MGMP PJOK MTs Bantul Gelar Pertemuan Strategis, Fokus Penyusunan Perangkat Pembelajaran KBC
Bantul (MTsN 7 Bantul) – Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) Madrasah Tsanawiyah se-Kabupaten Bantul menggelar pertemuan rutin yang bersifat strategis pada Senin, 10 Agustus 2026. Bertempat di Aula Barat MTs Negeri 1 Bantul, kegiatan ini dihadiri oleh para guru PJOK dari berbagai madrasah tsanawiyah di wilayah Bantul. Pertemuan yang berlangsung mulai pukul 12.00 hingga 15.00 WIB ini merupakan wujud komitmen bersama para pendidik untuk terus meningkatkan kualitas pembelajaran PJOK di tingkat madrasah.
Agenda
utama dalam pertemuan tersebut adalah penyusunan perangkat pembelajaran
berbasis Kurikulum Berbasis Cinta (KBC). Sebagai inovasi kurikuler yang sedang
dikembangkan, KBC menekankan integrasi nilai-nilai kasih sayang, empati, dan
kepedulian dalam setiap aspek pembelajaran, termasuk pada mata pelajaran yang
bersifat kinestetik seperti PJOK. Para guru secara kolaboratif merancang perangkat
pembelajaran, dan penilaian yang tidak hanya mengukur aspek keterampilan
motorik, tetapi juga membangun karakter siswa yang mencintai tubuhnya,
sesamanya, dan lingkungan sekitarnya melalui aktivitas jasmani.
Dipimpin oleh Ketua MGMP PJOK MTs Bantul, Dian Windiani Siwi, diskusi berlangsung dinamis dan penuh partisipasi aktif. Diawali dengan pembinaan oleh pengawas pembina Imam Samroni, M.Si. Setiap perwakilan madrasah memberikan masukan berdasarkan pengalaman lapangan mereka, sehingga perangkat yang disusun benar-benar kontekstual dan dapat diterapkan di berbagai kondisi sekolah. Fokus utama adalah bagaimana mengemas materi seperti atletik, senam, atau permainan bola menjadi media untuk menanamkan nilai sportivitas, kerja sama tim, dan rasa syukur atas anugerah tubuh yang sehat, sesuai dengan semangat KBC.
Pertemuan
ini juga menjadi ajang silaturahmi dan berbagi praktik baik (best practices)
antar-guru PJOK se-Bantul. Banyak ide kreatif bermunculan, seperti pemanfaatan
aplikasi digital untuk pelacakan kebugaran, modifikasi permainan tradisional
sebagai sarana inklusi sosial, hingga integrasi isu lingkungan dalam materi
aktivitas luar ruang. Kolaborasi semacam ini sangat penting untuk memastikan
bahwa implementasi KBC tidak hanya seragam di atas kertas, tetapi juga hidup
dan relevan dalam keseharian siswa di setiap madrasah.
Keberhasilan penyusunan perangkat pembelajaran ini diharapkan menjadi fondasi kuat bagi peningkatan mutu pendidikan jasmani di Kabupaten Bantul. Dengan memiliki panduan yang jelas dan berbasis nilai, para guru PJOK siap membimbing siswa tidak hanya menjadi pribadi yang tangguh secara fisik, tetapi juga memiliki jiwa yang penuh cinta dan integritas. MGMP PJOK Bantul berkomitmen untuk terus menjadi garda terdepan dalam inovasi pembelajaran yang menjawab tantangan zaman sekaligus memperkuat akar karakter generasi muda.(DWS)




Tidak ada komentar
Posting Komentar