Perpustakaan Ma7uba Lib Sosialisasikan Lomba Mading Kelas, Dorong Kreativitas dan Literasi Siswa Sepanjang Tahun
Bantul (MTsN 7 Bantul) – Perpustakaan Ma7uba Lib MTs Negeri 7 Bantul kembali menghidupkan semangat kreativitas dan literasi peserta didik melalui Lomba Majalah Dinding (Mading) Kelas Tahun Ajaran 2026/2027. Sebagai langkah awal, Kepala Perpustakaan MTs Negeri 7 Bantul, Riza Alfian, mengumpulkan para ketua dan wakil ketua kelas untuk mengikuti sosialisasi pelaksanaan lomba di Ruang Perpustakaan MTs Negeri 7 Bantul, Jumat (14/08/2026).
Kegiatan
dimulai pukul 07.00 WIB dan diikuti oleh Kepala Perpustakaan, Pustakawan,
Pengadministrasi Perpustakaan, serta ketua dan wakil ketua kelas VII, VIII, dan
IX.
Lomba
Mading Kelas menjadi salah satu program yang terus dikembangkan Perpustakaan
MTs Negeri 7 Bantul selama kepemimpinan Riza Alfian. Kegiatan tersebut
dilaksanakan secara triwulanan dalam satu tahun ajaran, sehingga setiap kelas
memiliki kesempatan untuk menghadirkan karya dan tema baru secara berkala.
Dalam
pelaksanaannya, periode lomba dibagi menjadi empat tahap, yakni Juli–September,
Oktober–Desember, Januari–Maret, serta April–Juni. Dengan demikian, dalam satu
tahun ajaran terdapat empat tema dan periode penilaian Mading Kelas.
Kepala
Perpustakaan MTs Negeri 7 Bantul, Riza Alfian, mengatakan bahwa sosialisasi
dilakukan untuk memastikan seluruh kelas memahami aturan dan tujuan pelaksanaan
lomba, khususnya bagi peserta didik kelas VII yang baru pertama kali mengikuti
program tersebut.
“Lomba
Mading ini bukan sekadar membuat hiasan di dinding kelas. Kami ingin anak-anak
belajar bagaimana menuangkan ide, mencari informasi, menulis, menyusun berita
atau artikel, sekaligus mengemasnya menjadi sebuah karya yang menarik. Karena
itu, setiap kelas harus memahami unsur-unsur yang ada dalam Mading agar karya
yang dibuat tidak hanya bagus secara tampilan, tetapi juga memiliki nilai
literasi,” jelas Riza.
Dalam
sosialisasi tersebut, Riza menjelaskan berbagai ketentuan lomba, mulai dari
mekanisme pelaksanaan, pembagian periode, tema, hingga unsur-unsur yang perlu
diperhatikan dalam penyusunan Mading. Para peserta juga diberikan pemahaman
mengenai pentingnya memperhatikan isi, kreativitas, keterbacaan, kerapian,
komposisi, serta kesesuaian karya dengan tema yang ditentukan.
Penjelasan
lebih mendalam diberikan kepada siswa kelas VII. Sebagai peserta didik baru,
mereka mendapatkan gambaran mengenai konsep Lomba Mading yang akan menjadi
bagian dari aktivitas kelas selama menempuh pendidikan di MTs Negeri 7 Bantul.
“Untuk kelas VII memang kami berikan penjelasan lebih detail karena ini pengalaman baru bagi mereka. Harapannya setelah sosialisasi ini, mereka bisa langsung berdiskusi dengan teman-teman sekelas dan mulai merancang Mading dengan kreativitas masing-masing,” tambah Riza.
Menurutnya,
pelaksanaan lomba secara berkala juga menjadi cara untuk menjaga keberlanjutan
aktivitas literasi di madrasah. Siswa tidak hanya membaca koleksi yang tersedia
di perpustakaan, tetapi juga didorong untuk menulis, mengolah informasi,
menyampaikan gagasan, dan menghasilkan karya.
Selain
menjadi media literasi, Mading juga diharapkan mampu menjadi ruang kolaborasi
antarsiswa. Setiap anggota kelas dapat mengambil peran sesuai kemampuan, mulai
dari mencari bahan, menulis, membuat ilustrasi, mendesain, hingga menata
tampilan Mading.
Dengan adanya sosialisasi tersebut, Perpustakaan Ma7uba Lib berharap Lomba Mading Kelas Tahun Ajaran 2026/2027 dapat berjalan semakin kreatif dan kompetitif. Lebih dari sekadar perlombaan, kegiatan ini diharapkan menjadi ruang tumbuh bagi budaya membaca, menulis, berkarya, dan berkolaborasi di lingkungan MTs Negeri 7 Bantul.(riza)

.jpeg)


Tidak ada komentar
Posting Komentar