Kanwil Kemenag DIY Cek Fasilitas dan Layanan MTsN 7 Bantul, Perpustakaan Turut Jadi Perhatian
Bantul (MTsN 7 Bantul) – Kantor Wilayah Kementerian Agama Daerah Istimewa Yogyakarta melakukan pengecekan fasilitas dan layanan di MTs Negeri 7 Bantul, Kamis (20/08). Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 13.30 WIB tersebut menjadi bagian dari upaya melihat secara langsung kondisi sarana dan prasarana sekaligus pemanfaatannya dalam mendukung berbagai layanan dan aktivitas di madrasah.
Hadir
dalam kegiatan tersebut Kepala Bagian Tata Usaha Kanwil Kementerian Agama
Daerah Istimewa Yogyakarta, Abd. Su'ud, bersama Ketua Tim Kerja Keuangan dan
Barang Milik Negara (BMN) Kanwil Kementerian Agama Daerah Istimewa Yogyakarta, Saniyyatuz
Zulfa. Keduanya diterima langsung oleh Kepala MTs Negeri 7 Bantul, Hidayat,
didampingi Kepala Tata Usaha MTs Negeri 7 Bantul, Merry Kristiana Dessi.
Kedatangan
jajaran Kanwil Kemenag DIY tersebut tidak hanya untuk melihat keberadaan sarana
dan prasarana secara fisik, tetapi juga mencermati bagaimana fasilitas yang
tersedia dimanfaatkan dalam menunjang pelaksanaan tugas, layanan, dan kegiatan
pendidikan di MTs Negeri 7 Bantul.
Dalam
kegiatan tersebut, Abd. Su'ud melakukan komunikasi langsung dengan Kepala MTs
Negeri 7 Bantul Hidayat terkait kondisi serta pengelolaan sarana dan prasarana
madrasah. Komunikasi tersebut menjadi bagian dari koordinasi untuk memastikan
fasilitas yang dimiliki madrasah dapat dikelola secara tertib serta memberikan
manfaat secara optimal bagi warga madrasah.
Sementara
itu, Saniyyatuz Zulfa bersama Merry Kristiana Dessi melakukan pengecekan dengan
berkeliling ke sejumlah fasilitas yang ada di lingkungan madrasah. Pengecekan
dilakukan mulai dari lingkungan Tata Usaha, sejumlah ruang di lantai 2, Ruang
Laboratorium Komputer beserta sarana prasarana pendukungnya, hingga Ruang
Perpustakaan MTs Negeri 7 Bantul.
Salah
satu fasilitas yang turut menjadi perhatian adalah Ruang Perpustakaan MTs
Negeri 7 Bantul. Pengecekan di ruang tersebut tidak hanya berkaitan dengan
kondisi fasilitas, tetapi juga melihat secara langsung pemanfaatannya sebagai
bagian dari layanan dan aktivitas pendidikan di madrasah.
Saat
kunjungan berlangsung, di Ruang Perpustakaan sedang dilaksanakan pelatihan
penggunaan Interactive Flat Panel (IFP) yang diikuti oleh beberapa guru
MTs Negeri 7 Bantul. Kondisi tersebut menarik perhatian Abd. Su'ud dan
Saniyyatuz Zulfa yang turut menyaksikan secara langsung kegiatan pelatihan
tersebut.
Keduanya
melihat bagaimana fasilitas teknologi yang tersedia di perpustakaan
dimanfaatkan dalam kegiatan pengembangan kompetensi guru. Pemanfaatan IFP
tersebut sekaligus menjadi gambaran bahwa sarana prasarana madrasah tidak hanya
dinilai dari keberadaannya, tetapi juga dari sejauh mana fasilitas tersebut
dapat digunakan dan memberikan manfaat nyata bagi warga madrasah.
Perpustakaan
sebagai salah satu ruang layanan madrasah memiliki peran strategis dalam
mendukung budaya belajar dan literasi. Keberadaan berbagai fasilitas di
dalamnya, termasuk perangkat teknologi seperti IFP, semakin memperluas fungsi
perpustakaan sebagai ruang yang dapat dimanfaatkan untuk kegiatan pembelajaran,
pengembangan kompetensi guru, maupun berbagai aktivitas pendidikan lainnya.
Selain
melakukan pengecekan terhadap fasilitas yang digunakan dalam aktivitas
sehari-hari, kegiatan tersebut juga mencakup sarana dan prasarana berupa tanah
MTs Negeri 7 Bantul yang sebelumnya bersumber dari Komite Madrasah dan telah
dihibahkan kepada Kementerian Agama melalui Kanwil Kementerian Agama Daerah
Istimewa Yogyakarta. Hal tersebut menjadi bagian dari perhatian dalam melihat
pengelolaan aset dan sarana prasarana madrasah secara menyeluruh.
