Header Ads

ad728
  • Breaking News

    Samakan Persepsi, MGMP Pendidikan Pancasila Siap Menyusun Modul Ajar Semester II

    Bantul (MTs N 7 Bantul) - Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Pendidikan Pancasila menggelar pertemuan untuk menyamakan persepsi sekaligus mempersiapkan penyusunan Modul Ajar Pendidikan Pancasila untuk semester II. Kegiatan tersebut berlangsung di Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 2 Bantul, Senin (24/8/2026), mulai pukul 11.00 WIB hingga selesai.



    Pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya MGMP Pendidikan Pancasila dalam meningkatkan kualitas perencanaan pembelajaran di madrasah. Fokus utama kegiatan adalah menyusun modul ajar yang dapat digunakan sebagai pedoman pembelajaran dengan tetap memperhatikan karakteristik, kebutuhan, serta kondisi peserta didik di masing-masing madrasah.

    Dalam pembahasan, para guru Pendidikan Pancasila menyepakati pembagian tugas penyusunan modul ajar untuk kelas VII, VIII, dan IX. Pembagian tersebut diharapkan dapat mempercepat proses penyusunan sekaligus memberikan kesempatan kepada setiap guru untuk berkontribusi sesuai kompetensi dan pengalaman yang dimiliki.

    Modul ajar yang disusun akan mengintegrasikan Kurikulum Berbasis Cinta dan pendekatan deep learning atau pembelajaran mendalam. Integrasi tersebut diharapkan dapat menghadirkan pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada penguasaan materi, tetapi juga mendorong peserta didik memahami makna pembelajaran secara lebih mendalam, relevan dengan kehidupan, serta mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

    Dalam kesepakatan MGMP, isi dan pengembangan modul ajar tidak harus dibuat seragam secara keseluruhan. Guru diberikan ruang untuk menyesuaikan modul dengan kebutuhan dan kondisi madrasah masing-masing. Penyesuaian tersebut dapat dilakukan dengan memasukkan program atau karakteristik khusus yang dikembangkan di madrasah, seperti program Adiwiyata, kegiatan penguatan karakter, budaya madrasah, maupun program lain yang relevan dengan tujuan pembelajaran.

    Ketua MGMP Pendidikan Pancasila, Rahmi Prabawaty, menegaskan pentingnya komitmen guru dalam memberikan layanan pembelajaran terbaik bagi peserta didik. Menurutnya, salah satu bentuk komitmen tersebut dapat diwujudkan melalui penyusunan modul ajar yang benar-benar sesuai dengan kondisi peserta didik.

    “Kita sebagai guru harus bisa memberikan yang terbaik untuk murid-murid kita. Salah satu caranya adalah dengan menyusun modul ajar yang sesuai dengan keadaan anak-anak,” tegas Rahmi.

    Pernyataan tersebut menjadi penegasan bahwa perangkat pembelajaran tidak semestinya hanya menjadi dokumen administratif, tetapi perlu dirancang sebagai instrumen yang membantu guru menghadirkan pembelajaran yang kontekstual dan bermakna. Dengan mempertimbangkan karakteristik peserta didik, guru diharapkan dapat menentukan strategi, aktivitas, serta pengalaman belajar yang lebih sesuai dengan kebutuhan mereka.

    Melalui pertemuan tersebut, MGMP Pendidikan Pancasila berharap proses penyusunan modul ajar semester II dapat berjalan secara terarah dan kolaboratif. Pembagian tugas yang telah disepakati selanjutnya menjadi dasar bagi guru untuk menyusun modul sesuai jenjang kelas masing-masing dengan tetap mengacu pada prinsip Kurikulum Berbasis Cinta dan pembelajaran mendalam.

    Kegiatan ini sekaligus menunjukkan komitmen MGMP Pendidikan Pancasila untuk terus membangun kolaborasi antarpendidik dalam meningkatkan mutu pembelajaran. Dengan modul ajar yang disusun secara kontekstual, adaptif, dan sesuai kebutuhan peserta didik, pembelajaran Pendidikan Pancasila diharapkan semakin relevan serta mampu memberikan pengalaman belajar yang bermakna bagi siswa di madrasah masing-masing.(ery)

    Tidak ada komentar

    Post Top Ad

    ad728

    Post Bottom Ad

    ad728