Header Ads

ad728
  • Breaking News

    Kreatif Manfaatkan Barang Bekas, Siswa MTsN 7 Bantul Buat Model Sistem Pencernaan

    Bantul (MTsN 7 Bantul) – Siswa Kelas VIII MTsN 7 Bantul memanfaatkan barang bekas atau sampah untuk membuat model sistem pencernaan manusia dalam pembelajaran kokurikuler IPA. Kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk inovasi pembelajaran yang mengintegrasikan materi Sistem Pencernaan pada Manusia dengan upaya pengelolaan sampah sebagai bagian dari program Adiwiyata MTsN 7 Bantul.

    Kegiatan dilaksanakan di ruang kelas masing-masing, yaitu Kelas VIII B pada Selasa (8/9) pada jam pelajaran ke-4 dan Kelas VIII A pada Rabu (9/9) pada jam pelajaran ke-4. Pembelajaran dipandu oleh guru IPA Nurhidayati, dengan melibatkan siswa dalam kelompok yang masing-masing terdiri atas empat orang.

    Kegiatan diawali dengan literasi menggunakan berbagai sumber belajar. Setelah itu, guru memberikan penjelasan mengenai cara membuat model sistem pencernaan manusia. Siswa kemudian mempraktikkan pembuatan model secara berkelompok dengan alat dan bahan yang telah mereka siapkan sebelumnya.

    Menariknya, bahan utama yang digunakan merupakan barang bekas yang ada di sekitar siswa. Papan sebagai tempat model dibuat digantikan dengan lembaran kardus bekas. Bagian mulut dan lambung dibuat menggunakan botol mineral bekas, sedangkan bagian usus besar dan usus kecil memanfaatkan selang bekas akuarium. Berbagai bagian tersebut kemudian dirangkai menggunakan perekat lem tembak sehingga membentuk model sistem pencernaan manusia.

    Pemanfaatan barang bekas dalam kegiatan tersebut tidak hanya memberikan pengalaman praktik kepada siswa, tetapi juga mengajarkan pentingnya mengurangi dan mengelola sampah. Barang yang sebelumnya dianggap tidak terpakai dapat dimanfaatkan kembali menjadi media pembelajaran yang memiliki nilai guna.

    Melalui kegiatan tersebut, siswa belajar menghubungkan konsep IPA dengan permasalahan lingkungan yang dijumpai dalam kehidupan sehari-hari. Mereka tidak hanya mempelajari bagian-bagian sistem pencernaan secara teori, tetapi juga membuat sendiri model yang menggambarkan proses dan organ pencernaan sehingga konsep yang dipelajari menjadi lebih konkret.

    Suasana pembelajaran berlangsung aktif dan menyenangkan. Siswa terlihat senang, bersemangat, dan bergembira selama bekerja sama menyelesaikan model kelompoknya. Pembelajaran berbasis praktik juga memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengembangkan kreativitas, kerja sama, tanggung jawab, serta keterampilan dalam memanfaatkan barang bekas.

    Nurhidayati menyampaikan bahwa kegiatan tersebut dirancang agar siswa dapat memahami materi IPA sekaligus memiliki kepedulian terhadap lingkungan.

    “Melalui kegiatan ini, siswa dapat lebih memahami proses pencernaan makanan yang terjadi di dalam tubuhnya karena mereka membuat sendiri peraganya. Di sisi lain, barang bekas yang digunakan juga menjadi sarana untuk mengenalkan kepada siswa bahwa sampah masih dapat dimanfaatkan menjadi sesuatu yang berguna,” ungkapnya.

    Kegiatan ini sejalan dengan semangat Adiwiyata MTsN 7 Bantul dalam membangun kepedulian warga madrasah terhadap lingkungan. Integrasi pengelolaan sampah ke dalam pembelajaran memberikan pengalaman nyata kepada siswa bahwa kepedulian lingkungan dapat diterapkan dalam berbagai aktivitas, termasuk kegiatan belajar di kelas.

    Pemanfaatan barang bekas sebagai media pembelajaran juga menjadi alternatif untuk menghadirkan pembelajaran IPA yang bermakna, kreatif, menyenangkan, dan ramah lingkungan. Melalui kegiatan tersebut, siswa diharapkan tidak hanya memahami materi sistem pencernaan manusia, tetapi juga terbiasa berpikir kreatif dan memiliki kesadaran untuk menjaga serta mengelola lingkungan di sekitarnya.(Ida)

    Tidak ada komentar

    Post Top Ad

    ad728

    Post Bottom Ad

    ad728