Header Ads

ad728
  • Breaking News

    MGMP PJOK MTs Bantul Susun Perangkat Pembelajaran KBC Kelas VIII di MTsN 2 Bantul

    Bantul (MTsN 7 Bantul) – Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) Madrasah Tsanawiyah se-Kabupaten Bantul menggelar pertemuan rutin pada Senin, 7 September 2026. Kegiatan yang berlangsung dari pukul 12.00 hingga 15.00 WIB ini dilaksanakan di MTs Negeri 2 Bantul, tepatnya di area Warung Mbok Uwo yang menjadi lokasi khusus untuk diskusi para guru PJOK. Pertemuan ini diikuti oleh perwakilan guru PJOK dari seluruh madrasah tsanawiyah di wilayah Bantul sebagai bentuk komitmen bersama dalam meningkatkan mutu pembelajaran.



    Agenda utama dalam pertemuan tersebut adalah penyusunan perangkat pembelajaran berbasis Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) untuk kelas VIII. Sebagai inovasi kurikuler yang sedang dikembangkan di lingkungan madrasah Bantul, KBC menekankan integrasi nilai-nilai kasih sayang, empati, dan kepedulian dalam setiap aktivitas pembelajaran PJOK. Para guru secara kolaboratif merancang silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang tidak hanya fokus pada aspek keterampilan motorik, tetapi juga bertujuan membentuk karakter siswa yang mencintai tubuhnya, menghargai sesama, dan peduli terhadap lingkungan melalui gerak dan olahraga.

    Dipimpin oleh Ketua MGMP PJOK MTs Bantul, Dian Windiani Siwi, diskusi berlangsung dinamis dan penuh partisipasi aktif. Setiap peserta memberikan masukan berdasarkan pengalaman lapangan mereka, sehingga perangkat yang disusun benar-benar kontekstual dan dapat diterapkan di berbagai kondisi sekolah. Fokus utama adalah bagaimana mengemas materi seperti atletik, senam, atau permainan bola menjadi media untuk menanamkan nilai sportivitas, kerja sama tim, dan rasa syukur atas anugerah tubuh yang sehat, sesuai dengan semangat KBC.

    Pertemuan di Warung Mbok Uwo ini juga menjadi ajang silaturahmi dan berbagi praktik baik antar-guru PJOK se-Bantul. Kolaborasi semacam ini sangat penting untuk memastikan bahwa implementasi KBC tidak hanya seragam di atas kertas, tetapi juga hidup dan relevan dalam keseharian siswa di setiap madrasah. Dengan memiliki panduan pembelajaran yang jelas dan berbasis nilai, para guru PJOK siap membimbing siswa tidak hanya menjadi pribadi yang tangguh secara fisik, tetapi juga memiliki jiwa yang penuh cinta dan integritas.(DWS)

    Tidak ada komentar

    Post Top Ad

    ad728

    Post Bottom Ad

    ad728