Header Ads

ad728
  • Breaking News

    Kepala TU MTsN 7 Bantul Ikuti Praktik Untung Rugi, Siswa Kelas IX F Belajar Matematika Lewat Kuliner

    Bantul (MTsN 7 Bantul) – Pembelajaran Matematika di MTs Negeri 7 Bantul berlangsung menarik dan penuh kreativitas. Siswa kelas IX F tidak hanya mempelajari teori tentang aritmetika sosial, tetapi langsung mengaplikasikan materi untung dan rugi melalui praktik membuat, menyajikan, hingga menjual berbagai macam makanan.



    Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tersebut berlangsung pada Kamis (03/09) pagi mulai pukul 07.15 WIB di ruang kelas IX lantai 2 Gedung Timur MTs Negeri 7 Bantul. Kegiatan ini merupakan penerapan materi Aritmetika Sosial, khususnya mengenai konsep untung dan rugi dalam kehidupan sehari-hari.

    Dalam praktik tersebut, siswa kelas IX F secara berkelompok melakukan rangkaian kegiatan mulai dari merencanakan produk, menentukan menu, menyiapkan bahan, memasak, menyajikan, hingga menjual makanan yang telah dibuat. Beragam menu kreatif disiapkan oleh para siswa, di antaranya roti bakar, spageti, tahu walik, donat, samyang roll, dan lumpia ubi ungu.

    Kegiatan tersebut semakin menarik dengan kehadiran Kepala Tata Usaha MTs Negeri 7 Bantul, Merry Kristiana Dessi, yang turut melihat secara langsung proses pembelajaran. Merry tampak mendekat dan mengamati aktivitas siswa, terutama ketika mereka memasak hingga makanan siap disajikan.

    Tidak hanya melihat prosesnya, Merry juga turut membeli makanan yang dibuat oleh para siswa. Hal tersebut menjadi bentuk dukungan sekaligus apresiasi terhadap kreativitas dan keberanian siswa dalam mempraktikkan pembelajaran Matematika secara langsung.

    Guru Matematika MTs Negeri 7 Bantul, Sri Wiharsih, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut diawali dengan proses wawancara antarsiswa untuk mengetahui jenis makanan yang disukai. Hasil wawancara kemudian menjadi pertimbangan siswa dalam menentukan produk yang akan dibuat dan dijual.

    “Kegiatan ini dimulai dari wawancara sesama murid untuk mengetahui makanan yang disukai. Dari situ mereka menentukan apa yang akan dibuat, kemudian diproduksi hingga dijual dengan tujuan memperoleh keuntungan,” jelas Sri Wi.



    Menurutnya, praktik tersebut menjadi bentuk aplikasi nyata dari materi Aritmetika Sosial, khususnya tentang untung dan rugi. Dengan praktik secara langsung, siswa diharapkan tidak hanya memahami perhitungan secara teori, tetapi juga mampu melihat penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.

    “Ini merupakan aplikasi materi Aritmetika Sosial tentang untung dan rugi secara praktik nyata. Anak-anak belajar mulai dari perencanaan, proses pembuatan, sampai bagaimana produk tersebut disajikan dan dijual,” tambahnya.

    Sementara itu, Merry Kristiana Dessi mengaku bangga melihat kreativitas para siswa dalam mengikuti kegiatan pembelajaran tersebut. Menurutnya, pembelajaran dengan praktik seperti ini memberikan pengalaman yang berbeda dan membuat siswa lebih aktif.

    “Hari ini saya turut melihat aktivitas anak-anak dalam mengaplikasikan mata pelajaran Matematika ini. Saya turut bangga, mereka ternyata kreatif dalam membuat berbagai menu. Dan yang tidak kalah penting, rasanya juga enak-enak,” ungkap Merry.

    Melalui kegiatan tersebut, pembelajaran Matematika menjadi lebih kontekstual dan menyenangkan. Siswa tidak hanya belajar menghitung modal, harga jual, serta keuntungan dan kerugian, tetapi juga belajar bekerja sama, berkomunikasi, berkreasi, mengambil keputusan, dan bertanggung jawab terhadap produk yang mereka hasilkan.(riza)

    Tidak ada komentar

    Post Top Ad

    ad728

    Post Bottom Ad

    ad728