Manasik Haji Murid MTsN 7 Bantul Sukseskan Program Ekoteologi dan Adiwiyata
Bantul (MTsN 7 Bantul) — Murid kelas IX MTsN 7 Bantul mengikuti kegiatan manasik haji dan umrah pada Senin, 19 Oktober 2026, pukul 08.00–11.30 WIB di Pusdiklat Haji dan Umroh Aisyiyah Yogyakarta, Kauman, Tamanan, Kapanewon Banguntapan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya madrasah menguatkan kesadaran spiritual sekaligus menyukseskan program Ekoteologi dan Adiwiyata.
Melalui kegiatan ini, murid tidak hanya
mempraktikkan materi manasik haji dan umrah yang telah dipelajari di kelas,
tetapi juga diajak memahami hubungan antara ajaran agama dan tanggung jawab
menjaga lingkungan. Pembelajaran secara langsung di lokasi manasik diharapkan
membuat pemahaman murid lebih bermakna, kontekstual, dan mudah diterapkan dalam
kehidupan sehari-hari.
Salah satu agenda penting dalam kegiatan
tersebut adalah penanaman pohon di sekitar tempat manasik haji. Aksi ini
menjadi bentuk nyata membumikan konsep ekoteologi, yakni kesadaran bahwa iman
dan kepedulian terhadap alam saling berkaitan. Menjaga kelestarian lingkungan
bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bagian dari tanggung jawab manusia
sebagai khalifah dan penerima amanah untuk merawat bumi.
Dalam konteks manasik haji, nilai ihram dapat dimaknai lebih luas daripada sekadar mengenakan pakaian putih. Ihram juga menjadi simbol kesucian niat dan komitmen untuk menjaga perilaku, termasuk tidak melakukan tindakan yang merusak lingkungan. Semangat tersebut diharapkan mendorong murid untuk membiasakan perilaku ramah lingkungan, seperti menjaga kebersihan, mengurangi sampah, menggunakan air secara bijak, serta merawat tanaman di lingkungan madrasah maupun di rumah.
Kepala MTsN 7 Bantul, Hidayat, menyampaikan
bahwa kegiatan manasik haji yang dipadukan dengan penanaman pohon merupakan
sarana pendidikan karakter yang penting bagi murid. “Kami berharap kegiatan ini
tidak hanya menambah pemahaman murid tentang tata cara ibadah haji dan umrah,
tetapi juga menumbuhkan kesadaran bahwa menjaga bumi merupakan bagian dari
tanggung jawab keagamaan. Iman harus tercermin dalam perilaku nyata, termasuk
kepedulian terhadap lingkungan,” ungkapnya.
Beliau menambahkan bahwa penanaman pohon
menjadi pengingat bagi murid agar kepedulian terhadap alam terus dirawat
setelah kegiatan selesai. “Pohon yang ditanam hari ini hendaknya menjadi simbol
tumbuhnya karakter murid yang berakhlak mulia, peduli sesama, dan peduli bumi.
Semoga nilai-nilai Ekoteologi dan Adiwiyata semakin membudaya dalam keseharian
warga madrasah,” tambahnya.
Kegiatan ini diharapkan mampu membangun kesadaran spiritual keagamaan, memperkuat penerapan teori pembelajaran melalui praktik, serta menanamkan prinsip ibadah yang ramah lingkungan. Kolaborasi antara pendidikan agama dan kepedulian ekologis menjadi bekal untuk membentuk generasi madrasah yang unggul, bertanggung jawab, dan berkomitmen menjaga kelestarian bumi.(dwi)




Tidak ada komentar
Posting Komentar