PKM Piyungan Serahkan Tablet Tambah Darah ke MTsN 7 Bantul, Dukung Kesehatan Siswi Kelas VII, VIII, dan IX
Bantul (MTsN 7 Bantul) – Dalam upaya mendukung kesehatan remaja putri dan mencegah anemia di lingkungan pendidikan, Puskesmas (PKM) Piyungan menyerahkan bantuan Tablet Tambah Darah (TTD) kepada MTs Negeri 7 Bantul pada hari Jumat, 28 Agustus 2026. Penyerahan secara simbolis diterima langsung oleh petugas UKS MTsN 7 Bantul, Dian Windiani Siwi, yang akan bertanggung jawab atas distribusi dan pemantauan konsumsi tablet tersebut. Kegiatan ini merupakan wujud kolaborasi lintas sektor antara fasilitas kesehatan dan madrasah dalam menjaga kualitas hidup peserta didik, khususnya siswi yang berada dalam masa pertumbuhan pesat.
Tablet
Tambah Darah yang diserahkan kali ini diperuntukkan khusus bagi seluruh siswa
perempuan kelas VII, VIII, dan IX MTsN 7 Bantul untuk periode konsumsi bulan
September dan Oktober 2026. Sesuai dengan protokol Kementerian Kesehatan,
setiap siswi akan menerima satu tablet tambah darah setiap minggunya selama dua
bulan tersebut. Program ini menargetkan ratusan siswi aktif di madrasah
tersebut, mengingat prevalensi anemia pada remaja putri masih menjadi perhatian
serius karena dapat berdampak pada konsentrasi belajar, kebugaran fisik, serta
kesehatan reproduksi jangka panjang.
Juwarto,
selaku penanggung jawab UKS menyatakan apresiasi tinggi atas dukungan PKM
Piyungan yang konsisten menyediakan suplemen gizi penting bagi warga madrasah.
"Kehadiran TTD ini sangat berarti, terutama bagi siswi kami yang sedang
mengalami menstruasi dan membutuhkan asupan zat besi ekstra. Kami berkomitmen
tidak hanya membagikan, tetapi juga mengedukasi dan mendampingi mereka agar
minum tablet secara rutin dan benar," ujar Dian. Pihak UKS juga telah
menyiapkan jadwal monitoring dan pencatatan konsumsi untuk memastikan
efektivitas program serta mendeteksi dini jika ada efek samping atau kendala
dalam pelaksanaan.
Penyerahan
TTD ini sejalan dengan visi MTsN 7 Bantul sebagai madrasah yang peduli terhadap
kesehatan holistik warganya. Selain aspek akademik, madrasah menyadari bahwa
status gizi dan kesehatan darah yang baik adalah fondasi utama bagi prestasi
belajar dan pembentukan karakter tangguh. Dengan intervensi preventif seperti
pemberian TTD, diharapkan angka absensi akibat sakit atau kelelahan pada siswi
dapat ditekan, sehingga proses pembelajaran berjalan lebih optimal. Dukungan
dari puskesmas juga memperkuat posisi sekolah sebagai mitra strategis dalam
pembangunan kesehatan masyarakat di tingkat dasar.
Ke depan, MTsN 7 Bantul berencana melanjutkan kemitraan dengan PKM Piyungan melalui kegiatan penyuluhan kesehatan reproduksi dan gizi seimbang yang terintegrasi dengan kurikulum PJOK dan IPA. Evaluasi terhadap program TTD akan dilakukan pada akhir Oktober 2026 untuk mengukur peningkatan kadar hemoglobin siswi serta tingkat kepatuhan konsumsi. Keberhasilan program ini diharapkan dapat menjadi model best practice bagi madrasah lain di Kabupaten Bantul, sekaligus menegaskan komitmen bersama dalam mencetak generasi remaja yang sehat, cerdas, dan berprestasi.(DWS)



Tidak ada komentar
Posting Komentar