Dari Membaca Menjadi Cerdas: Dorong Siswa Kelas VII E Tuangkan Hasil Literasi dalam Tulisan
Bantul (MTsN 7 Bantul) – Membaca bukan sekadar membuka lembar demi lembar buku, tetapi menjadi jalan untuk membentuk generasi cerdas, berwawasan, dan mampu menuangkan gagasan. Semangat tersebut diwujudkan MTsN 7 Bantul melalui program pembiasaan literasi yang dilaksanakan secara terjadwal bagi seluruh murid. Kegiatan literasi kali ini berlangsung pada Selasa, 1 September 2026, di Ruang Kelas VII E MTsN 7 Bantul, dengan peserta seluruh murid kelas VII. Program ini menjadi salah satu upaya madrasah dalam membudayakan kegemaran membaca sekaligus meningkatkan kemampuan murid dalam memahami dan mengolah informasi yang diperoleh dari bahan bacaan.
Pembiasaan
literasi dilaksanakan sesuai jenjang kelas masing-masing. Khusus murid kelas VII,
kegiatan literasi dilaksanakan setiap hari Selasa, dengan guru yang mengajar
pada jam pertama bertugas sebagai guru pendamping. Pada kesempatan tersebut, Nurhayati,
selaku pengampu mata pelajaran Fikih, mendampingi kegiatan literasi di kelas VII
E. Di awal pendampingan, Nurhayati menyampaikan bahwa kegiatan membaca perlu
dibuktikan dengan kemampuan memahami isi bacaan. Oleh karena itu, murid
diarahkan untuk menuangkan hasil literasi yang telah dibaca ke dalam bentuk
tulisan atau rangkuman, sehingga kegiatan tidak berhenti pada aktivitas membaca
saja, tetapi berlanjut pada proses memahami, mengingat, dan menyampaikan
kembali informasi.
Untuk
mengondisikan seluruh murid agar benar-benar berliterasi, setiap peserta
diminta menuliskan beberapa unsur penting dari buku yang dibacanya. Pertama,
murid menuliskan judul buku dan nama pengarang, kedua mencatat halaman yang
dibaca, dari halaman berapa sampai halaman berapa, dan ketiga menuliskan rangkuman
isi bacaan menggunakan bahasa mereka sendiri. Langkah sederhana tersebut
menjadi sarana melatih kemampuan membaca pemahaman, menulis, menyusun
informasi, sekaligus meningkatkan keberanian murid dalam menuangkan ide. Dengan
demikian, budaya literasi diharapkan mampu melahirkan murid yang tidak hanya
gemar membaca, tetapi juga semakin cerdas dalam berpikir dan terampil dalam
menulis.
Di akhir kegiatan, Nurhayati memberikan tanda tangan kepada murid yang telah menyelesaikan rangkuman bacaan sebagai bentuk apresiasi sekaligus penguatan bahwa setiap usaha dalam berliterasi memiliki nilai. Hal kecil tersebut diharapkan menjadi penyemangat bagi murid untuk terus mengikuti pembiasaan literasi dengan penuh tanggung jawab. Melalui program yang dilakukan secara konsisten ini, MTsN 7 Bantul terus berupaya mewujudkan budaya madrasah yang menjadikan membaca sebagai kebiasaan, menulis sebagai keterampilan, dan literasi sebagai bekal untuk membentuk generasi cerdas, berkarakter, dan berwawasan luas.(norhay)




Tidak ada komentar
Posting Komentar