Libatkan Siswa Tentukan Koleksi Baru, Ma7uba Lib MTs Negeri 7 Bantul Gelar Diskusi Usulan Buku Tahun Ajaran 2026/2027
Bantul (MTsN 7 Bantul) – Perpustakaan Ma7uba Lib MTs Negeri 7 Bantul terus berinovasi dalam meningkatkan kualitas layanan kepada pemustaka. Salah satunya dengan melibatkan peserta didik secara langsung dalam menentukan koleksi bacaan yang akan diadakan pada Tahun Ajaran 2026/2027. Hal tersebut diwujudkan melalui kegiatan Diskusi Usulan Buku Koleksi Perpustakaan yang dilaksanakan Selasa (04/08) pukul 10.15 WIB di Ruang Perpustakaan MTs Negeri 7 Bantul.
Kegiatan
dipimpin langsung oleh Kepala Perpustakaan MTs Negeri 7 Bantul, Riza Alfian,
dan diikuti siswa-siswi kelas VII, VIII, serta IX yang memiliki minat tinggi
terhadap kegiatan membaca. Sebelum pelaksanaan diskusi, para peserta telah
diminta mengisi formulir usulan buku selama beberapa hari sebelumnya sebagai
bahan pembahasan bersama.
Dalam
forum tersebut, setiap usulan buku didiskusikan secara terbuka. Para siswa
diberikan kesempatan menyampaikan alasan mengapa sebuah buku layak menjadi
koleksi perpustakaan. Selanjutnya, usulan-usulan tersebut dipilah dan dicermati
bersama dengan mempertimbangkan nilai edukatif, manfaat bagi peserta didik,
kesesuaian dengan kebutuhan literasi, serta memastikan koleksi yang dipilih
bebas dari unsur yang mengandung SARA, kekerasan, maupun konten negatif
lainnya.
Dalam keterangannya,
Kepala Perpustakaan MTs Negeri 7 Bantul, Riza Alfian, mengatakan bahwa
pelibatan siswa dalam proses pengadaan koleksi merupakan salah satu upaya agar
perpustakaan semakin dekat dengan kebutuhan para pemustaka.
"Hari
ini kami mengumpulkan siswa-siswi mulai dari kelas VII hingga IX untuk
berdiskusi mengenai buku-buku terbaru yang layak menjadi koleksi Perpustakaan
Ma7uba Lib pada Tahun Ajaran 2026/2027. Kami ingin mendengar langsung aspirasi
mereka karena merekalah pengguna utama perpustakaan. Dengan cara ini, koleksi
yang kami hadirkan benar-benar sesuai dengan minat baca peserta didik sekaligus
mengikuti perkembangan buku-buku terbaru," ujar
Riza Alfian.
Ia
menambahkan bahwa setiap usulan tidak serta-merta langsung dibeli, melainkan
melalui proses seleksi bersama agar koleksi yang dihadirkan tetap berkualitas.
"Kami
bersama-sama memilah setiap usulan berdasarkan manfaat, kualitas isi, serta
kesesuaiannya dengan dunia pendidikan. Apabila terdapat usulan buku yang
mengandung unsur SARA, kekerasan, atau nilai-nilai yang kurang sesuai dengan
karakter pendidikan madrasah, tentu tidak akan kami jadikan prioritas.
Sebaliknya, kami ingin menghadirkan koleksi yang menarik, inspiratif, dan mampu
memperkaya wawasan peserta didik," tambahnya.
Menurut
Riza Alfian, perpustakaan modern tidak hanya berfungsi sebagai tempat menyimpan
buku, tetapi juga menjadi ruang kolaborasi antara pengelola dan pemustaka dalam
mengembangkan budaya literasi.
"Harapan
kami sederhana, ketika siswa datang ke Perpustakaan Ma7uba Lib mereka merasa
koleksinya selalu terbaru, ruangannya nyaman, bersih, dan menyenangkan untuk
belajar maupun membaca. Jika perpustakaan mampu memberikan pengalaman yang
positif, maka minat baca siswa akan tumbuh dengan sendirinya. Itulah yang terus
kami bangun di MTs Negeri 7 Bantul," pungkasnya.
Melalui kegiatan ini, Perpustakaan Ma7uba Lib MTs Negeri 7 Bantul menunjukkan komitmennya untuk terus menghadirkan layanan yang inovatif, partisipatif, dan berorientasi pada kebutuhan pemustaka. Pelibatan siswa dalam penyusunan koleksi diharapkan mampu meningkatkan budaya literasi sekaligus menjadikan perpustakaan sebagai ruang belajar yang hidup, adaptif terhadap perkembangan zaman, dan semakin dicintai oleh seluruh warga madrasah.(riza)



Tidak ada komentar
Posting Komentar