Cut Asyifa Tampil Penuh Percaya Diri di Hadapan Juri Final LKTI Essay Sabayouth Research & Science Club (SRSC)
Bantul (MTsN 7 Bantul) — Semangat, keberanian, dan kepercayaan diri terpancar dari sosok Cut Asyifa Nisrina Putri saat tampil di hadapan dewan juri dalam final Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) Essay Sabayouth Research & Science Club (SRCS) yang diselenggarakan oleh SMAN 1 Bantul, pada Sabtu (5/9/2026).
Bertempat di Aula Jodipati, ajang final tersebut menjadi
momentum penting bagi para finalis untuk mempresentasikan gagasan dan hasil
pemikiran terbaik mereka di hadapan para juri. Cut Asyifa tampil dengan penuh
keyakinan, menunjukkan kesiapan dan keberanian dalam menyampaikan gagasan yang
telah dipersiapkan. Cut Asyifa bersaing dengan 9 finalis dari SMP/MTs lainnya
se DIY–Jawa Tengah.
Dengan sikap tenang dan percaya diri, Cut Asyifa memaparkan
karya esainya sekaligus berusaha menjawab berbagai pertanyaan dan tanggapan
dari dewan juri. Setiap pertanyaan menjadi kesempatan baginya untuk menunjukkan
kemampuan berpikir kritis, menyampaikan argumentasi, serta mempertahankan
gagasan yang dituangkan dalam karya.
Penampilan tersebut tidak hanya menjadi ajang kompetisi,
tetapi juga menjadi pengalaman berharga bagi Cut Asyifa dalam mengembangkan
keterampilan komunikasi, berpikir kritis, problem solving, dan keberanian
berbicara di depan publik.
Keberanian Cut Asyifa berdiri di hadapan para juri menjadi
bukti bahwa proses penelitian tidak berhenti pada tahap menulis sebuah karya.
Lebih dari itu, seorang peneliti muda dituntut mampu mengomunikasikan gagasan
secara jelas, logis, dan meyakinkan.
Final LKTI Essay SRSC juga menjadi ruang pembelajaran bagi
generasi muda untuk membangun budaya ilmiah. Melalui kompetisi semacam ini,
peserta tidak hanya berkompetisi untuk meraih prestasi, tetapi juga belajar
mengolah ide, melakukan kajian, menyampaikan pendapat, serta menerima masukan
dari para ahli dan juri.
Bagi Cut Asyifa, kesempatan tampil di panggung final
merupakan sebuah pengalaman yang patut diapresiasi. Kepercayaan diri yang
ditunjukkannya menjadi modal penting untuk terus berkembang sebagai generasi
muda yang berani berpikir, berani berkarya, dan berani menyampaikan gagasan.
Semangat tersebut sejalan dengan tujuan pendidikan yang mendorong murid untuk tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter tangguh, komunikatif, kreatif, dan mampu menghadapi tantangan dengan percaya diri serta inspiratif. Irkhas Aliyah dan Winarsih selaku guru pendamping merasa bangga dan mengapresiasi hasil yang diperoleh.(Wien)



Tidak ada komentar
Posting Komentar