Kakan Kemenag Bantul Tekankan Profesionalisme dan Peran Strategis Kepala Madrasah
Bantul (MTsN 7 Bantul) — Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bantul, Muntolib, memberikan pembinaan kepada jajaran kepala madrasah yang tergabung dalam K2MTs Kabupaten Bantul. Kegiatan tersebut berlangsung di MTs Hasyim Asy’ari Piyungan, Rabu (26/8/2026), dalam rangka pertemuan rutin dan koordinasi kepala MTs se-Kabupaten Bantul.
Kegiatan
diawali dengan pembukaan oleh MC, Ibu Sholihah, kemudian dilanjutkan dengan
pembinaan oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bantul. Setelah itu,
kegiatan dilanjutkan dengan sambutan tuan rumah, Bapak Tugiman, yang sekaligus
menyampaikan best practice dalam pengelolaan dan pengembangan madrasah.
Dalam
pembinaannya, Muntolib menyampaikan bahwa madrasah saat ini telah menunjukkan
banyak kemajuan dan prestasi. Namun demikian, kemajuan tersebut tentu diiringi
dengan berbagai tantangan, baik yang berasal dari internal maupun eksternal
madrasah.
Menurutnya,
salah satu aspek yang harus mendapatkan perhatian serius adalah pengelolaan
keuangan serta komunikasi dan hubungan yang harmonis dengan berbagai pihak,
baik di lingkungan internal maupun eksternal madrasah. Hubungan yang baik perlu
dibangun antara kepala madrasah, guru, tenaga kependidikan, komite, orang
tua/wali siswa, maupun paguyuban orang tua atau POT.
“Pengelolaan
harus dilakukan secara profesional, akuntabel, dan transparan. Termasuk dalam
hal sumbangan dari orang tua, sepanjang dilakukan sesuai dengan mekanisme dan
ketentuan yang berlaku,” pesan Muntolib.
Ia
menegaskan bahwa kemajuan sebuah lembaga pendidikan tidak dapat dilepaskan dari
dukungan berbagai pihak. Ia bahkan mengutip pandangan yang pernah disampaikan
oleh Kapolres Kabupaten Bantul bahwa untuk mencapai kemajuan tentu membutuhkan
biaya. Prinsip tersebut, menurutnya, juga berlaku dalam berbagai bidang
kehidupan.
Ungkapan
“jer basuki mawa bea” menjadi salah satu gambaran bahwa untuk meraih
keberhasilan dan kemajuan diperlukan ikhtiar, pengorbanan, serta pengelolaan
sumber daya yang tepat. Namun, ia mengingatkan bahwa setiap langkah
pengembangan madrasah harus tetap berada dalam koridor regulasi.
“Kalau ingin maju, kita harus berani menghadapi tantangan. Jangan takut melakukan inovasi, tetapi regulasi harus tetap menjadi pegangan,” tegasnya.
Dalam
kesempatan tersebut, Muntolib juga menekankan pentingnya peran kepala madrasah
sebagai penggerak utama kemajuan lembaga. Kepala madrasah tidak cukup hanya
menjalankan rutinitas administratif, tetapi harus aktif membaca peluang,
membangun komunikasi, menggerakkan seluruh warga madrasah, serta menciptakan
berbagai inovasi.
“Peran
kepala madrasah sangat penting. Kepala madrasah harus berperan aktif dalam
membawa madrasah menjadi lebih maju dan unggul,” jelasnya.
Lebih
lanjut, ia menyoroti salah satu keunggulan yang dapat dikembangkan oleh
madrasah, yaitu program Tahfidzul Qur’an. Menurutnya, program tersebut tidak
hanya memiliki nilai keagamaan, tetapi juga dapat memberikan manfaat besar bagi
masa depan peserta didik.
Ia
menyampaikan bahwa para siswa yang mampu menghafalkan Al-Qur’an hingga 30 juz
memiliki peluang yang baik untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya.
Bahkan, kemampuan tersebut dapat menjadi salah satu nilai tambah ketika
memasuki dunia kerja.
Peluang
bagi para hafidz dan hafidzah juga semakin terbuka di berbagai bidang, termasuk
dalam seleksi dan pengembangan karier di lingkungan TNI dan Polri. Karena itu,
program tahfidz dinilai dapat menjadi salah satu keunggulan strategis madrasah
yang perlu terus dikembangkan secara serius dan berkualitas.
Sebagai
penutup pembinaannya, Muntolib menegaskan bahwa madrasah maju dan unggul
merupakan sebuah keharusan. Namun, pencapaian tersebut harus tetap berjalan
beriringan dengan kepatuhan terhadap regulasi.
“Madrasah
harus maju, harus unggul, tetapi regulasi tetap harus kita pegang kuat,”
pungkasnya.
Usai
pembinaan dari Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bantul, kegiatan
dilanjutkan dengan musyawarah dan koordinasi K2MTs Kabupaten Bantul yang
dipimpin oleh Ketua K2MTs Kabupaten Bantul, Bapak Sugeng Muhari.
Salah
satu agenda penting yang dibahas adalah persiapan pelaksanaan PKM (Pekan
Kompetisi Madrasah) yang rencananya akan dilaksanakan pada 22–23 September 2026.
Berbagai hal terkait persiapan dan koordinasi kegiatan dibahas bersama agar
pelaksanaan PKM dapat berjalan dengan baik, tertib, dan sukses.
Pertemuan
rutin K2MTs Kabupaten Bantul tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat
sinergi antarmadrasah. Melalui komunikasi dan koordinasi yang intensif,
diharapkan berbagai program bersama dapat terlaksana secara optimal serta mampu
mendorong peningkatan mutu dan prestasi madrasah di Kabupaten Bantul.
Dalam
kegiatan tersebut, Hidayat, Kepala MTsN 7 Bantul, turut hadir dan aktif
mengikuti rangkaian pembinaan serta rapat koordinasi K2MTs Kabupaten Bantul.
Kegiatan
ini sekaligus menjadi pengingat bahwa kemajuan madrasah membutuhkan kepemimpinan
yang aktif, tata kelola yang profesional, komunikasi yang harmonis, kolaborasi
yang kuat, serta keberanian untuk terus berinovasi tanpa meninggalkan regulasi.
Dengan semangat kebersamaan dan komitmen untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan, madrasah di Kabupaten Bantul diharapkan semakin maju, unggul, berprestasi, dan mampu menjawab tantangan zaman.(hidayat)




Tidak ada komentar
Posting Komentar