Header Ads

ad728
  • Breaking News

    Bukan Sekadar Slogan, Hasil Kebun Adiwiyata MTs Negeri 7 Bantul Dipanen dan Dinikmati Bersama

    Bantul (MTsN 7 Bantul) – Menjadi Madrasah Adiwiyata bukan sekadar memasang label atau memperindah lingkungan madrasah. Di MTs Negeri 7 Bantul, semangat peduli lingkungan diwujudkan hingga pada hal sederhana yang dapat dirasakan bersama. Jumat (14/08/2026) siang, hasil kebun Adiwiyata madrasah berupa cabai, tomat, dan berbagai tanaman lainnya dipanen, diolah, kemudian dinikmati bersama oleh guru dan pegawai MTs Negeri 7 Bantul.



    Hasil panen tersebut diolah di dapur Tata Usaha MTs Negeri 7 Bantul menjadi hidangan sayur sop yang memanfaatkan sejumlah hasil kebun Adiwiyata madrasah. Tidak hanya itu, hasil kebun juga dimanfaatkan sebagai bahan sambal yang turut melengkapi hidangan makan bersama.

    Suasana semakin terasa hangat karena kegiatan makan bersama tersebut menjadi hidangan bagi para guru dan pegawai setelah sejak pagi melaksanakan berbagai aktivitas, termasuk bergotong royong menghias dan menata lingkungan madrasah dalam rangka menyambut Hari Kemerdekaan ke-81 Republik Indonesia.

    Kepala Tata Usaha MTs Negeri 7 Bantul, Merry Kristiana Dessi, mengatakan bahwa hasil kebun Adiwiyata kali ini tidak berhenti pada kegiatan panen semata. Hasil tersebut justru diolah menjadi makanan yang dapat dinikmati bersama oleh warga madrasah.

    “Adiwiyata bagi kami bukan hanya tentang menanam kemudian selesai. Ada proses yang harus kita rawat bersama, mulai dari menanam, merawat, memanen, hingga bagaimana hasilnya bisa memberikan manfaat. Hari ini hasil panen dari kebun Adiwiyata kami dapat kami hidangkan menjadi sayur, bahkan bahan sambal yang kita nikmati bersama,” ujar Merry.

    Menurutnya, pemanfaatan hasil kebun tersebut menjadi bukti sederhana bahwa program Adiwiyata dapat memberikan manfaat nyata sekaligus membangun kebersamaan di lingkungan madrasah.

    “Yang paling penting bukan hanya apa yang kita panen, tetapi nilai yang kita bangun bersama. Ketika guru dan pegawai ikut merawat lingkungan, kemudian hasilnya bisa dinikmati bersama, di situ ada pembelajaran tentang kepedulian, kemandirian, gotong royong, sekaligus rasa syukur atas apa yang telah kita usahakan,” lanjutnya.

    Merry menambahkan bahwa budaya peduli lingkungan perlu dibangun melalui kebiasaan nyata. Dengan demikian, program Adiwiyata tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari warga madrasah.

    “Semoga kebiasaan seperti ini terus kita jaga. Madrasah yang bersih, hijau dan produktif tentu tidak lahir dalam sehari. Dibutuhkan kepedulian dan kebersamaan seluruh warga madrasah. Kalau kita rawat bersama, insyaallah lingkungan madrasah akan memberikan manfaat kembali kepada kita semua,” ungkapnya.

    Panen hasil kebun Adiwiyata tersebut kemudian menjadi bagian dari hidangan makan bersama. Nampak guru dan pegawai MTs Negeri 7 Bantul menikmati sayur sop dan hidangan lainnya yang sebagian bahan dasarnya berasal dari kebun madrasah sendiri.

    Momen sederhana tersebut sekaligus menghadirkan suasana guyup rukun di antara civitas MTs Negeri 7 Bantul. Setelah bersama-sama bekerja menata dan menghias madrasah menyambut bulan kemerdekaan, mereka kemudian duduk bersama menikmati hasil dari lingkungan yang selama ini dirawat bersama.

    Kegiatan tersebut menjadi gambaran bahwa semangat Adiwiyata dapat tumbuh dari hal-hal sederhana: menanam, merawat, memanen, memanfaatkan, hingga berbagi. Dari kebun madrasah, tumbuh bukan hanya tanaman, tetapi juga kepedulian, kemandirian, gotong royong, dan kebersamaan seluruh warga MTs Negeri 7 Bantul.(riza)

    Tidak ada komentar

    Post Top Ad

    ad728

    Post Bottom Ad

    ad728