Header Ads

ad728
  • Breaking News

    Libatkan Siswa Tentukan Koleksi Baru, Ma7uba Lib MTs Negeri 7 Bantul Gelar Diskusi Usulan Buku Tahun Ajaran 2026/2027

    Bantul (MTsN 7 Bantul) – Perpustakaan Ma7uba Lib MTs Negeri 7 Bantul terus berinovasi dalam meningkatkan kualitas layanan kepada pemustaka. Salah satunya dengan melibatkan peserta didik secara langsung dalam menentukan koleksi bacaan yang akan diadakan pada Tahun Ajaran 2026/2027. Hal tersebut diwujudkan melalui kegiatan Diskusi Usulan Buku Koleksi Perpustakaan yang dilaksanakan Selasa (04/08) pukul 10.15 WIB di Ruang Perpustakaan MTs Negeri 7 Bantul.



    Kegiatan dipimpin langsung oleh Kepala Perpustakaan MTs Negeri 7 Bantul, Riza Alfian, dan diikuti siswa-siswi kelas VII, VIII, serta IX yang memiliki minat tinggi terhadap kegiatan membaca. Sebelum pelaksanaan diskusi, para peserta telah diminta mengisi formulir usulan buku selama beberapa hari sebelumnya sebagai bahan pembahasan bersama.

    Dalam forum tersebut, setiap usulan buku didiskusikan secara terbuka. Para siswa diberikan kesempatan menyampaikan alasan mengapa sebuah buku layak menjadi koleksi perpustakaan. Selanjutnya, usulan-usulan tersebut dipilah dan dicermati bersama dengan mempertimbangkan nilai edukatif, manfaat bagi peserta didik, kesesuaian dengan kebutuhan literasi, serta memastikan koleksi yang dipilih bebas dari unsur yang mengandung SARA, kekerasan, maupun konten negatif lainnya.

    Dalam keterangannya, Kepala Perpustakaan MTs Negeri 7 Bantul, Riza Alfian, mengatakan bahwa pelibatan siswa dalam proses pengadaan koleksi merupakan salah satu upaya agar perpustakaan semakin dekat dengan kebutuhan para pemustaka.

    "Hari ini kami mengumpulkan siswa-siswi mulai dari kelas VII hingga IX untuk berdiskusi mengenai buku-buku terbaru yang layak menjadi koleksi Perpustakaan Ma7uba Lib pada Tahun Ajaran 2026/2027. Kami ingin mendengar langsung aspirasi mereka karena merekalah pengguna utama perpustakaan. Dengan cara ini, koleksi yang kami hadirkan benar-benar sesuai dengan minat baca peserta didik sekaligus mengikuti perkembangan buku-buku terbaru," ujar Riza Alfian.

    Ia menambahkan bahwa setiap usulan tidak serta-merta langsung dibeli, melainkan melalui proses seleksi bersama agar koleksi yang dihadirkan tetap berkualitas.

    "Kami bersama-sama memilah setiap usulan berdasarkan manfaat, kualitas isi, serta kesesuaiannya dengan dunia pendidikan. Apabila terdapat usulan buku yang mengandung unsur SARA, kekerasan, atau nilai-nilai yang kurang sesuai dengan karakter pendidikan madrasah, tentu tidak akan kami jadikan prioritas. Sebaliknya, kami ingin menghadirkan koleksi yang menarik, inspiratif, dan mampu memperkaya wawasan peserta didik," tambahnya.

    Menurut Riza Alfian, perpustakaan modern tidak hanya berfungsi sebagai tempat menyimpan buku, tetapi juga menjadi ruang kolaborasi antara pengelola dan pemustaka dalam mengembangkan budaya literasi.

    "Harapan kami sederhana, ketika siswa datang ke Perpustakaan Ma7uba Lib mereka merasa koleksinya selalu terbaru, ruangannya nyaman, bersih, dan menyenangkan untuk belajar maupun membaca. Jika perpustakaan mampu memberikan pengalaman yang positif, maka minat baca siswa akan tumbuh dengan sendirinya. Itulah yang terus kami bangun di MTs Negeri 7 Bantul," pungkasnya.

    Melalui kegiatan ini, Perpustakaan Ma7uba Lib MTs Negeri 7 Bantul menunjukkan komitmennya untuk terus menghadirkan layanan yang inovatif, partisipatif, dan berorientasi pada kebutuhan pemustaka. Pelibatan siswa dalam penyusunan koleksi diharapkan mampu meningkatkan budaya literasi sekaligus menjadikan perpustakaan sebagai ruang belajar yang hidup, adaptif terhadap perkembangan zaman, dan semakin dicintai oleh seluruh warga madrasah.(riza)

    Tidak ada komentar

    Post Top Ad

    ad728

    Post Bottom Ad

    ad728