MGMP PJOK MTs Bantul Susun Perangkat Pembelajaran KBC Kelas VIII di MTsN 2 Bantul
Bantul (MTsN 7 Bantul) – Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) Madrasah Tsanawiyah se-Kabupaten Bantul menggelar pertemuan rutin pada Senin, 7 September 2026. Kegiatan yang berlangsung dari pukul 12.00 hingga 15.00 WIB ini dilaksanakan di MTs Negeri 2 Bantul, tepatnya di area Warung Mbok Uwo yang menjadi lokasi khusus untuk diskusi para guru PJOK. Pertemuan ini diikuti oleh perwakilan guru PJOK dari seluruh madrasah tsanawiyah di wilayah Bantul sebagai bentuk komitmen bersama dalam meningkatkan mutu pembelajaran.
Agenda
utama dalam pertemuan tersebut adalah penyusunan perangkat pembelajaran
berbasis Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) untuk kelas VIII. Sebagai inovasi
kurikuler yang sedang dikembangkan di lingkungan madrasah Bantul, KBC
menekankan integrasi nilai-nilai kasih sayang, empati, dan kepedulian dalam
setiap aktivitas pembelajaran PJOK. Para guru secara kolaboratif merancang
silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang tidak hanya fokus pada
aspek keterampilan motorik, tetapi juga bertujuan membentuk karakter siswa yang
mencintai tubuhnya, menghargai sesama, dan peduli terhadap lingkungan melalui
gerak dan olahraga.
Dipimpin
oleh Ketua MGMP PJOK MTs Bantul, Dian Windiani Siwi, diskusi berlangsung
dinamis dan penuh partisipasi aktif. Setiap peserta memberikan masukan
berdasarkan pengalaman lapangan mereka, sehingga perangkat yang disusun
benar-benar kontekstual dan dapat diterapkan di berbagai kondisi sekolah. Fokus
utama adalah bagaimana mengemas materi seperti atletik, senam, atau permainan
bola menjadi media untuk menanamkan nilai sportivitas, kerja sama tim, dan rasa
syukur atas anugerah tubuh yang sehat, sesuai dengan semangat KBC.
Pertemuan di Warung Mbok Uwo ini juga menjadi ajang silaturahmi dan berbagi praktik baik antar-guru PJOK se-Bantul. Kolaborasi semacam ini sangat penting untuk memastikan bahwa implementasi KBC tidak hanya seragam di atas kertas, tetapi juga hidup dan relevan dalam keseharian siswa di setiap madrasah. Dengan memiliki panduan pembelajaran yang jelas dan berbasis nilai, para guru PJOK siap membimbing siswa tidak hanya menjadi pribadi yang tangguh secara fisik, tetapi juga memiliki jiwa yang penuh cinta dan integritas.(DWS)



Tidak ada komentar
Posting Komentar