Header Ads

ad728
  • Breaking News

    Cut Asyifa Tampil Penuh Percaya Diri di Hadapan Juri Final LKTI Essay Sabayouth Research & Science Club (SRSC)

    Bantul (MTsN 7 Bantul) — Semangat, keberanian, dan kepercayaan diri terpancar dari sosok Cut Asyifa Nisrina Putri saat tampil di hadapan dewan juri dalam final Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) Essay Sabayouth Research & Science Club (SRCS) yang diselenggarakan oleh SMAN 1 Bantul, pada Sabtu (5/9/2026).



    Bertempat di Aula Jodipati, ajang final tersebut menjadi momentum penting bagi para finalis untuk mempresentasikan gagasan dan hasil pemikiran terbaik mereka di hadapan para juri. Cut Asyifa tampil dengan penuh keyakinan, menunjukkan kesiapan dan keberanian dalam menyampaikan gagasan yang telah dipersiapkan. Cut Asyifa bersaing dengan 9 finalis dari SMP/MTs lainnya se DIY–Jawa Tengah.

    Dengan sikap tenang dan percaya diri, Cut Asyifa memaparkan karya esainya sekaligus berusaha menjawab berbagai pertanyaan dan tanggapan dari dewan juri. Setiap pertanyaan menjadi kesempatan baginya untuk menunjukkan kemampuan berpikir kritis, menyampaikan argumentasi, serta mempertahankan gagasan yang dituangkan dalam karya.

    Penampilan tersebut tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga menjadi pengalaman berharga bagi Cut Asyifa dalam mengembangkan keterampilan komunikasi, berpikir kritis, problem solving, dan keberanian berbicara di depan publik.

    Keberanian Cut Asyifa berdiri di hadapan para juri menjadi bukti bahwa proses penelitian tidak berhenti pada tahap menulis sebuah karya. Lebih dari itu, seorang peneliti muda dituntut mampu mengomunikasikan gagasan secara jelas, logis, dan meyakinkan.

    Final LKTI Essay SRSC juga menjadi ruang pembelajaran bagi generasi muda untuk membangun budaya ilmiah. Melalui kompetisi semacam ini, peserta tidak hanya berkompetisi untuk meraih prestasi, tetapi juga belajar mengolah ide, melakukan kajian, menyampaikan pendapat, serta menerima masukan dari para ahli dan juri.

    Bagi Cut Asyifa, kesempatan tampil di panggung final merupakan sebuah pengalaman yang patut diapresiasi. Kepercayaan diri yang ditunjukkannya menjadi modal penting untuk terus berkembang sebagai generasi muda yang berani berpikir, berani berkarya, dan berani menyampaikan gagasan.

    Semangat tersebut sejalan dengan tujuan pendidikan yang mendorong murid untuk tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter tangguh, komunikatif, kreatif, dan mampu menghadapi tantangan dengan percaya diri serta inspiratif. Irkhas Aliyah dan Winarsih selaku guru pendamping merasa bangga dan mengapresiasi hasil yang diperoleh.(Wien)

    Tidak ada komentar

    Post Top Ad

    ad728

    Post Bottom Ad

    ad728