Ciptakan Kenyamanan dan Keadilan, Kelas VII D Laksanakan Rotasi Tempat Duduk Secara Berkala
Bantul (MTsN 7 Bantul) – Pagi itu Senin (14/9/2026), seusai mengikuti seluruh rangkaian upacara hari Senin, dengan tenang para murid memasuki ruangan kelas VII D yang nyaman setelah merasakan panas karena paparan terik matahari selama upacara. Lanjariyah, selaku guru pengampu di awal hari sekaligus wali kelas VII D, mengondisikan murid melaksanakan program sarapan soal mata pelajaran Bahasa Indonesia. Selanjutnya semua murid menenteng tas untuk berpindah melakukan rotasi duduk sebagaimana telah menjadi kesepakatan di awal tahun ajaran, bahwa secara berkala, yakni setiap Senin semua mengalami pergeseran posisi duduk, agar setiap murid mendapatkan kesempatan belajar yang sama di dalam kelas.
Beberapa
tujuan dan manfaat penting dari rotasi tempat duduk berdasar akademik dan fokus
belajar adalah meratakan jarak pandang, dengan memberikan semua siswa
kesempatan bergantian duduk di barisan depan agar dapat melihat papan tulis dan
mendengar penjelasan guru dengan lebih jelas; Mengurangi kejenuhan, dengan
mengubah suasana dan sudut pandang siswa di kelas untuk menyegarkan pikiran dan
meningkatkan konsentrasi; Meminimalkan gangguan, dengan memisahkan siswa yang
cenderung sering mengobrol jika terus-menerus duduk bersebelahan, sehingga
suasana kelas lebih kondusif.
Selanjutnya
rotasi tempat duduk berdasarkan sosial dan emosional adalah mencegah
terbentuknya kubu (geng), dengan mendorong siswa untuk berbaur dengan seluruh
teman sekelas, bukan hanya dengan kelompok tertentu saja; Meningkatkan
kemampuan adaptasi, dengan melatih siswa untuk bisa bekerja sama dan
berkomunikasi dengan siapa saja tanpa membeda-bedakan; Membangun rasa empati,
dengan membantu siswa memahami karakter teman-teman yang berbeda latar belakang
atau kemampuan akademiknya.
Berikutnya
rotasi tempat duduk berdasarkan pengelolaan kelas bagi guru adalah mempermudah
pemantauan, dengan membantu guru mengenali dan mengamati perkembangan setiap
siswa secara lebih dekat saat mereka mendapat giliran duduk di barisan depan;
Mendeteksi masalah belajar, dengan membantu mengidentifikasi jika ada siswa
yang memiliki masalah penglihatan (seperti mata minus) atau pendengaran yang
selama ini tidak terdeteksi karena selalu duduk di belakang.
Ketua kelas VII D, Rafandra Attala menyampaikan pendapatnya tentang dengan adanya program rotasi tempat duduk ini, “Saya sangat menyetujuinya karena dapat merasakan tempat yang berbeda-beda, tidak membosankan, sehingga tercipta nuansa fresh”. Sementara Lanjariyah, selaku wali kelas menyampaikan bahwa dilaksanakannya rotasi tempat duduk di kelas adalah untuk menciptakan keadilan belajar, meningkatkan fokus murid, dan membangun interaksi sosial yang sehat antar murid.(Lan)



Tidak ada komentar
Posting Komentar