Irjen Kemenag RI Monitoring dan Evaluasi Pengelolaan BMN di MTsN 7 Bantul
Bantul (MTsN 7 Bantul) – Inspektorat Jenderal (Irjen) Kementerian Agama Republik Indonesia melakukan kunjungan ke MTs Negeri 7 Bantul dalam rangka Monitoring dan Evaluasi Pengelolaan Barang Milik Negara (BMN), Rabu (07/10). Tim Irjen yang terdiri dari empat orang tersebut diterima di Ruang Perpustakaan MTs Negeri 7 Bantul.
Kedatangan
Tim Irjen disambut langsung oleh Kepala MTs Negeri 7 Bantul Hidayat, Kepala
Tata Usaha Merry Kristiana Dessi, Operator BMN, serta Bendahara MTs Negeri 7
Bantul. Pertemuan tersebut menjadi awal pelaksanaan monitoring dan evaluasi
terhadap pengelolaan BMN yang ada di lingkungan madrasah.
Dalam
sambutannya, Kepala MTs Negeri 7 Bantul Hidayat menyampaikan ucapan selamat
datang kepada Tim Inspektorat Jenderal Kementerian Agama RI. Ia juga menyatakan
kesiapan madrasah untuk menerima arahan dan bimbingan dalam pelaksanaan
monitoring dan evaluasi pengelolaan BMN.
“Selamat datang di MTs Negeri 7 Bantul kepada Tim Inspektorat Jenderal Kementerian Agama Republik Indonesia. Kami siap menerima bimbingan dan arahan dalam kegiatan Monitoring dan Evaluasi Pengelolaan BMN hari ini. Semoga kegiatan ini dapat memberikan masukan bagi kami untuk semakin meningkatkan tata kelola BMN di madrasah,” ungkap Hidayat.
Selanjutnya,
Kepala Tata Usaha MTs Negeri 7 Bantul, Merry Kristiana Dessi, turut memberikan
penjelasan mengenai tata kelola BMN di MTs Negeri 7 Bantul. Penjelasan tersebut
mencakup pengelolaan dan administrasi barang milik negara yang menjadi bagian
dari tanggung jawab madrasah.
Kegiatan
kemudian dilanjutkan dengan monitoring secara langsung oleh Tim Irjen terhadap Barang
Milik Negara (BMN) yang terdapat di MTs Negeri 7 Bantul. Monitoring dilakukan
untuk melihat kesesuaian antara pengelolaan dan administrasi BMN dengan
ketentuan yang berlaku.
Melalui kegiatan Monitoring dan Evaluasi ini, MTs Negeri 7 Bantul berharap dapat memperoleh arahan serta masukan dalam rangka meningkatkan tertib administrasi, akuntabilitas, dan kualitas pengelolaan BMN. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi momentum bagi madrasah untuk terus melakukan pembenahan dalam pengelolaan aset negara secara transparan dan bertanggung jawab.(riza)
.jpeg)



Tidak ada komentar
Posting Komentar