Header Ads

ad728
  • Breaking News

    Dari Membaca Menjadi Cerdas: Dorong Siswa Kelas VII E Tuangkan Hasil Literasi dalam Tulisan

    Bantul (MTsN 7 Bantul) – Membaca bukan sekadar membuka lembar demi lembar buku, tetapi menjadi jalan untuk membentuk generasi cerdas, berwawasan, dan mampu menuangkan gagasan. Semangat tersebut diwujudkan MTsN 7 Bantul melalui program pembiasaan literasi yang dilaksanakan secara terjadwal bagi seluruh murid. Kegiatan literasi kali ini berlangsung pada Selasa, 1 September 2026, di Ruang Kelas VII E MTsN 7 Bantul, dengan peserta seluruh murid kelas VII. Program ini menjadi salah satu upaya madrasah dalam membudayakan kegemaran membaca sekaligus meningkatkan kemampuan murid dalam memahami dan mengolah informasi yang diperoleh dari bahan bacaan.



    Pembiasaan literasi dilaksanakan sesuai jenjang kelas masing-masing. Khusus murid kelas VII, kegiatan literasi dilaksanakan setiap hari Selasa, dengan guru yang mengajar pada jam pertama bertugas sebagai guru pendamping. Pada kesempatan tersebut, Nurhayati, selaku pengampu mata pelajaran Fikih, mendampingi kegiatan literasi di kelas VII E. Di awal pendampingan, Nurhayati menyampaikan bahwa kegiatan membaca perlu dibuktikan dengan kemampuan memahami isi bacaan. Oleh karena itu, murid diarahkan untuk menuangkan hasil literasi yang telah dibaca ke dalam bentuk tulisan atau rangkuman, sehingga kegiatan tidak berhenti pada aktivitas membaca saja, tetapi berlanjut pada proses memahami, mengingat, dan menyampaikan kembali informasi.

    Untuk mengondisikan seluruh murid agar benar-benar berliterasi, setiap peserta diminta menuliskan beberapa unsur penting dari buku yang dibacanya. Pertama, murid menuliskan judul buku dan nama pengarang, kedua mencatat halaman yang dibaca, dari halaman berapa sampai halaman berapa, dan ketiga menuliskan rangkuman isi bacaan menggunakan bahasa mereka sendiri. Langkah sederhana tersebut menjadi sarana melatih kemampuan membaca pemahaman, menulis, menyusun informasi, sekaligus meningkatkan keberanian murid dalam menuangkan ide. Dengan demikian, budaya literasi diharapkan mampu melahirkan murid yang tidak hanya gemar membaca, tetapi juga semakin cerdas dalam berpikir dan terampil dalam menulis.

    Di akhir kegiatan, Nurhayati memberikan tanda tangan kepada murid yang telah menyelesaikan rangkuman bacaan sebagai bentuk apresiasi sekaligus penguatan bahwa setiap usaha dalam berliterasi memiliki nilai. Hal kecil tersebut diharapkan menjadi penyemangat bagi murid untuk terus mengikuti pembiasaan literasi dengan penuh tanggung jawab. Melalui program yang dilakukan secara konsisten ini, MTsN 7 Bantul terus berupaya mewujudkan budaya madrasah yang menjadikan membaca sebagai kebiasaan, menulis sebagai keterampilan, dan literasi sebagai bekal untuk membentuk generasi cerdas, berkarakter, dan berwawasan luas.(norhay)


    Tidak ada komentar

    Post Top Ad

    ad728

    Post Bottom Ad

    ad728