Header Ads

ad728
  • Breaking News

    MTsN 7 Bantul Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H: Mencintai Rasulullah, Meneladani Akhlaknya, Merawat Indonesia

    Bantul (MTsN 7 Bantul) — Semangat cinta kepada Rasulullah SAW dan kecintaan terhadap negeri terpancar dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H yang diselenggarakan oleh MTs Negeri 7 Bantul pada Senin, 24 Agustus 2026. Bertempat di Hall MTs Negeri 7 Bantul, kegiatan dimulai sejak pukul 07.00 WIB dan diikuti oleh seluruh keluarga besar madrasah dengan penuh khidmat.



    Peringatan Maulid Nabi tahun ini mengusung tema “Mencintai Rasulullah, Meneladani Akhlaknya, Merawat Indonesia” dengan tagline “Selawat untuk Negeri, Teladan Nabi untuk Indonesia.” Tema tersebut menjadi refleksi sekaligus ajakan bagi seluruh warga madrasah untuk menjadikan kecintaan kepada Rasulullah SAW sebagai energi dalam membangun karakter dan menghadirkan akhlak mulia dalam kehidupan sehari-hari.

    Rangkaian kegiatan diawali dengan pembacaan Maulid Nabi Muhammad SAW dan Mahalul Qiyam. Lantunan selawat yang menggema di Hall MTs Negeri 7 Bantul menciptakan suasana religius dan penuh haru. Seluruh peserta mengikuti rangkaian pembacaan dengan khidmat sebagai bentuk ungkapan cinta dan penghormatan kepada Nabi Muhammad SAW.

    Mahalul Qiyam menjadi salah satu momen yang begitu bermakna. Saat seluruh peserta berdiri bersama sembari melantunkan selawat, suasana hall dipenuhi nuansa kecintaan kepada Rasulullah SAW. Momentum tersebut diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi mampu menumbuhkan rasa cinta yang lebih mendalam kepada Nabi Muhammad SAW serta keinginan untuk mengikuti ajaran dan keteladanan beliau.

    Setelah pembacaan Maulid dan Mahalul Qiyam, kegiatan dilanjutkan dengan sambutan Kepala MTs Negeri 7 Bantul. Dalam sambutannya, Kepala Madrasah menyampaikan pentingnya menjadikan peringatan Maulid Nabi sebagai momentum untuk memperkuat karakter peserta didik melalui keteladanan akhlak Rasulullah SAW.

    Rasulullah SAW merupakan teladan terbaik dalam berbagai aspek kehidupan. Kejujuran, kesabaran, kasih sayang, amanah, kepedulian, serta sikap menghargai sesama merupakan nilai-nilai luhur yang perlu terus ditanamkan kepada generasi muda. Nilai tersebut selaras dengan ikhtiar madrasah dalam membentuk peserta didik yang tidak hanya unggul dalam pengetahuan, tetapi juga memiliki akhlak dan kepribadian yang baik.

    Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan tausiyah yang disampaikan oleh Bapak Faisal Chabib. Dengan penyampaian yang menarik dan penuh pesan keteladanan, tausiyah mengajak seluruh peserta untuk semakin mengenal, mencintai, dan meneladani kehidupan Rasulullah Muhammad SAW.

    Dalam tausiyah tersebut, peserta diajak memahami bahwa mencintai Rasulullah SAW bukan sekadar diwujudkan dengan memperbanyak selawat, tetapi juga dengan berusaha menerapkan akhlak beliau dalam kehidupan nyata. Keteladanan Rasulullah dapat dimulai dari hal-hal sederhana, seperti berkata jujur, menghormati orang lain, menjaga persaudaraan, membantu sesama, bersikap santun, serta menjauhi perilaku yang dapat merugikan orang lain.

    Pesan tersebut menjadi semakin relevan bagi generasi muda di tengah perkembangan zaman yang begitu cepat. Peserta didik diharapkan mampu menjadikan Rasulullah SAW sebagai figur teladan dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan, sekaligus tetap memiliki kepedulian terhadap lingkungan, masyarakat, dan bangsa.

    Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H di MTs Negeri 7 Bantul juga menjadi momentum untuk mempererat ukhuwah dan kebersamaan seluruh warga madrasah. Kebersamaan dalam berselawat, menyimak tausiyah, dan mengikuti seluruh rangkaian kegiatan menjadi bagian dari upaya membangun budaya madrasah yang religius, harmonis, dan penuh cinta.

    Melalui peringatan ini, keluarga besar MTs Negeri 7 Bantul berharap kecintaan kepada Rasulullah SAW semakin tumbuh dalam hati setiap peserta didik dan seluruh warga madrasah. Lebih dari itu, kecintaan tersebut diharapkan mampu diwujudkan dalam perilaku nyata: akhlak yang baik, kepedulian kepada sesama, menjaga persatuan, serta berkontribusi dalam merawat Indonesia. Sebab, mencintai Rasulullah bukan hanya tentang mengenang kelahirannya, tetapi tentang menghadirkan teladan beliau dalam setiap langkah kehidupan.(Lisa)

    Tidak ada komentar

    Post Top Ad

    ad728

    Post Bottom Ad

    ad728