Header Ads

ad728
  • Breaking News

    Guru IPA MTsN 7 Bantul Perkuat Kompetensi Penyusunan Perangkat Pembelajaran Berbasis KBC

    Bantul (MTsN 7 Bantul) – Guru IPA MTsN 7 Bantul mengikuti workshop penyusunan perangkat pembelajaran Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) yang diselenggarakan oleh Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) IPA MTs Kabupaten Bantul, Rabu (23/9/2026). Kegiatan berlangsung pukul 12.30–15.30 WIB di Perpustakaan MTsN 9 Bantul.



    Workshop tersebut diikuti sebagai bagian dari upaya meningkatkan kompetensi profesional guru dalam merancang perangkat pembelajaran yang mengintegrasikan prinsip Pembelajaran Mendalam, yaitu memahami, mengaplikasi, dan merefleksi, dengan nilai-nilai Kurikulum Berbasis Cinta. Pendekatan tersebut juga menekankan pembelajaran yang berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan.

    Dalam kegiatan tersebut, Pengawas Madrasah Kabupaten Bantul, Miftahul Bahri dan Etyk Nurhayati, hadir sebagai narasumber. Materi diarahkan pada penguatan pemahaman dan praktik guru dalam menyusun perangkat pembelajaran yang dapat diterapkan secara nyata dalam proses pembelajaran IPA di madrasah.

    Etyk Nurhayati, menekankan bahwa pembelajaran IPA perlu dirancang dengan memperhatikan pengalaman belajar peserta didik secara utuh. Menurutnya, pembelajaran tidak cukup hanya berorientasi pada penyampaian materi, tetapi perlu menciptakan proses belajar yang berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan serta terintegrasi dengan Kurikulum Berbasis Cinta.

    “Dalam pembelajaran IPA wajib menerapkan prinsip pembelajaran berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan, serta terintegrasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC),” tegas Etyk.

    Sementara itu, Andrian yang mewakili Kepala MTsN 9 Bantul menyampaikan apresiasi terhadap pelaksanaan kegiatan MGMP IPA Kabupaten Bantul. Ia menilai MGMP IPA aktif dalam melaksanakan kegiatan peningkatan kompetensi guru, termasuk dalam pemanfaatan aplikasi Sipanjat Padi (Sistem Pelaporan Belanja TPG untuk Pengembangan Diri) yang merupakan salah satu inovasi Kanwil Kemenag DIY.

    “Kami mengapresiasi MGMP IPA yang aktif dalam melaksanakan berbagai kegiatan dan juga aktif dalam mengisi aplikasi Sipanjat Padi sebagai salah satu inovasi Kanwil Kemenag DIY untuk mendukung pengembangan diri guru,” ungkap Andrian.

    Melalui workshop ini, guru IPA diharapkan dapat menghasilkan perangkat pembelajaran yang tidak hanya memenuhi aspek administratif, tetapi juga mendukung terciptanya pengalaman belajar yang lebih mendalam bagi peserta didik. Pembelajaran Mendalam sendiri menempatkan proses memahami, mengaplikasi, dan merefleksi sebagai pengalaman belajar yang saling berkaitan.

    Kegiatan workshop menjadi bagian dari pengembangan profesional berkelanjutan guru IPA MTs Kabupaten Bantul sekaligus mendukung penerapan pembelajaran yang selaras dengan arah penguatan Kurikulum Berbasis Cinta di madrasah.(Ida)

    Tidak ada komentar

    Post Top Ad

    ad728

    Post Bottom Ad

    ad728