Samakan Persepsi, MGMP Pendidikan Pancasila Siap Menyusun Modul Ajar Semester II
Bantul (MTs N 7 Bantul) - Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Pendidikan Pancasila menggelar pertemuan untuk menyamakan persepsi sekaligus mempersiapkan penyusunan Modul Ajar Pendidikan Pancasila untuk semester II. Kegiatan tersebut berlangsung di Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 2 Bantul, Senin (24/8/2026), mulai pukul 11.00 WIB hingga selesai.
Pertemuan tersebut
menjadi bagian dari upaya MGMP Pendidikan Pancasila dalam meningkatkan kualitas
perencanaan pembelajaran di madrasah. Fokus utama kegiatan adalah menyusun
modul ajar yang dapat digunakan sebagai pedoman pembelajaran dengan tetap
memperhatikan karakteristik, kebutuhan, serta kondisi peserta didik di
masing-masing madrasah.
Dalam pembahasan, para
guru Pendidikan Pancasila menyepakati pembagian tugas penyusunan modul ajar
untuk kelas VII, VIII, dan IX. Pembagian tersebut diharapkan dapat mempercepat
proses penyusunan sekaligus memberikan kesempatan kepada setiap guru untuk berkontribusi
sesuai kompetensi dan pengalaman yang dimiliki.
Modul ajar yang disusun
akan mengintegrasikan Kurikulum Berbasis Cinta dan pendekatan deep learning
atau pembelajaran mendalam. Integrasi tersebut diharapkan dapat menghadirkan
pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada penguasaan materi, tetapi juga
mendorong peserta didik memahami makna pembelajaran secara lebih mendalam,
relevan dengan kehidupan, serta mampu menerapkannya dalam kehidupan
sehari-hari.
Dalam kesepakatan MGMP,
isi dan pengembangan modul ajar tidak harus dibuat seragam secara keseluruhan.
Guru diberikan ruang untuk menyesuaikan modul dengan kebutuhan dan kondisi
madrasah masing-masing. Penyesuaian tersebut dapat dilakukan dengan memasukkan
program atau karakteristik khusus yang dikembangkan di madrasah, seperti
program Adiwiyata, kegiatan penguatan karakter, budaya madrasah, maupun program
lain yang relevan dengan tujuan pembelajaran.
Ketua MGMP Pendidikan
Pancasila, Rahmi Prabawaty, menegaskan pentingnya komitmen guru dalam
memberikan layanan pembelajaran terbaik bagi peserta didik. Menurutnya, salah
satu bentuk komitmen tersebut dapat diwujudkan melalui penyusunan modul ajar
yang benar-benar sesuai dengan kondisi peserta didik.
“Kita sebagai guru
harus bisa memberikan yang terbaik untuk murid-murid kita. Salah satu caranya
adalah dengan menyusun modul ajar yang sesuai dengan keadaan anak-anak,” tegas
Rahmi.
Pernyataan tersebut
menjadi penegasan bahwa perangkat pembelajaran tidak semestinya hanya menjadi
dokumen administratif, tetapi perlu dirancang sebagai instrumen yang membantu
guru menghadirkan pembelajaran yang kontekstual dan bermakna. Dengan mempertimbangkan
karakteristik peserta didik, guru diharapkan dapat menentukan strategi,
aktivitas, serta pengalaman belajar yang lebih sesuai dengan kebutuhan mereka.
Melalui pertemuan
tersebut, MGMP Pendidikan Pancasila berharap proses penyusunan modul ajar
semester II dapat berjalan secara terarah dan kolaboratif. Pembagian tugas yang
telah disepakati selanjutnya menjadi dasar bagi guru untuk menyusun modul
sesuai jenjang kelas masing-masing dengan tetap mengacu pada prinsip Kurikulum
Berbasis Cinta dan pembelajaran mendalam.
Kegiatan ini sekaligus menunjukkan komitmen MGMP Pendidikan Pancasila untuk terus membangun kolaborasi antarpendidik dalam meningkatkan mutu pembelajaran. Dengan modul ajar yang disusun secara kontekstual, adaptif, dan sesuai kebutuhan peserta didik, pembelajaran Pendidikan Pancasila diharapkan semakin relevan serta mampu memberikan pengalaman belajar yang bermakna bagi siswa di madrasah masing-masing.(ery)



Tidak ada komentar
Posting Komentar