Kreatif Manfaatkan Barang Bekas, Siswa MTsN 7 Bantul Buat Model Sistem Pencernaan
Bantul (MTsN 7 Bantul) – Siswa Kelas VIII MTsN 7 Bantul memanfaatkan barang bekas atau sampah untuk membuat model sistem pencernaan manusia dalam pembelajaran kokurikuler IPA. Kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk inovasi pembelajaran yang mengintegrasikan materi Sistem Pencernaan pada Manusia dengan upaya pengelolaan sampah sebagai bagian dari program Adiwiyata MTsN 7 Bantul.
Kegiatan dilaksanakan di ruang kelas masing-masing,
yaitu Kelas VIII B pada Selasa (8/9) pada jam pelajaran ke-4 dan Kelas VIII A
pada Rabu (9/9) pada jam pelajaran ke-4. Pembelajaran dipandu oleh guru IPA
Nurhidayati, dengan melibatkan siswa dalam kelompok yang masing-masing terdiri
atas empat orang.
Kegiatan diawali dengan literasi menggunakan
berbagai sumber belajar. Setelah itu, guru memberikan penjelasan mengenai cara
membuat model sistem pencernaan manusia. Siswa kemudian mempraktikkan pembuatan
model secara berkelompok dengan alat dan bahan yang telah mereka siapkan
sebelumnya.
Menariknya, bahan utama yang digunakan merupakan
barang bekas yang ada di sekitar siswa. Papan sebagai tempat model dibuat
digantikan dengan lembaran kardus bekas. Bagian mulut dan lambung dibuat
menggunakan botol mineral bekas, sedangkan bagian usus besar dan usus kecil
memanfaatkan selang bekas akuarium. Berbagai bagian tersebut kemudian dirangkai
menggunakan perekat lem tembak sehingga membentuk model sistem pencernaan
manusia.
Pemanfaatan barang bekas dalam kegiatan tersebut
tidak hanya memberikan pengalaman praktik kepada siswa, tetapi juga mengajarkan
pentingnya mengurangi dan mengelola sampah. Barang yang sebelumnya dianggap
tidak terpakai dapat dimanfaatkan kembali menjadi media pembelajaran yang
memiliki nilai guna.
Melalui kegiatan tersebut, siswa belajar
menghubungkan konsep IPA dengan permasalahan lingkungan yang dijumpai dalam
kehidupan sehari-hari. Mereka tidak hanya mempelajari bagian-bagian sistem
pencernaan secara teori, tetapi juga membuat sendiri model yang menggambarkan
proses dan organ pencernaan sehingga konsep yang dipelajari menjadi lebih
konkret.
Suasana pembelajaran berlangsung aktif dan
menyenangkan. Siswa terlihat senang, bersemangat, dan bergembira selama bekerja
sama menyelesaikan model kelompoknya. Pembelajaran berbasis praktik juga
memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengembangkan kreativitas, kerja sama,
tanggung jawab, serta keterampilan dalam memanfaatkan barang bekas.
Nurhidayati menyampaikan bahwa kegiatan tersebut dirancang
agar siswa dapat memahami materi IPA sekaligus memiliki kepedulian terhadap
lingkungan.
“Melalui kegiatan ini, siswa dapat lebih memahami
proses pencernaan makanan yang terjadi di dalam tubuhnya karena mereka membuat
sendiri peraganya. Di sisi lain, barang bekas yang digunakan juga menjadi
sarana untuk mengenalkan kepada siswa bahwa sampah masih dapat dimanfaatkan
menjadi sesuatu yang berguna,” ungkapnya.
Kegiatan ini sejalan dengan semangat Adiwiyata MTsN
7 Bantul dalam membangun kepedulian warga madrasah terhadap lingkungan.
Integrasi pengelolaan sampah ke dalam pembelajaran memberikan pengalaman nyata
kepada siswa bahwa kepedulian lingkungan dapat diterapkan dalam berbagai
aktivitas, termasuk kegiatan belajar di kelas.
Pemanfaatan barang bekas sebagai media pembelajaran juga menjadi alternatif untuk menghadirkan pembelajaran IPA yang bermakna, kreatif, menyenangkan, dan ramah lingkungan. Melalui kegiatan tersebut, siswa diharapkan tidak hanya memahami materi sistem pencernaan manusia, tetapi juga terbiasa berpikir kreatif dan memiliki kesadaran untuk menjaga serta mengelola lingkungan di sekitarnya.(Ida)


Tidak ada komentar
Posting Komentar