara Hari Jadi ke-195 Kabupaten Bantul, Hayati Nilai Kesatria Lewat Sajian Tari Budaya
Bantul (MTsN 7 Bantul) – Perwakilan MTsN 7 Bantul mengikuti Upacara Peringatan Hari Jadi ke-195 Kabupaten Bantul yang diselenggarakan di Lapangan Trirenggo, Bantul, pada Senin (20/7/2026) mulai pukul 08.00 WIB. Kehadiran perwakilan madrasah dalam upacara tersebut menjadi bentuk partisipasi sekaligus penghormatan terhadap sejarah, budaya, dan nilai-nilai luhur yang menjadi identitas Kabupaten Bantul.
Rangkaian upacara dimeriahkan dengan
penampilan tari dari Sanggar Purpo Warno di bawah pimpinan Tri Iriyanto.
Pertunjukan tersebut mengangkat kisah Bantul sebagai Bumi Satriya yang
menyimpan jejak awal berdirinya Mataram Islam serta menjadi tempat lahirnya
para priyagung yang berwatak kesatria.
Melalui perpaduan gerak tari yang sarat
makna, penampilan tersebut menyampaikan pesan tentang falsafah sawiji,
greget, sengguh, ora mingkuh sebagai warisan leluhur Mataram yang patut
diteladani oleh seluruh masyarakat. Nilai-nilai tersebut diharapkan terus
dihayati dalam membangun kehidupan yang berlandaskan kedaulatan, keadilan,
kemakmuran, kesejahteraan, dan kedamaian.
Tarian juga menggambarkan bahwa semangat
kesatria tidak hanya dimiliki oleh kaum pria, tetapi juga diwariskan kepada
kaum wanita. Hal itu diwujudkan melalui penggambaran perjuangan Raden Ayu Retna
Ningsih yang turut berjuang pada masa Perang Jawa tahun 1825–1830 untuk
membangkitkan semangat perlawanan terhadap penjajah.
Pimpinan Sanggar Purpo Warno, Tri
Iriyanto, menjelaskan bahwa tarian yang dipentaskan merupakan media untuk
menghidupkan kembali nilai-nilai sejarah dan kepahlawanan yang menjadi jati
diri masyarakat Bantul.
“Bantul sebagai Bumi Satriya menyimpan
jejak awal berdirinya Mataram Islam, tempat lahirnya para priyagung yang
memiliki watak kesatria. Falsafah sawiji, greget, sengguh, ora mingkuh
diwariskan oleh para leluhur Mataram untuk diteladani demi mewujudkan
kedaulatan, keadilan, kemakmuran, kesejahteraan, dan kedamaian Nusantara. Watak
kesatria juga diwariskan kepada kaum wanita, sebagaimana dicontohkan oleh Raden
Ayu Retna Ningsih. Wanita berwatak kesatria bukan sekadar kiasan, tetapi mampu
menjadi cahaya dan pengayom bagi rakyatnya,” ujar Tri Iriyanto.
Keikutsertaan perwakilan MTsN 7 Bantul dalam upacara Hari Jadi ke-195 Kabupaten Bantul diharapkan dapat menumbuhkan rasa cinta tanah air, memperkuat karakter, serta meningkatkan kepedulian warga madrasah terhadap pelestarian sejarah, budaya, dan nilai-nilai luhur warisan bangsa.(wie)



Tidak ada komentar
Posting Komentar