Header Ads

ad728
  • Breaking News

    Kakan Kemenag Bantul Tekankan Profesionalisme dan Peran Strategis Kepala Madrasah

    Bantul (MTsN 7 Bantul) — Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bantul, Muntolib, memberikan pembinaan kepada jajaran kepala madrasah yang tergabung dalam K2MTs Kabupaten Bantul. Kegiatan tersebut berlangsung di MTs Hasyim Asy’ari Piyungan, Rabu (26/8/2026), dalam rangka pertemuan rutin dan koordinasi kepala MTs se-Kabupaten Bantul.



    Kegiatan diawali dengan pembukaan oleh MC, Ibu Sholihah, kemudian dilanjutkan dengan pembinaan oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bantul. Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan sambutan tuan rumah, Bapak Tugiman, yang sekaligus menyampaikan best practice dalam pengelolaan dan pengembangan madrasah.

    Dalam pembinaannya, Muntolib menyampaikan bahwa madrasah saat ini telah menunjukkan banyak kemajuan dan prestasi. Namun demikian, kemajuan tersebut tentu diiringi dengan berbagai tantangan, baik yang berasal dari internal maupun eksternal madrasah.

    Menurutnya, salah satu aspek yang harus mendapatkan perhatian serius adalah pengelolaan keuangan serta komunikasi dan hubungan yang harmonis dengan berbagai pihak, baik di lingkungan internal maupun eksternal madrasah. Hubungan yang baik perlu dibangun antara kepala madrasah, guru, tenaga kependidikan, komite, orang tua/wali siswa, maupun paguyuban orang tua atau POT.

    “Pengelolaan harus dilakukan secara profesional, akuntabel, dan transparan. Termasuk dalam hal sumbangan dari orang tua, sepanjang dilakukan sesuai dengan mekanisme dan ketentuan yang berlaku,” pesan Muntolib.

    Ia menegaskan bahwa kemajuan sebuah lembaga pendidikan tidak dapat dilepaskan dari dukungan berbagai pihak. Ia bahkan mengutip pandangan yang pernah disampaikan oleh Kapolres Kabupaten Bantul bahwa untuk mencapai kemajuan tentu membutuhkan biaya. Prinsip tersebut, menurutnya, juga berlaku dalam berbagai bidang kehidupan.

    Ungkapan “jer basuki mawa bea” menjadi salah satu gambaran bahwa untuk meraih keberhasilan dan kemajuan diperlukan ikhtiar, pengorbanan, serta pengelolaan sumber daya yang tepat. Namun, ia mengingatkan bahwa setiap langkah pengembangan madrasah harus tetap berada dalam koridor regulasi.

    “Kalau ingin maju, kita harus berani menghadapi tantangan. Jangan takut melakukan inovasi, tetapi regulasi harus tetap menjadi pegangan,” tegasnya.



    Dalam kesempatan tersebut, Muntolib juga menekankan pentingnya peran kepala madrasah sebagai penggerak utama kemajuan lembaga. Kepala madrasah tidak cukup hanya menjalankan rutinitas administratif, tetapi harus aktif membaca peluang, membangun komunikasi, menggerakkan seluruh warga madrasah, serta menciptakan berbagai inovasi.

    “Peran kepala madrasah sangat penting. Kepala madrasah harus berperan aktif dalam membawa madrasah menjadi lebih maju dan unggul,” jelasnya.

    Lebih lanjut, ia menyoroti salah satu keunggulan yang dapat dikembangkan oleh madrasah, yaitu program Tahfidzul Qur’an. Menurutnya, program tersebut tidak hanya memiliki nilai keagamaan, tetapi juga dapat memberikan manfaat besar bagi masa depan peserta didik.

    Ia menyampaikan bahwa para siswa yang mampu menghafalkan Al-Qur’an hingga 30 juz memiliki peluang yang baik untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya. Bahkan, kemampuan tersebut dapat menjadi salah satu nilai tambah ketika memasuki dunia kerja.

    Peluang bagi para hafidz dan hafidzah juga semakin terbuka di berbagai bidang, termasuk dalam seleksi dan pengembangan karier di lingkungan TNI dan Polri. Karena itu, program tahfidz dinilai dapat menjadi salah satu keunggulan strategis madrasah yang perlu terus dikembangkan secara serius dan berkualitas.

    Sebagai penutup pembinaannya, Muntolib menegaskan bahwa madrasah maju dan unggul merupakan sebuah keharusan. Namun, pencapaian tersebut harus tetap berjalan beriringan dengan kepatuhan terhadap regulasi.

    “Madrasah harus maju, harus unggul, tetapi regulasi tetap harus kita pegang kuat,” pungkasnya.

    Usai pembinaan dari Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bantul, kegiatan dilanjutkan dengan musyawarah dan koordinasi K2MTs Kabupaten Bantul yang dipimpin oleh Ketua K2MTs Kabupaten Bantul, Bapak Sugeng Muhari.

    Salah satu agenda penting yang dibahas adalah persiapan pelaksanaan PKM (Pekan Kompetisi Madrasah) yang rencananya akan dilaksanakan pada 22–23 September 2026. Berbagai hal terkait persiapan dan koordinasi kegiatan dibahas bersama agar pelaksanaan PKM dapat berjalan dengan baik, tertib, dan sukses.

    Pertemuan rutin K2MTs Kabupaten Bantul tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antarmadrasah. Melalui komunikasi dan koordinasi yang intensif, diharapkan berbagai program bersama dapat terlaksana secara optimal serta mampu mendorong peningkatan mutu dan prestasi madrasah di Kabupaten Bantul.

    Dalam kegiatan tersebut, Hidayat, Kepala MTsN 7 Bantul, turut hadir dan aktif mengikuti rangkaian pembinaan serta rapat koordinasi K2MTs Kabupaten Bantul.

    Kegiatan ini sekaligus menjadi pengingat bahwa kemajuan madrasah membutuhkan kepemimpinan yang aktif, tata kelola yang profesional, komunikasi yang harmonis, kolaborasi yang kuat, serta keberanian untuk terus berinovasi tanpa meninggalkan regulasi.

    Dengan semangat kebersamaan dan komitmen untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan, madrasah di Kabupaten Bantul diharapkan semakin maju, unggul, berprestasi, dan mampu menjawab tantangan zaman.(hidayat)

    Tidak ada komentar

    Post Top Ad

    ad728

    Post Bottom Ad

    ad728