Batik Berbeda, Tetap Bersama: Keceriaan Siswa MTsN 7 Bantul Bersama Mahasiswa STITMA
Bantul (MTsN 7 Bantul) — Mengenakan batik dengan motif dan warna yang beragam tidak menghalangi keceriaan siswa MTsN 7 Bantul bersama mahasiswa STITMA Yogyakarta. Momen kebersamaan tersebut terlihat pada waktu istirahat di depan ruang kelas VII dan halaman MTsN 7 Bantul, Jumat (2/10/2026), bertepatan dengan peringatan Hari Batik Nasional.
Siswa
dan mahasiswa memanfaatkan waktu istirahat untuk berbincang dan berdiskusi santai
yang diselingi canda. Mereka juga mengabadikan kebersamaan dengan berfoto
bersama di halaman madrasah. Suasana tersebut menjadi bagian dari interaksi
antara siswa dan mahasiswa yang sedang melaksanakan Praktik Lapangan
Persekolahan (PLP) di MTsN 7 Bantul.
“Kami
senang karena kakak mahasiswa ramah dan juga asyik,” ungkap Muhammad Kevin,
siswa kelas VII F MTsN 7 Bantul, yang ikut berfoto bersama mahasiswa dan
teman-temannya di halaman madrasah.
Kegiatan
kebersamaan tersebut berlangsung pada hari terakhir pelaksanaan Asesmen Sumatif
Tengah Semester (ASTS) yang diikuti siswa sejak Senin (28/9) hingga Jumat
(2/10). Setelah mengikuti rangkaian asesmen, siswa memanfaatkan waktu luang
untuk berinteraksi dengan mahasiswa STITMA Yogyakarta seperti yang dilakukan
pada hari-hari sebelumnya.
Namun,
suasana pada Jumat tersebut memiliki nuansa berbeda. Selain menjadi hari
terakhir ASTS, tanggal 2 Oktober diperingati sebagai Hari Batik Nasional. Siswa
dan mahasiswa sama-sama mengenakan batik dengan motif dan corak masing-masing.
Perbedaan pakaian yang dikenakan tidak mengurangi komunikasi dan kebersamaan di
antara mereka.
Sebanyak
tujuh mahasiswa STITMA Yogyakarta saat ini melaksanakan PLP di MTsN 7 Bantul.
Mereka terdiri atas empat mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Arab (PBA)
dan tiga mahasiswa Pendidikan Agama Islam (PAI). Kegiatan PLP tersebut
berlangsung kurang lebih tiga bulan, mulai Rabu (2/9/2026) hingga akhir
November 2026.
Memasuki
minggu kelima pelaksanaan PLP, keberadaan para mahasiswa mulai terlibat dalam
berbagai program dan kegiatan di madrasah. Selain menjalankan kegiatan yang
berkaitan dengan praktik lapangan, mereka turut berpartisipasi dalam momentum
peringatan Hari Batik Nasional dengan mengenakan pakaian batik bersama warga
madrasah.
Interaksi
yang berlangsung selama kegiatan PLP memberikan kesempatan kepada siswa dan
mahasiswa untuk membangun komunikasi secara langsung di lingkungan madrasah.
Bagi siswa, kehadiran mahasiswa juga menjadi bagian dari pengalaman belajar dan
bersosialisasi di luar kegiatan pembelajaran reguler.
Keceriaan siswa bersama mahasiswa pada peringatan Hari Batik Nasional tersebut menunjukkan bahwa keberagaman motif dan corak batik dapat hadir dalam suasana kebersamaan. Siswa dan mahasiswa tetap dapat berkomunikasi, bercanda, dan mengabadikan momen bersama meskipun mengenakan batik dengan corak yang berbeda-beda.(Lai)



Tidak ada komentar
Posting Komentar