Sambut Program Madrasah Songsong Adiwiyata, POT Kelas VII D Hadirkan Waka Kurikulum MTsN 7 Bantul
Bantul (MTsN 7 Bantul) – Sabtu (25/7/2026) tampak halaman gedung barat diwarnai oleh jajaran motor yang tertata rapi. Ya, hari ini POT kelas VII D menyelenggarakan pertemuan perdana, dengan penanggung jawab kelompok 1. Berbekal niat siap mendukung program madrasah, alhamdulillah langkah kaki terasa ringan menuju madrasah anak, tempat menempa diri di tahap berikutnya, yaitu MTsN 7 Bantul. Lokasi pertemuan dipilih ruang kelas VII D sebagai ujud turut merasakan dan menumbuhkan empati orang tua terhadap keberadaan anak, sehingga rasa nyaman dalam berbagai sisi dapat terwujud.
Dukungan
penuh terbukti dengan menghadirkan Waka. Kurikulum (Reni Astuti) yang dimohon
memaparkan serangkaian program madrasah, yakni hubungannya antara program
Kurikulum dengan kelas Riset, yang telah melekat sebagai label untuk MTsN 7
Bantul dengan kelas VII D yang merupakan murid baru tahun ajaran 2026-2027.
Reni
Astuti mengawali dengan salam, sapa, dan syukur. Melalui Power Point
(PPT) yang telah disiapkan sedemikian rupa oleh pemateri, sehingga informasi
yang disampaikan dapat dengan mudah diterima dan dipahami oleh seluruh hadirin.
Informasi nilai-nilai madrasah mulai ditanamkan kepada segenap orang tua yang
hadir. Yakni menanamkan sikap disiplin, tanggung jawab, semangat belajar,
akhlakul karimah pada setiap siswa. Menyusul penyampaian Visi dan Misi
madrasah. MA7UBA BERKREASI merupakan Visi madrasah yang merupakan akronim dari
agaMAis, BerJiwa Unggul, BerbudayA, BERwawasan Lingkungan, KREAtif-Inovatif,
BerprestaSI.
Untuk
meraih visi berwawasan lingkungan, POT VII D siap membantu memberikan tanaman
hidup agar dapat menyuplai oksigen sekaligus menciptakan suasana rindang dan
asri. Empat program madrasah bagi murid yang terdiri dari (akademik,
nonakademiik, keagamaan, dan penunjang), mampu membuka wawasan POT, karena
ternyata anak telah disiapkan program dengan matang oleh madrasah sebagai bekal
dalam mengantarkan ke gerbang kesuksesan. Program akademik juga diimbangi
dengan program nonakademik yang terdiri dari kepanduan, ekstrakurikuler, dan
kepemimpinan, yang semuanya menjadi fasilitas murid untuk melakukan
pengembangan diri. Tentunya program keagamaan sebagai ciri khas madrasah tidak
ketinggalan, karena program tersebut untuk mengembangkan dan memantapkan
pemahaman serta pembiasaan ibadah.
“Sebagai langkah awal dalam perjalanan pendidikan, menjalin sinergi, kolaborasi dan mengenal program madrasah dengan baik akan membantu arah menuju perkembangan diri dan sukses. Kesuksesan bersama ditentukan oleh Kerjasama yang kompak dari semua steakholder madrasah (murid, wali murid, guru, tenaga kependidikan, dan lingkungan)”, demikian Reni Astuti mengakhiri.(Lan)



Tidak ada komentar
Posting Komentar