Kepala TU MTsN 7 Bantul Ikuti Praktik Untung Rugi, Siswa Kelas IX F Belajar Matematika Lewat Kuliner
Bantul (MTsN 7 Bantul) – Pembelajaran Matematika di MTs Negeri 7 Bantul berlangsung menarik dan penuh kreativitas. Siswa kelas IX F tidak hanya mempelajari teori tentang aritmetika sosial, tetapi langsung mengaplikasikan materi untung dan rugi melalui praktik membuat, menyajikan, hingga menjual berbagai macam makanan.
Kegiatan
Belajar Mengajar (KBM) tersebut berlangsung pada Kamis (03/09) pagi mulai pukul
07.15 WIB di ruang kelas IX lantai 2 Gedung Timur MTs Negeri 7 Bantul. Kegiatan
ini merupakan penerapan materi Aritmetika Sosial, khususnya mengenai konsep
untung dan rugi dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam
praktik tersebut, siswa kelas IX F secara berkelompok melakukan rangkaian
kegiatan mulai dari merencanakan produk, menentukan menu, menyiapkan bahan,
memasak, menyajikan, hingga menjual makanan yang telah dibuat. Beragam menu
kreatif disiapkan oleh para siswa, di antaranya roti bakar, spageti, tahu
walik, donat, samyang roll, dan lumpia ubi ungu.
Kegiatan
tersebut semakin menarik dengan kehadiran Kepala Tata Usaha MTs Negeri 7
Bantul, Merry Kristiana Dessi, yang turut melihat secara langsung proses
pembelajaran. Merry tampak mendekat dan mengamati aktivitas siswa, terutama
ketika mereka memasak hingga makanan siap disajikan.
Tidak
hanya melihat prosesnya, Merry juga turut membeli makanan yang dibuat oleh para
siswa. Hal tersebut menjadi bentuk dukungan sekaligus apresiasi terhadap
kreativitas dan keberanian siswa dalam mempraktikkan pembelajaran Matematika
secara langsung.
Guru
Matematika MTs Negeri 7 Bantul, Sri Wiharsih, menjelaskan bahwa kegiatan
tersebut diawali dengan proses wawancara antarsiswa untuk mengetahui jenis
makanan yang disukai. Hasil wawancara kemudian menjadi pertimbangan siswa dalam
menentukan produk yang akan dibuat dan dijual.
“Kegiatan ini dimulai dari wawancara sesama murid untuk mengetahui makanan yang disukai. Dari situ mereka menentukan apa yang akan dibuat, kemudian diproduksi hingga dijual dengan tujuan memperoleh keuntungan,” jelas Sri Wi.
Menurutnya,
praktik tersebut menjadi bentuk aplikasi nyata dari materi Aritmetika Sosial,
khususnya tentang untung dan rugi. Dengan praktik secara langsung, siswa
diharapkan tidak hanya memahami perhitungan secara teori, tetapi juga mampu
melihat penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.
“Ini
merupakan aplikasi materi Aritmetika Sosial tentang untung dan rugi secara
praktik nyata. Anak-anak belajar mulai dari perencanaan, proses pembuatan,
sampai bagaimana produk tersebut disajikan dan dijual,” tambahnya.
Sementara
itu, Merry Kristiana Dessi mengaku bangga melihat kreativitas para siswa dalam
mengikuti kegiatan pembelajaran tersebut. Menurutnya, pembelajaran dengan
praktik seperti ini memberikan pengalaman yang berbeda dan membuat siswa lebih
aktif.
“Hari
ini saya turut melihat aktivitas anak-anak dalam mengaplikasikan mata pelajaran
Matematika ini. Saya turut bangga, mereka ternyata kreatif dalam membuat
berbagai menu. Dan yang tidak kalah penting, rasanya juga enak-enak,” ungkap
Merry.
Melalui kegiatan tersebut, pembelajaran Matematika menjadi lebih kontekstual dan menyenangkan. Siswa tidak hanya belajar menghitung modal, harga jual, serta keuntungan dan kerugian, tetapi juga belajar bekerja sama, berkomunikasi, berkreasi, mengambil keputusan, dan bertanggung jawab terhadap produk yang mereka hasilkan.(riza)

.jpeg)


Tidak ada komentar
Posting Komentar