Guru IPA MTsN 7 Bantul Perkuat Kompetensi Penyusunan Perangkat Pembelajaran Berbasis KBC
Bantul (MTsN 7 Bantul) – Guru IPA MTsN 7 Bantul mengikuti workshop penyusunan perangkat pembelajaran Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) yang diselenggarakan oleh Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) IPA MTs Kabupaten Bantul, Rabu (23/9/2026). Kegiatan berlangsung pukul 12.30–15.30 WIB di Perpustakaan MTsN 9 Bantul.
Workshop tersebut diikuti sebagai bagian dari upaya
meningkatkan kompetensi profesional guru dalam merancang perangkat pembelajaran
yang mengintegrasikan prinsip Pembelajaran Mendalam, yaitu memahami,
mengaplikasi, dan merefleksi, dengan nilai-nilai Kurikulum Berbasis Cinta.
Pendekatan tersebut juga menekankan pembelajaran yang berkesadaran, bermakna,
dan menggembirakan.
Dalam kegiatan tersebut, Pengawas Madrasah
Kabupaten Bantul, Miftahul Bahri dan Etyk Nurhayati, hadir sebagai narasumber.
Materi diarahkan pada penguatan pemahaman dan praktik guru dalam menyusun
perangkat pembelajaran yang dapat diterapkan secara nyata dalam proses
pembelajaran IPA di madrasah.
Etyk Nurhayati, menekankan bahwa pembelajaran IPA
perlu dirancang dengan memperhatikan pengalaman belajar peserta didik secara
utuh. Menurutnya, pembelajaran tidak cukup hanya berorientasi pada penyampaian
materi, tetapi perlu menciptakan proses belajar yang berkesadaran, bermakna,
dan menggembirakan serta terintegrasi dengan Kurikulum Berbasis Cinta.
“Dalam pembelajaran IPA wajib menerapkan prinsip
pembelajaran berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan, serta terintegrasi
Kurikulum Berbasis Cinta (KBC),” tegas Etyk.
Sementara itu, Andrian yang mewakili Kepala MTsN 9
Bantul menyampaikan apresiasi terhadap pelaksanaan kegiatan MGMP IPA Kabupaten
Bantul. Ia menilai MGMP IPA aktif dalam melaksanakan kegiatan peningkatan
kompetensi guru, termasuk dalam pemanfaatan aplikasi Sipanjat Padi (Sistem
Pelaporan Belanja TPG untuk Pengembangan Diri) yang merupakan salah satu
inovasi Kanwil Kemenag DIY.
“Kami mengapresiasi MGMP IPA yang aktif dalam
melaksanakan berbagai kegiatan dan juga aktif dalam mengisi aplikasi Sipanjat
Padi sebagai salah satu inovasi Kanwil Kemenag DIY untuk mendukung pengembangan
diri guru,” ungkap Andrian.
Melalui workshop ini, guru IPA diharapkan dapat
menghasilkan perangkat pembelajaran yang tidak hanya memenuhi aspek
administratif, tetapi juga mendukung terciptanya pengalaman belajar yang lebih
mendalam bagi peserta didik. Pembelajaran Mendalam sendiri menempatkan proses memahami,
mengaplikasi, dan merefleksi sebagai pengalaman belajar yang saling berkaitan.
Kegiatan workshop menjadi bagian dari pengembangan profesional berkelanjutan guru IPA MTs Kabupaten Bantul sekaligus mendukung penerapan pembelajaran yang selaras dengan arah penguatan Kurikulum Berbasis Cinta di madrasah.(Ida)



Tidak ada komentar
Posting Komentar