Kepala
MTs Negeri 7 Bantul, Hidayat, menyampaikan bahwa kegiatan pengecekan yang
dilakukan oleh Kanwil Kemenag DIY menjadi kesempatan penting bagi madrasah
untuk melihat kembali kondisi fasilitas sekaligus memastikan pemanfaatannya
benar-benar mendukung peningkatan kualitas layanan.
“Kami
menyambut baik kegiatan pengecekan ini karena menjadi kesempatan bagi kami
untuk melihat kembali apakah fasilitas yang ada sudah dimanfaatkan secara
optimal dalam mendukung layanan madrasah. Bagi kami, sarana dan prasarana bukan
hanya tentang bagaimana fasilitas itu tersedia, tetapi yang lebih penting
adalah bagaimana fasilitas tersebut dapat memberikan manfaat dan mendukung
kebutuhan warga madrasah,” ujar Hidayat.
Menurutnya,
keberadaan sarana prasarana yang baik perlu diiringi dengan pengelolaan dan
pemanfaatan yang tepat. Fasilitas yang tersedia harus mampu memberikan dukungan
terhadap proses pembelajaran, pengembangan kompetensi guru, pelayanan
administrasi, maupun berbagai kegiatan pendukung lainnya.
“Kami
akan terus berupaya agar fasilitas yang dimiliki MTs Negeri 7 Bantul dapat
dimanfaatkan sebaik mungkin. Termasuk perpustakaan dan berbagai fasilitas
pendukung lainnya, semuanya harus diarahkan untuk memberikan layanan yang
semakin baik bagi siswa, guru, dan seluruh warga madrasah,” imbuhnya.
Sementara
itu, Kepala Tata Usaha MTs Negeri 7 Bantul, Merry Kristiana Dessi, mengatakan
bahwa pengecekan secara langsung dari Kanwil Kemenag DIY menjadi hal yang
positif bagi madrasah. Menurutnya, kunjungan tersebut dapat menjadi sarana
evaluasi sekaligus mendapatkan masukan untuk meningkatkan pengelolaan fasilitas
dan layanan.
“Hari
ini saya bersama Bapak Kepala Madrasah menerima tamu dari Kanwil Kemenag DIY
terkait pengecekan fasilitas dan layanan madrasah. Kami merasa terbantu dengan
adanya pengecekan secara langsung karena kami dapat melihat kembali hal-hal
yang sudah berjalan dengan baik maupun bagian yang masih perlu ditingkatkan,”
jelas Merry.
Merry
menambahkan bahwa pengelolaan sarana prasarana harus berjalan seiring dengan
peningkatan kualitas layanan. Menurutnya, fasilitas yang tersedia akan memiliki
nilai lebih ketika mampu dimanfaatkan secara optimal oleh warga madrasah.
“Kami
ingin setiap fasilitas yang ada memiliki fungsi dan manfaat yang jelas. Tidak
hanya tertata dan terpelihara, tetapi juga benar-benar digunakan untuk
mendukung aktivitas warga madrasah. Termasuk perpustakaan, kami terus berupaya
agar ruang dan fasilitas yang ada dapat memberikan layanan yang semakin baik
dan mendukung kegiatan pembelajaran maupun pengembangan kompetensi guru,”
tambahnya.
Pemanfaatan
IFP dalam pelatihan guru yang berlangsung di perpustakaan menjadi salah satu
contoh nyata pemanfaatan fasilitas tersebut. Kehadiran Abd. Su'ud dan
Saniyyatuz Zulfa yang turut melihat aktivitas tersebut memberikan gambaran
bahwa fasilitas madrasah dapat dikembangkan dan dimanfaatkan secara lebih luas
sesuai dengan kebutuhan pendidikan.
Kegiatan
pengecekan berlangsung dalam suasana komunikatif. Selain melihat kondisi
fasilitas secara langsung, kunjungan tersebut juga menjadi momentum untuk
memperkuat koordinasi antara MTs Negeri 7 Bantul dengan Kanwil Kementerian
Agama Daerah Istimewa Yogyakarta dalam pengelolaan sarana prasarana, aset,
serta peningkatan kualitas layanan madrasah.
Melalui kegiatan tersebut, MTs Negeri 7 Bantul berkomitmen untuk terus menjaga, mengelola, dan mengoptimalkan seluruh fasilitas yang dimiliki. Sarana prasarana diharapkan tidak hanya memenuhi kebutuhan secara fisik, tetapi mampu menjadi bagian penting dalam menghadirkan layanan madrasah yang nyaman, efektif, adaptif, dan semakin berkualitas bagi seluruh warga madrasah.(riza)



Tidak ada komentar
Posting Komentar