Praktikum Fisika Kreatif, Guru IPA MTsN 7 Bantul Belajar Eksperimen dengan Alat Sederhana
Bantul (MTsN 7 Bantul) – Guru IPA MTsN 7 Bantul mengikuti pelatihan “Funphysics Practicum: Meningkatkan Keterampilan Guru dalam Merancang Praktikum Fisika Kreatif Berbasis Alat Sederhana” di Laboratorium Fisika Sekolah, Gedung Lab Terpadu Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Kampus 4, Jalan Ahmad Yani (Ringroad Selatan), Tamanan, Banguntapan, Bantul, Rabu (12/7/2026). Kegiatan yang berlangsung pukul 12.30–15.30 WIB tersebut menjadi sarana peningkatan kompetensi guru dalam merancang pembelajaran fisika yang kreatif, aplikatif, dan memanfaatkan alat sederhana.
Kegiatan diikuti anggota Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) IPA MTs
Kabupaten Bantul, termasuk empat guru IPA MTsN 7 Bantul, yaitu Nurhidayati, Dwi
Hartati, Sri Wahyuningsih, dan Susilowati. Pelatihan menghadirkan Eko
Nursulistiyo, dosen Pendidikan Fisika Universitas Ahmad Dahlan, sebagai
narasumber.
Dalam pelatihan, guru tidak hanya mendapatkan penjelasan konsep fisika,
tetapi juga diajak mengenal dan mempraktikkan sejumlah eksperimen sederhana
yang dapat diterapkan dalam pembelajaran. Beberapa kegiatan yang diperkenalkan
antara lain membuat mainan kesetimbangan menggunakan tusuk sate dan playdough
untuk memahami konsep titik berat. Materi tersebut menunjukkan bahwa penambahan
playdough dapat menggeser titik berat benda sehingga memengaruhi
keseimbangannya.
Peserta juga mempraktikkan percobaan kentang yang ditusuk menggunakan
sumpit dan dipukul dengan palu sebagai ilustrasi Hukum I Newton atau hukum
kelembaman. Melalui percobaan tersebut, guru diajak memahami bahwa benda
mempertahankan keadaan diam atau geraknya apabila tidak ada gaya luar yang
memengaruhinya.
Eksperimen lainnya berupa saringan tak tembus air yang digunakan untuk
menunjukkan konsep tegangan permukaan air. Percobaan tersebut menjelaskan
bagaimana gaya kohesi antarmolekul air membentuk lapisan pada permukaan
sehingga air dapat tertahan pada lubang-lubang kecil saringan.
Selain itu, peserta mempelajari percobaan kesetimbangan statis dan pusat
massa menggunakan kaleng minuman. Kaleng yang diisi sekitar sepertiga bagian
air kemudian diletakkan dalam posisi miring. Percobaan tersebut menunjukkan
bahwa posisi pusat massa berpengaruh terhadap kestabilan benda dan memungkinkan
kaleng berada dalam kondisi kesetimbangan statis.
Ketua MGMP IPA MTs Kabupaten Bantul, Joko Setiawan,
menyampaikan apresiasi kepada UAD atas kerja sama yang telah
terjalin dalam mendukung peningkatan kompetensi guru IPA.
“Terima kasih kepada UAD atas kerja sama yang baik selama ini. Semoga
ilmu yang diberikan bisa diterapkan di madrasah masing-masing. Mohon maaf juga
jika kehadiran kami ada hal yang kurang berkenan,” ungkap Joko dalam
sambutannya.
Menurut Joko, kegiatan pelatihan semacam ini penting untuk memberikan
pengalaman langsung kepada guru dalam mengembangkan praktikum yang tidak selalu
bergantung pada peralatan laboratorium yang kompleks. Pemanfaatan alat
sederhana diharapkan dapat membuat pembelajaran fisika lebih menarik dan mudah
dikaitkan dengan fenomena yang dijumpai peserta didik dalam kehidupan
sehari-hari.
Bagi guru IPA MTsN 7 Bantul, kegiatan tersebut menjadi kesempatan untuk memperkaya referensi praktikum yang dapat dikembangkan di madrasah. Berbagai eksperimen sederhana yang diperkenalkan dapat menjadi alternatif dalam menciptakan pembelajaran fisika yang lebih aktif, menyenangkan, dan berorientasi pada pengalaman langsung.
Melalui Funphysics Practicum, guru diharapkan semakin terampil merancang kegiatan praktikum kreatif dengan memanfaatkan bahan dan alat yang mudah diperoleh. Dengan demikian, konsep-konsep fisika tidak hanya dipelajari secara teoritis, tetapi dapat dipahami peserta didik melalui kegiatan eksperimen yang sederhana, menarik, dan bermakna.(Ida)



Tidak ada komentar
Posting Komentar