MTsN 7 Bantul Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H: Mencintai Rasulullah, Meneladani Akhlaknya, Merawat Indonesia
Bantul (MTsN 7 Bantul) — Semangat cinta kepada Rasulullah SAW dan kecintaan terhadap negeri terpancar dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H yang diselenggarakan oleh MTs Negeri 7 Bantul pada Senin, 24 Agustus 2026. Bertempat di Hall MTs Negeri 7 Bantul, kegiatan dimulai sejak pukul 07.00 WIB dan diikuti oleh seluruh keluarga besar madrasah dengan penuh khidmat.
Peringatan
Maulid Nabi tahun ini mengusung tema “Mencintai Rasulullah, Meneladani
Akhlaknya, Merawat Indonesia” dengan tagline “Selawat untuk Negeri, Teladan
Nabi untuk Indonesia.” Tema tersebut menjadi refleksi sekaligus ajakan bagi
seluruh warga madrasah untuk menjadikan kecintaan kepada Rasulullah SAW sebagai
energi dalam membangun karakter dan menghadirkan akhlak mulia dalam kehidupan
sehari-hari.
Rangkaian
kegiatan diawali dengan pembacaan Maulid Nabi Muhammad SAW dan Mahalul Qiyam.
Lantunan selawat yang menggema di Hall MTs Negeri 7 Bantul menciptakan suasana
religius dan penuh haru. Seluruh peserta mengikuti rangkaian pembacaan dengan
khidmat sebagai bentuk ungkapan cinta dan penghormatan kepada Nabi Muhammad
SAW.
Mahalul
Qiyam menjadi salah satu momen yang begitu bermakna. Saat seluruh peserta
berdiri bersama sembari melantunkan selawat, suasana hall dipenuhi nuansa
kecintaan kepada Rasulullah SAW. Momentum tersebut diharapkan tidak hanya
menjadi kegiatan seremonial, tetapi mampu menumbuhkan rasa cinta yang lebih
mendalam kepada Nabi Muhammad SAW serta keinginan untuk mengikuti ajaran dan
keteladanan beliau.
Setelah
pembacaan Maulid dan Mahalul Qiyam, kegiatan dilanjutkan dengan sambutan Kepala
MTs Negeri 7 Bantul. Dalam sambutannya, Kepala Madrasah menyampaikan pentingnya
menjadikan peringatan Maulid Nabi sebagai momentum untuk memperkuat karakter
peserta didik melalui keteladanan akhlak Rasulullah SAW.
Rasulullah
SAW merupakan teladan terbaik dalam berbagai aspek kehidupan. Kejujuran,
kesabaran, kasih sayang, amanah, kepedulian, serta sikap menghargai sesama
merupakan nilai-nilai luhur yang perlu terus ditanamkan kepada generasi muda.
Nilai tersebut selaras dengan ikhtiar madrasah dalam membentuk peserta didik
yang tidak hanya unggul dalam pengetahuan, tetapi juga memiliki akhlak dan
kepribadian yang baik.
Kegiatan
kemudian dilanjutkan dengan tausiyah yang disampaikan oleh Bapak Faisal Chabib.
Dengan penyampaian yang menarik dan penuh pesan keteladanan, tausiyah mengajak
seluruh peserta untuk semakin mengenal, mencintai, dan meneladani kehidupan
Rasulullah Muhammad SAW.
Dalam
tausiyah tersebut, peserta diajak memahami bahwa mencintai Rasulullah SAW bukan
sekadar diwujudkan dengan memperbanyak selawat, tetapi juga dengan berusaha
menerapkan akhlak beliau dalam kehidupan nyata. Keteladanan Rasulullah dapat
dimulai dari hal-hal sederhana, seperti berkata jujur, menghormati orang lain,
menjaga persaudaraan, membantu sesama, bersikap santun, serta menjauhi perilaku
yang dapat merugikan orang lain.
Pesan
tersebut menjadi semakin relevan bagi generasi muda di tengah perkembangan
zaman yang begitu cepat. Peserta didik diharapkan mampu menjadikan Rasulullah
SAW sebagai figur teladan dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan,
sekaligus tetap memiliki kepedulian terhadap lingkungan, masyarakat, dan
bangsa.
Peringatan
Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H di MTs Negeri 7 Bantul juga menjadi momentum
untuk mempererat ukhuwah dan kebersamaan seluruh warga madrasah. Kebersamaan
dalam berselawat, menyimak tausiyah, dan mengikuti seluruh rangkaian kegiatan
menjadi bagian dari upaya membangun budaya madrasah yang religius, harmonis,
dan penuh cinta.
Melalui
peringatan ini, keluarga besar MTs Negeri 7 Bantul berharap kecintaan kepada
Rasulullah SAW semakin tumbuh dalam hati setiap peserta didik dan seluruh warga
madrasah. Lebih dari itu, kecintaan tersebut diharapkan mampu diwujudkan dalam
perilaku nyata: akhlak yang baik, kepedulian kepada sesama, menjaga persatuan,
serta berkontribusi dalam merawat Indonesia. Sebab, mencintai Rasulullah bukan
hanya tentang mengenang kelahirannya, tetapi tentang menghadirkan teladan
beliau dalam setiap langkah kehidupan.(Lisa)



Tidak ada komentar
Posting Komentar